The Gunners Manfaatkan Buruknya Duet Jagielka-Stones

Liga Inggris: Arsenal 2-0 Everton

The Gunners Manfaatkan Buruknya Duet Jagielka-Stones

- Sepakbola
Senin, 02 Mar 2015 14:34 WIB
The Gunners Manfaatkan Buruknya Duet Jagielka-Stones
Reuters / Tony O'Brien
Jakarta - Arsenal kembali ke peringkat tiga klasemen sementara Premier League setelah mengalahkan tamunya, Everton di pekan ke-27. Gol dari Olivier Giroud dan Tomas Rosicky juga membuat Everton semakin terdampar di posisi ke-14.

Kedua kesebelasan bertanding dengan latar belakang yang berbeda 180 derajat. Di Liga Champions Arsenal baru dikalahkan AS Monaco 3-1, sedangkan Everton berhasil menang dan lolos ke babak 16 besar Liga Europa setelah mengalahkan BSC Young Boys.

Tentunya hasil pertandingan Eropa tersebut membuat mental kedua kesebelasan berbeda, dan pendekatan manajer juga berbeda dalam mempersiapkan skuat mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Ternyata tidak ada yang terlalu mengejutkan dari starting line-up kedua kesebelasan, selain bek anyar Gabriel Paulista, yang melakukan debutnya dan mengisi posisi yang biasa diisi oleh Per Mertesacker. Juga Luke Garbutt sebagai bek kiri Everton menggantikan Leighton Baines yang menderita cedera sebelum kick-off.

Jika dilihat sekilas dari formasi saja, maka 4-2-3-1 Arsenal akan bermain lebih sabar di tengah, sementara 4-3-3 Everton akan lebih menyerang.

Statistik ternyata menunjukkan hal yang tak jauh berbeda, tapi malah Everton memiliki penguasaan bola yang lebih banyak, yaitu dengan 53 persen. Namun, statistik memang tidak selalu menunjukkan semuanya, karena semalam Arsenal menunjukkan bahwa penguasaan bola tidak benar-benar penting.

Pada kenyataannya Everton hanya memaksa David Ospina untuk membuat dua kali penyelamatan, yang artinya adalah 2 tembakan ke arah gawang (dari 8 percobaan yang mereka lakukan). Sementara The Gunners terlihat lebih beringas dengan 17 tembakan (4 on target), dan tentu saja 2 buah gol yang penting.

Arsenal tanpa kecepatan

Arsenal baru bisa mencetak tembakan pertamanya pada menit ke-27, sementara tembakan tepat ke arah gawang baru bisa terwujud pada menit ke-37 oleh Giroud, yang sekaligus menjadi gol pembuka pada pertandingan tersebut.

Telat panasnya Arsenal ini sebagian besar terjadi karena mereka bermain dengan kecepatan yang lambat, itu juga kenapa penguasaan bola mereka sangat sedikit pada babak pertama.


[Grafik permainan menyerang Alexis Sanchez yang hampir selalu buntu di sepertiga lapangan akhir – sumber: FourFourTwo Stats Zone]

Arsenal terlalu bergantung pada Alexis Sanchez yang sayangnya sedang dalam performa yang tidak baik. Ketidakdinamisan permainan Arsenal sangat ditunjukkan oleh Alexis yang juga menghambat timnya untuk berkembang.

Kemudian juga Alex Oxlade-Chamberlain bermain dari dalam, yang berarti bahwa kecepatan di sepertiga akhir lapangan sangat menurun.

Agak mengejutkan ketika Arsene Wenger masih memercayai posisi penyerang pada Giroud, mengingat dirinya membuang banyak sekali peluang pada pertandingan melawan Monaco di Liga Champions. Sebenarnya ia masih β€œsebelas-dua belas”, hanya berhasil mencetak satu tembakan ke arah gawang (yang berbuah gol) dari 6 tembakan. Golnya semalam merupakan satu-satunya tembakannya yang tepat sasaran dari 12 kali percobaan dalam dua pertandingan terakhir Arsenal.


[Grafik permainan menyerang Olivier Giroud – sumber: FourFourTwo Stats Zone]

Giroud berhasil mencetak gol melalui set piece tendangan penjuru yang diambil oleh Mesut Oezil (sekaligus sebagai pencetak assist) -- sesuatu yang jarang Arsenal cetak musim ini.

Dua pemain Arsenal yang paling memuaskan

Ada dua poin utama dari permainan bertahan Arsenal semalam; debut manis Gabriel, dan Francis Coquelin yang terus dipercaya menjadi gelandang bertahan utama The Gunners.


[Gabriel sempat gugup dan salah mengambil keputusan pada awal pertandingan]

Khusus untuk Gabriel, beberapa saat ia memang terlihat gugup di awal pertandingan. Namun secara keseluruhan dia menjadi bek tengah yang solid bersama dengan Laurent Koscielny.


[Grafik permainan Gabriel Paulista – sumber: FourFourTwo Stats Zone]

Gabriel memenangkan 67 persen bola udara, 6 intersepsi (tanda wajik pada gambar di atas), dan 10 sapuan bola (tanda bulat). Bandingkan dengan yang seluruhnya Arsenal lakukan, yaitu 24 intersepsi dan 47 sapuan bola.

Selain Gabriel dan juga Koscielny, keseimbangan bertahan dan menyerang Arsenal juga banyak ditunjukkan dari performa gemilang Coquelin. Ia menjadi pemain yang paling rajin dan tanpa kompromi pada pertandingan semalam. Ia rajin naik, turun, dan menyebar operan ke kanan, kiri, depan, dan belakang, sambil melakukan kewajiban defensif yang tidak ia lalaikan.


[Grafik permainan Francis Coquelin – sumber: FourFourTwo Stats Zone]

Sayangnya ia harus ditarik keluar karena dilaporkan menderita cedera patah hidung akibat dari permainan ngototnya.

Everton yang buntu

Menonton Everton semalam bisa dibilang cukup membosankan. Mereka memang punya banyak penguasaan bola dan jumlah operan, tapi terlalu banyak mengoper ke samping dan jarang ke daerah tengah kotak penalti Arsenal.


[Grafik operan Everton di sepertiga lapangan bertahan, sepertiga lapangan tengah, dan sepertiga lapangan menyerang – sumber: FourFourTwo Stats Zone]

Dari grafik di atas, operan pada sepertiga lapangan akhir Everton terlalu banyak yang gagal (82 berhasil dari 115). Terutama ketika operan langsung mengarah ke tengah, Everton berkali-kali gagal.

Jika mengacu pada musim lalu, mereka memberikan kebebasan penuh kepada full-back untuk maju dan membantu serangan. Baik Baines di kiri maupun Seamus Coleman di kanan menjadi andalan di sayap.


[Grafik permainan Luke Garbutt – sumber: FourFourTwo Stats Zone]

Kali ini Garbutt memang sudah melakukannya dengan baik di sisi kiri, tapi Coleman kebalikannya. Tidak seperti musim lalu, setelah ia sembuh dari cedera, permainannya tidak pernah semenonjol musim 2013/14.

Cara bertahan Everton

Pasangan bek tengah Everton menjadi sorotan pada dua gol Arsenal. Duet John Stones dan kapten Phil Jagielka sebenarnya bukan merupakan duet yang buruk, hanya saja semalam mereka tidak bisa berkoordinasi dengan baik. Penjagaan mereka kepada Giroud tidak pernah serapat biasanya ketika mereka menjaga lawan-lawan mereka, terutama kala menghadapi bola-bola lambung.


[Giroud dibiarkan bebas oleh Jagielka dan Stones]

Ketidakbecusan penjagaan ini memungkinkan Giroud untuk bergerak leluasa dalam beberapa peluang dan juga pada gol yang ia cetak. Kemudian posisi Jagielka juga berada terlalu dalam ketika Rosicky membidik untuk menembak pada gol ke dua Arsenal yang akhirnya deflect di antara kedua kakinya.

Khusus untuk gol pertama Arsenal. Sepertinya ada yang salah dengan cara bertahan Everton saat menghadapi sepakan pojok.


[Daerah kosong di kedua tiang gawang saat Everton menghadapi sepak pojok]

Seperti yang terlihat, biasanya ada pemain bertahan yang menjaga tiang jauh dan/atau tiang dekat gawang. Tapi dalam dua kesempatan di atas, kedua sisi tiang gawang dibiarkan tanpa pengawalan dan meninggalkan kiper Tim Howard untuk beraksi. Pada gol (gambar pertama), tembakan Giroud yang menuju tiang jauh (ke arah kanan pada gambar) hanya bisa disaksikan oleh para pemain Everton.

Kesimpulan

Arsenal membawa pulang tiga poin yang membuat mereka kembali ke posisi tiga. Mereka layak untuk menang. Sementara Everton yang menguasai pertandingan tidak berhasil menekan Arsenal.

Wenger pasti sangat senang dengan hasil ini, apalagi setelah mereka kalah dari Monaco di Liga Champions. Roberto Martinez tetap harus bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan timnya. Mereka harus memperbaiki performa mereka atau akan terus terperosok di papan tengah sampai papan bawah.

(a2s/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads