Kesebelasan besutan Luis Enrique ini berhak lolos karena menang agregat 3-1 menyusul kemenangan 2-1 di laga pertama di Stadion Etihad. Bahkan keberhasilannya lolos ke perempat final menciptakan rekor tersendiri bagi Blaugrana sebagai kesebelasan pertama yang menembus babak 8 besar delapan musim berturut-turut sejak 2006/2007.
Tentunya untuk mengalahkan City bukan hal yang bisa dilakukan dengan enteng-entengan. Barca menggunakan secara tepat stok pemain-pemain yang dimilikinya. Enrique menurunkan formasi dasar 4-3-3 dengan sedikit sentuhan di beberapa posisi. Marc ter-Stegen lebih dipilih menjadi kiper utama ketimbang Claudio Bravo yang dicadangkan. Terjadi pergeseran di pos bek tengah yang diberikan kepada Jeremy Mathieu karena Javier Mashcerano bertugas kembali menjadi gelandang bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β

Matinya Pergerakan Samir Nasri
Sadar harus menang dengan keunggulan lebih dari dua gol, City tampil menyerang sejak babak pertama dimulai. Yaya Toure dkk mencoba memaksimalkan serangan dari kedua sayap melalui Milner dan Nasri. Akan tetapi tujuan mengeksploitasi kedua bek sayap Barca gagal terjadi, terutama di pos gelandang serang kanan yang tak bisa dimaksimalkan Nasri. Jarak antara Nasri di sisi kanan dengan Toure sebagai motor serangan cukup jauh karena Nasri agak malas turun ke bawah.
Ini bukan soal Nasri punya beban tambahan untuk membantu pertahanan, tapi jauhnya jarak itu membuat Yaya kadang sulit menjadikan Nasri sebagai tujuan pengiriman umpan. Dampaknya, Nasri jadi kadang terlihat terisolir.
Pemain asal Prancis tersebut juga tidak bekerja sama baik dengan Sagna sebagai bek kanan untuk membantu serangan. Sehingga Sagna kerap sia-sia ketika maju ke depan. Akibatnya malah lini kanan City yang dieksploitasi dan dijadikan celah serangan oleh tuan rumah.
Bahkan dua umpan kunci Barca di babak pertama berasal dari sisi kanan City, termasuk dua umpan kunci dan satu asist yang diarahkan ke sisi kanan pertahanan lawan.
Tidak hanya berimbas kepada pertahanan, kurang berkembangnya sektor yang diisi Nasri memaksa Silva bekerja lebih ekstra. Selain harus turun menjemput bola kepada Yaya di tengah, Silva juga terpaksa harus mendekati sisi kanan guna membebaskan Nasri dari isolasi. Maka peran Milner di sektor kiri penyerangan pun menjadi ikut-ikutan kurang berkembang, kurang ia pun kurang mendapat suplai bola, juga sering jauh jaraknya dengan Silva yang harus bergerak ke kanan.
Tapi Milner lebih ada kemauan untuk mundur menjemput bola dan membantu pertahanan, hal yang membuatnya lebih aktif ketimbang Nasri. Kiranya, ini pula yang akhirnya membuat Pellegrini memutuskan menarik Nasri dan menggantinya dengan Jesus Navas.
Masuknya Navas di babak kedua membuat permainan City lebih berkembang. Kinerja Navas juga lebih baik dalam menghidupkan sisi kanan penyerangan. Jika Nasri gagal membuat satu pun umpan silang, Navas setidaknya berhasil membuat tiga umpan silang, dua umpan kunci dan beberapa tindakan bertahan seperti intersep dan tekel sukses.
City terlalu andalkan Toure-Silva
Awal serangan City selalu diawali mobilitas Yaya toure lalu berlanjut kepada Silva di luar area kotak penalti. Dari Silva inilah aliran bola kemudian dipindahkan pada Milner dan Nasri serta kemudian Navas. Akan tetapi ketergantungan Nasri di gelandang serang kanan kepada suplai bola dari tengah, membuat Barca lebih mudah menghentikan mobilitas Silva dan Yaya Toure.
Gelandang Barca, Mascherano dan Andres Iniesta, berhasil menghentikan pergerakan Silva yang bergeser ke kanan untuk mendekati Nasri. Di lini tengah agak ke depan, Rakitic ikut aktif membantu pertahanan dengan memberikan tekanan tiap kali City sedang mencoba menyusun serangan. Rakitic lumayan aktif menekan Yaya yang sedang menguasai bola.

[Grafis tekel tiga gelandang Barcelona di lini tengah dan sisi kiri yang dialirkan Silva dan Nasri atau Navas. Sumber: Squawka]
Bahkan Yaya lebih disibukan ikut menopang pertahanan City guna membantu kesibukan Fernandinho melindungi pertahanan. Pilihan Yaya untuk lebih dalam guna membantu kinerja Fernandinho ini memang bisa intensitas Messi bergerak dari tengah, namun dampaknya adalah serangan City menjadi terhambat.
Yaya membuat dua kesempatan melakukan percobaan mencetak gol dan satu umpan silang. Tapi hanya di situ saja agresivitasnya dalam menyerang. Dari 36 umpan yang dibuatnya, tak ada satu pun umpan yang menjadi umpan kunci.

[Grafis peta pergerakan Yaya Toure yang ketika menyerang menjorok ke kanan karena pergerakan Nasri yang dimatikan pemain Barcelona. Juga disibukan membantu pertahanan City dari serangan lawan. Sumber: Squawka]
Kecerdikan Enrique Memanfaatkan Pressing City yang Terpancing
Tidak hanya menyerang, City juga bermain sangat agresif ketika bertahan. Mereka tidak pernah membiarkan pemain Barca menguasai si kulit bundar terlalu lama. Dengan cairnya permutasi pemain-pemain Barca, maka upaya pressing itu mesti dilakukan dengan jumlah pemain yang harus sama dengan jumlah pemain Barca yang sedang menyerang. Jika tidak, maka akan ada orang ketiga dari kubu Barca yang mendapatkan posisi bebas sebagai tujuan mengumpan.
Dan itulah yang dilakukan City. Strategi tersebut ternyata ampuh untuk meredam operan-operan dekat Barca yang sering dilakukan Messi dan Suarez di sisi kanan. Terutama membuat 20 menit pertama Suarez dilalui di dalam ruang-ruang yang sempit sehingga menyulitkannya bergerak.
Akan tetapi Enrique menyadari jika tekanan yang dilakukan City kepada kesebelasannya meninggalan ruang kosong yang bisa dimanfaatkan. Selepas menit ke-25, Messi banyak bergerak ke sisi kanan untuk memancing pemain City lebih mendekat ke arahnya. Sehingga tercipta ruang kosong di sisi kiri penyerangan karena Sagna terseret lebih ke tengah mendekati bola atau justru menjaga pemain Barca yang bebas di depannya. Terkadang Sagna juga terlambat turun dari membantu serangan di sisi kanan.
Hasilnya, dari ruang kosong di area Sagna itulah beberapa serangan Barca bisa masuk ke jantung pertahanan City. Jordi Alba, Neymar dan Rakitic beberapa kali bisa membongkar pertahanan City dari ruang-ruang tersebut.
Bahkan Jordi Alba sempat membuat gol di menit ke-71, berawal dari kekosongan di sisi kiri penyerangan yang melahirkan kemelut di depan Joe Hart. Akan tetapi gol tersebut dianulir karena Alba dalam posisi offside.
Kendati offside, apa yang dilakukan Alba itu memperlihatkan dengan baik ruang yang terbuka di sisi kanan pertahanan City. Apalagi gol tunggal Barca di menit ke-31, yang dicetak oleh Rakitic, juga lahir dari proses yang sama yaitu memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan City.

Disiplin Taktik Messi Bongkar Pertahanan City
Ketika tiga pemain tengah Barca yakni Mascherano, Rakitic dan Iniesta sibuk mengamankan lini tengah Barca, Messi menjadi penyerang yang tidak menyusahkan tiga gelandang rekannya tersebut. Pemain bernomor punggung 10 itu kerap turun keluar mencari bola dan tidak bergantung kepada suplai bola dari lini tengah. Dalam posisi menguasai bola itulah ia bisa mengalirkan bola, terutama Neymar.
Messi cukup rajin membantu pertahanan di tengah, lalu dengan kemampuan individu yang baik menggiring bola hingga ke depan. Bahkan jumlah tekel bersih pemain asal Argentina tersebut lebih banyak dibandingkan bek City, Vincent Kompany. Messi melakukan tekel bersih empat kali sedangkan Kompany cuma berhasil satu kali.
Messi juga merupakan pemain yang disiplin taktik karena terus membawa bola ke arah kanan pertahanan City untuk memancing para bek lawan. Dari situlah strategi Enrique berjalan untuk membuka ruang pertahanan Kompany dkk. Ruang terbuka di sisi kanan yang diciptakan pemain City, dimanfaatkan Messi untuk melancarkan umpan silang ke celah yang terbuka.
Empat kesempatan mencetak gol berhasil diciptakan melalui proses umpan Messi yang berhasil memancing pemain City. Bahkan gol Rakitic di menit ke-31 pun dilakukan melalui kecerdikan Messi memanfaatkan ruang kosong pertahanan City.
Walau tidak mencetak gol, Messi berkontribusi sangat besar atas satu assist, lima umpan kunci, delapan tendangan ke gawang, 16 dribel sukses.

[Grafis kontribusi Messi sepanjang pertandingan. Sumber:FourFourTwo]
====
* Dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.
(roz/a2s)











































