Respons Lambat Mancini yang Menguntungkan La Viola

Liga Italia: Inter 0-1 Fiorentina

Respons Lambat Mancini yang Menguntungkan La Viola

- Sepakbola
Senin, 02 Mar 2015 11:20 WIB
Respons Lambat Mancini yang Menguntungkan La Viola
REUTERS/Stefano Rellandini
Jakarta -

Usai tersisih dari Coppa Italia, Inter Milan tak pernah lagi merasakan kekalahan. Dalam lima laga mereka empat kali menang dan satu kali imbang di semua ajang. Namun dini hari tadi, Nerazzurri akhirnya harus tunduk 0-1 dari Fiorentina di Giuseppe Meazza. Gol Mohamed Salah menjadi penentu kemenangan La Viola.

Kini Inter tertinggal 7 poin dari Fiorentina. Dengan kekalahan ini pasukan Roberto Mancini gagal memangkas jarak dengan rivalnya dalam persaingan merebutkan tiket ke kompetisi Eropa.

Menanggapi kekalahan tersebut, Roberto Mancini menilai dirinya salah memasang pemain. Dia seharusnya tak memasang Lukas Podolski, yang dianggap kurang berkontribusi dan akhirnya digantikan Xherdan Shaqiri pada menit ke-65.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Gagalnya Guarin di Babak Pertama

Inter kembali memasang pola 4-3-1-2, yang mengantarkan mereka meraih tiga kemenangan beruntun di Serie A, dengan Mateo Kovacic berada di belakang duet Mauro Icardi dan Podolski.

Di awal-awal pertandingan Inter cenderung memainkan tempo yang agak lambat dan menunggu, dengan sesekali melakukan serangan balik. Sedangkan Fiorentina memegang kendali dengan permainan bola-bola pendek di 15 menit awal. Namun selama itu pula serangan Fiorentina selalu terputus ketika mendekati area pertahanan yang dilindungi gelandang bertahan, Gary Medel.

Dalam kurun waktu tersebut anak asuh Vicenzo Montella terlihat sekali mencoba menembus sisi kiri Inter. Meskipun bola berada di sisi kanan pertahanan lawan, dengan perlahan-lahan para pemain Fiorentina mengalirkan bola menuju sisi kiri Inter. Ilicic yang bermain sebagai penyerang sayap menoba menahan bola terlebih dahulu dengan mengiring ke sisi tengah lapangan guna menunggu Tomovic muncul.

Hal ini bertujuan untuk menghindari para pemain berduel dengan Guarin dan Campagnaro. Keputusan taktikal ini cenderung tepat. Sebab jika Fiorentina memaksa untuk menyerang ke arah sisi kanan Inter, ini akan menjadi risiko mereka. Dalam 3 pertandingan terakhir Inter, Guarin tampak superior di sisi kanan Inter. Gaya bermain yang sering menyisir sisi lapangan dan menusuk ke depan kotak penalti bisa menjadi bumerang untuk anak asuhan Montella.

Dengan cara yang tidak agresif menyerang di sisi kanan, maka Pasqual yang menjaga sisi kiri pertahanan Fiorentina bisa lebih berkonsentrasi menjaga areanya, guna melindungi dari serangan Guarin, sekaligus menjadi pelapis Jasmin Kurtic sebagai orang yang menjaga Guarin. Cara seperti itu pun cenderung ampuh untuk menghindarkan bola dari jangkauan Guarin.


[Kiri: Umpan yang diterima Guarin pada babak 1. Kanan: Umpan yang dilepaskan Guarin babak 1]

Dari gambar tersebut kita bisa melihat kesulitan Guarin untuk dapat masuk ke area kiri pertahanan Fiorentina. Bahkan kejadian ini membuat Guarin harus bertukar posisi dengan Brozovic di babak kedua. Dan pertukaran posisi tersebut membuat serangan Inter menjadi lebih berbahaya. Guarin akhirnya lebih banyak mendapatkan suplai bola setelah pertukaran tersebut. Bahkan Guarin berhasil empat kali melepaskan umpan silang ke dalam kotak penaliti Fiorentina.

Keputusan Mencadangkan Shaqiri

Agaknya memang benar jika Podolski menjadi kesalahan Mancini di pertandingan kali ini. Tapi tentu saja ketidakberdayaan Podolski juga disebabkan kekokohannya pertahanan Fiorentina yang tampil sangat impresif. Bahkan sering sekali kesebelasan asal kota Firenze ini hanya menggantung satu pemain di area Inter dan seluruh pemain Fiorentina berada di daerah pertahanan sendiri.

Situasi itulah yang mematikan peran Podolski. Dan perjudian mencadangkan Shaqiri menambah Inter kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Fiorentina di sisi tengah pertahanannya. Praktis Inter hanya mempunyai satu pemain yang mampu mendobrak kekokohan pertahanan Fiorentina, yaitu Guarin. Tapi itu pun mudah ditangkal sehingga Guarin praktis tak berbahaya sepanjag babak pertama. Dampaknya, Podolski sangat kekurangan penyuplai bola yang baik.


[Area intercept pemain Fiorentina]

Dari gambar tersebut kita bisa melihat keganasan pemain Fiorentina saat mengamankan daerah pertahanannya. Seluruh pemain dengan cepat memotong umpan-umpan sebelum memasuki kotak penalti. Bahkan Aquilani dan Badelj seperti diintruksikan untuk lebih menutup di area depan kotak penalti. Amat sering keduanya seperti enggan terpancing menjauhi dari area kotak penalti sendiri. Seperti terlihat di gambar di bawah ini.



Menjadi hal yang sangat disayangkan – termasuk oleh Mancini sendiriβ€”saat Inter baru mengganti pemain ketika tertinggal 0-1. Saat itu Shaqiri masuk menggantikan Podolski. Ternyata benar, permainan Inter menjadi jauh lebih hidup dan pilihan dalam membangun serangan pun tersedia lebih banyak.

Masuknya Shaqiri ditandai dengan berubahnya formasi Inter menjadi 4-3-3. Shaqiri beroperasi menyisir area kanan Inter dan Guarin yang menyisir sisi kiri. Guarin bertukat posisi area bermain. Dengan pola ini terlihat seperti ada harapan yang baik bagi Inter di pertandingan tersebut. Para pemain Inter bisa lebih leluasa menggempur pertahanan tim tamu melalui usaha yang diawali Shaqiri. Pemain asal Swiss itu pun langsung menciptakan 4 umpan kunci kepada rekan-rekannya. Catatan itu menjadikan ia sebagai pemain Inter terbanyak yang menghasilkan umpan kunci di pertandingan ini.

Proses Gol Salah Keterlambatan Medel dan Guarin

Musim ini Mohamed Salah telah mengoleksi 4 gol dari 6 pertandingannya bersama Fiorentina di semua ajang. Pemain yang dipinjam dari Chelsea ini sukses menjebol gawang Handanovic dalam situasi yang nyaris tak terkawal satu pun pemain Inter.

Kesalahan ini terletak pada pemain gelandang yang terlambat membantu pertahanan saat Fiorentina melakukan serangan balik. Kesalahan ini terletak pada Medel dan Guarini. Kedua pemain ini tampak kurang sigap melihat pergerakan Salah yang mendekat ke kotak penalti.

Dan parahnya lagi, tiga pemain belakang Inter lebih terfokus terhadap upaya Ilicic yang berlari ke dalam kotak penalti guna menyambut umpan silang dari Pasqual. Sialnya, Handanovic juga gagal memotong umpan silang Pasqual yang menukik tajam. Tangkapan yang tak sempurna dari Handanovic mampu dimanfaatkan Salah tanpa ada satu pun pemain yang coba mengganggu.

Praktis gol itulah yang membuat Mancini bereaksi melakukan pergantian Podolski dengan Shaqiri. Seperti yang telah disinggung pada bagian sebelumnya, pergantian ini membuat serangan Inter menjadi jauh lebih hidup. Fiorentina pun dipaksa bertahan.

Mereka terus bertahan, dan semakin tertekan, setelah dua pemainnya yaitu Savic dan Tomovic terpaksa harus ditarik ke luar lapangan di menit-menit akhir karena cedera. Selama 6 menit injury time, karena jatah pergantian pemain sudah habis, mereka hanya bisa bermain dengan sembilan pemain. Pasukan Montella dipaksa hanya menumpuk seluruh pemain di sepertiga akhir wilayahnya.



Kesimpulan

Mancini tidak mampu mempertahankan tren kemenangan Inter. Tanpa Shaqiri, Inter terbukti memang kesulitan menjaga penampilannya. Ini otomatis menjadi pekerjaan rumah untuk Mancini agar menemukan komposisi alternatif jika Inter harus tampil tanpa Shaqiri.

Sebab dipertandingan ini telah membuktikan jika peran Shaqiri masih menjadi motor pembangkit Inter. Dan tanpa Shaqiri pun, Inter tidak memiliki kreativitas serangan. Praktis segala serangan lebih mengutamakan Guarin yang harus bekerja ekstra ikut membantu serangan sekaligus menjaga pertahanan.

Menjadi hal yang sulit bagi pemain asal Kolombia ini jika ada satu atau dua pemain yang mematikan permainannya. Apalagi jika lawan yang dihadapi banyak menumpuk pemain di tengah untuk memagari lini belakang, seperti Fiorentina ini.

====

* Dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

(krs/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads