Satu hal yang membuat kemenangan tersebut pantas disebut sebagai pembuktian adalah fakta bahwa kemenangan tersebut merupakan kemenangan ketiga Dortmund dalam tiga pertandingan Bundesliga terakhir mereka. Menang tiga kali berturut-turut.
Dalam situasi normal, ketika Dortmund dalam posisi sebagai kompetitor Bayern Muenchen seperti yang mereka tunjukkan beberapa musim terakhir, menang tiga kali berturut-turut harusnya bukan hal istimewa. Tapi kali ini berbeda, sebab Dortmund dalam situasi hancur lebur dan bahkan sempat terpuruk di dasar klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun naik ke papan tengah, Dortmund belum sepenuhnya berada di posisi aman. Kesebelasan-kesebelasan lain belum menjalani pertandingan ke-22 mereka, dan karenanya Dortmund sangat mungkin kembali turun posisi. Ada lima kesebelasan yang berpeluang mengembalikan Dortmund ke papan bawah: Hannover 96, FC Koeln, SC Paderborn, Hamburger SV, dan FSV Mainz 05.
Namun itu bukan masalah. Pertama, dalam tiga pertandingan terakhir Dortmund selalu menampilkan permainan yang meyakinkan. Kedua, jarak Dortmund dengan zona Champions League sebenarnya (untuk saat ini) hanya sembilan poin saja.
Klopp Puas, Stevens Lakukan Perombakan Besar
Pada pertandingan dinihari tadi Juergen Klopp menurunkan susunan sebelas pemain pertama yang sama dengan pekan lalu; sebelas pemain pertama yang tidak mampu melindungi gawang mereka dari dua gol FSV Mainz 05 sekaligus sebelas pemain pertama yang menjadi fondasi dari pesta empat gol ke gawang di pertandingan yang sama.
Kemenangan 4-2 atas Mainz pekan lalu nampaknya membuat Klopp merasa sudah menemukan komposisi yang tepat untuk terus mengumpulkan tiga angka. Berkaca kepada hasil pertandingan dinihari tadi, anggapan tersebut bisa jadi benar adanya.

Huub Stevens, sementara itu, mengubah formasi dan mengatur ulang komposisi sebelas pemain pertama Stuttgart yang kalah dari TSG Hoffenheim di hari Valentine. Di hari itu, barisan belakang Stuttgart berisi (dari kiri ke kanan) Adam Hlousek, Georg Niedermeier, Timo Baumgartl, dan Gotoku Sakai. Peran gelandang bertahan dimainkan Oriol Romeu, sedangkan ujung tombak diperankan oleh Timo Werner. Di antara keduanya ada Martin Harnik, Christian Gentner, Moritz Leitner, dan Florian Klein.
Lima Penyerang Tebar Ancaman Nyata
Satu hal yang nampak sangat mencolok dari permainan Dortmund dini hari tadi adalah pergerakan para pemain yang begitu cair. Pergerakan lima pemain, tepatnya.
Tak sepenuhnya benar menyebut Marco Reus sebagai penyerang sayap kiri. Atau Kevin Kampl sebagai penyerang sayap kanan. Begitu juga dengan Pierre-Emerick Aubameyang, Shinji Kagawa, dan Ilkay Guendogan. Kelima pemain ini seringkali bertukar posisi, menyebabkan kebingungan dan menebar ancaman lewat umpan cepat menyusur tanah, dari kaki ke kaki.
Saking cairnya, Kampl nampak sering terlihat turun menjemput bola ke lini tengah; menjadi penghubung antara para pembangun serangan dari belakang β Neven Subotic, Sokratis Papastathopoulos, dan Nuri Sahin β dan para pemain yang berada lebih dekat ke gawang lawan; Reus, Aubameyang, Kagawa, dan (karena Kampl turun menjemput bola) Guendogan. Juga Lukasz Piszczek dan Marcel Schmelzer yang seringkali bergerak jauh meninggalkan posnya untuk membantu serangan.

Ruang gerak kelima pemain tersebut (Aubameyang, Reus, Kagawa, Kampl, dan Guendogan) benar-benar tidak terbatas dan pertukaran posisi dapat terjadi kapanpun sehingga sempat pada sebuah kesempatan, ada dua pemain yang berusaha menerima umpan terobosan yang sama; Reus dan Kampl akhirnya sama-sama tidak mendapatkan bola. Walaupun insiden tersebut membuat serangan Dortmund nampak tidak sempurna dan menyimpan potensi kesalahan yang cukup besar, Dortmund tetap nampak mengancam dan berbahaya.
Ketika Kampl ditarik keluar dan digantikan Henrikh Mkhitaryan tepat di permulaan babak kedua, Dortmund tetap memainkan gaya menyerang yang sama.
Stuttgart Dipaksa Serba Terbatas
Dortmund tampil begitu baik di pertandingan dinihari tadi, baik ketika sedang menguasai bola maupun tidak. Tanpa bola, Dortmund memperagakan permainan menekan khas mereka, Gegenpressing, yang membuat Stuttgart benar-benar kehilangan kreativitas.
Sebanyak 108 dari total 434 umpan β setara dengan 24,88% β yang Stuttgart lepaskan adalah umpan jenis backward pass. Jumlah umpan menyamping secara keseluruhan dilakukan dalam 71 kesempatan, sementara umpan panjang sebagai cara tercepat untuk mencapai area pertahanan (sekaligus melepaskan tekanan dari) Dortmund dilakukan sebanyak 52 kali; tepat setengahnya, 26 umpan, tidak menemui sasaran.

Bukan tanpa alasan jika kemudian akurasi umpan Stuttgart hanya berada di angka 74,65%. Atau jika persentase penguasaan bola mereka tak mencapai 45% (44,2% tepatnya). Atau jika Stuttgart hanya mampu 74 kali memainkan umpan ke/di/dari area pertahanan Dortmund, dengan persentase keberhasilan 56,76% saja. Kualitas Gegenpressing Dortmund dini hari tadi membuat Stuttgart kesulitan menjaga kualitas umpan. Karenanya, Stuttgart tak selalu berhasil berlama-lama menguasai bola.
Untung Ada Reus
Borussia Dortmund yang tampil menekan dan agresif sejak awal laga berhasil mendapatkan apa yang mereka cari di menit ke-24. Marco Reus bergerak ke dalam dari sisi kiri pertahanan VfB Stuttgart sehingga menimbulkan kekacauan di area pertahanan lawan.
Pergerakan Reus kemudian membebaskan Shinji Kagawa. Pemain Jepang tersebut tidak lama-lama menahan bola. Terkenal akan visi bermainnya, Kagawa memberi umpan kepada Pierre-Emerick Aubameyang dengan satu sentuhan saja. Aubameyang yang berdiri cukup bebas di dalam kotak penalti Stuttgart pun berhasil mencetak gol pembuka.
Sadar bahwa mereka akan kesulitan mencetak gol dari permainan terbuka, Stuttgart sebisa mungkin memanfaatkan setiap bola mati yang mereka miliki. Pelanggaran yang terjadi di dalam kotak penalti Dortmund, mengiringi sebuah kemelut yang tercipta dari sepak pojok, membuat Stuttgart mendapatkan hadiah penalti.
Florian Klein yang dipercaya menjadi eksekutor melaksanakan tugasnya dengan baik. Tendangan mendatar ke arah kanan gawang Dortmund mampu ditebak Roman Weidenfeller; namun kapten Dortmund di pertandingan ini tidak berhasil menjangkau bola yang diarahkan ke sudut sulit.

Pergerakan cair yang ditunjukkan para pemain Dortmund di area pertahanan Stuttgart kembali membuahkan hasil di menit ke-38. Shinji Kagawa yang sejatinya ditempatkan di tengah melakukan pergerakan di area sebelah kiri pertahanan Stuttgart.
Ketika perhatian mengarah kepadanya, Kagawa melepas umpan dengan tumitnya dan membebaskan Guendogan. Tanpa gangguan berarti dari lawan, Guendogan memiliki kebebasan. Lewat sebuah tendangan mendatar, Guendogan membawa Dortmund kembali unggul.
Permainan menekan yang diperagakan Dortmund dari awal pertandingan berkali-kali membuat Stuttgart melakukan kesalahan. Namun semua kesalahan tersebut tak pernah cukup fatal sehingga Dortmund dapat langsung mencetak gol dengan memanfaatkan Pada menit ke-88, toh, ceritanya berbeda. Backpass Timo Baumgartl untuk Sven Ulreich terlalu lemah sehingga Marco Reus, yang memberi tekanan kepada Baumgartl, berhasil menjangkau bola lebih cepat ketimbang Ulreich. Reus mengalahkan Ulreich dalam situasi satu lawan satu dan berhasil memperlebar keunggulan Dortmund menjadi dua gol.
Gol Reus terbukti krusial, sama halnya dengan kesalahan Baumgartl yang terbukti fatal. Dua menit setelah gol Reus, Stuttgart kembali mendapat keuntungan dari sepak pojok. Dari jarak dekat dan tanpa kawalan, Georg Niedermeier melepaskan sundulan keras yang tidak mampu diantisipasi Roman Weidenfeller.
Kesimpulan
Juergen Klopp nampak sudah menemukan komposisi yang tepat. Para pemain Dortmund pun sudah nampak kembali bersemangat. Jika performa dalam tiga pertandingan terakhir mampu dipertahankan, absen dari Champions League nampak seperti bukan takdir Dortmund.
Sebaik apapun permainan Dortmund belakangan ini, mereka masih perlu memperbaiki satu atau dua hal. Organisasi pertahanan adalah yang paling penting. Dalam dua pertandingan terakhir, Dortmund memang mencetak tujuh gol; tapi mereka juga kebobolan sebanyak empat kali.
Stuttgart sendiri harus segera menemukan formula yang tepat untuk mengakhiri serangkaian hasil buruk. Jika tidak, kekalahan dini hari tadi bisa menjadi awal petaka bernama degradasi.
Pertandingan dini hari tadi adalah peluang Stuttgart untuk menyamai raihan poin dua kesebelasan yang berada di atas mereka: Hertha Berlin dan SC Freiburg. Namun Stuttgart gagal sehingga Berlin dan Freiburg berpeluang memperlebar jarak dengan Stuttgart menjadi enam poin, jika keduanya mampu memenangi pertandingan mereka masing-masing di pekan ini.
====
*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.
(roz/roz)











































