Duel Kunci di Sisi Kiri Penyerangan 'Setan Merah'

<I>Preview</I> Chelsea vs Man Utd

Duel Kunci di Sisi Kiri Penyerangan 'Setan Merah'

- Sepakbola
Sabtu, 18 Apr 2015 08:00 WIB
Duel Kunci di Sisi Kiri Penyerangan Setan Merah
Getty Images
Jakarta -

Tidak ada malam minggu yang lebih serius daripada malam minggu nanti. Chelsea akan menghadapi Manchester United pada lanjutan pertandingan pekan ke-33 (atau matchday ke-32 khusus untuk Chelsea) Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, London.

Pertandingan ini dinilai banyak orang sebagai pertandingan yang memiliki efek yang besar pada akhir musim nanti. Jika The Blues menang, gelar juara hampir pasti akan menjadi milik mereka, dan mungkin United "hanya" akan mendapatkan posisi tiga.

Namun, jika pasukan Louis van Gaal yang menang, maka posisi mereka untuk mendapatkan posisi runner-up liga, dan bahkan mungkin juara, akan semakin mulus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, perjalanan 'Setan Merah' ke London Barat nanti juga akan menjadi tolok ukur seberapa dekat kualitas skuat mereka dengan Chelsea, yang juga sekaligus akan memetakan persaingan perebutan gelar juara untuk musim depan.

Info tim

Chelsea belum terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir mereka di Liga Primer. Tapi mereka bisa kembali dipaksa memainkan Didier Drogba sekali lagi, setelah Loic Remy bergabung bersama Diego Costa ke dalam daftar penyerang Chelsea yang mengalami cedera.

Jose Mourinho mengungkapkan bahwa Remy bisa bermain kembali. Tetapi masih harus dilihat apakah ia akan mempertaruhkan Remy mengingat pekan depan mereka harus menghadapi Arsenal di Emirates.

Pertaruhan serupa juga akan sedikit membuat pusing Mourinho di lini tengah. Francesc Fabregas dan Nemanja Matic sama-sama satu kartu kuning lagi menuju larangan bermain. Tapi rasanya mereka akan tetap bermain.

Cesar Azpilicueta bisa jadi dicadangkan setelah permainannya yang buruk menghadapi Queens Park Rangers pekan lalu. Jika itu terjadi, Filipe Luis akan siap mengisi posisi bek kiri Chelsea.

Sedangkan di kubu United, Van Gaal sepertinya mendapat masalah dengan cederanya Phil Jones, Michael Carrick, Marcos Rojo, dan Jonny Evans.
Jones dan Carrick terlihat cedera pada pertandingan pekan lalu menghadapi City, sedangkan Carrick menderita cedera betis. Hal ini tentu membuat Van Gaal kepusingan.

"Kami memiliki empat pemain cedera dari pertandingan terakhir. Ini adalah skenario terburuk karena Rojo dan Jones bisa bermain baik di posisi bek tengah bagian kiri, Jonny Evans juga masih belum bisa bermain [akibat akumulasi]. Saya tidak punya banyak pilihan," kata Van Gaal baru-baru ini.

"Blind dan Carrick, keduanya memainkan posis gelandang bertahan dan mereka cedera, sehingga Wayne Rooney mungkin harus bermain di posisi itu lagi," kata Van Gaal sambil memberi kisi-kisi jika Rooney mungkin akan bermain sebagai gelandang lagi.

Namun, Robin van Persie dan Luke Shaw dikabarkan sudah siap bermain kembali. Akibat badai cedera di belakang, sepertinya mereka berdua bisa saja bermain dari awal.

Pertarungan di Sisi Kiri United

Van Gaal sepertinya sudah menemukan formula kemenangan United melalui peran besar di sisi kiri timnya di mana Ashley Young, Daley Blind, dan Marouane Fellaini bermain.

Blind dan Young dinilai merupakan pemain yang cerdas dalam mengambil posisi. Kombinasi mereka berdua bersama kekuatan Fellaini yang membuat United sangat baik akhir-akhir ini.

Pekan lalu, umpan silang cerdik Young berhasil sampai ke posisi Fellaini di tiang jauh. kemudian Blind (full-back kiri) juga memberikan peran ketika ia melakukan overlap dan membuka ruang yang memungkinkan Young untuk memegang bola cukup lama. Hingga akhirnya yang mampu memberikan umpan ke Fellaini.

Kondisi ini akan membuat sisi kanan pertahanan Chelsea untuk membendung sisi kiri penyerangan United. Di sana ada Willian yang merupakan salah satu pemain sayap pekerja keras yang bisa saja bertugas menjadi pemain perusak.



Gelandang bertahan The Blues akan bahu-membahu bersama Branislav Ivanovic untuk bermain fisik. Mereka diharapkan bisa mengurung Young dan Blind di sebelah kiri. Pada sisi ini lah yang akan menjadi medan perang utama, terutama bagi United.

Chelsea Bisa Manfaatkan Sisi Kanan Pertahanan United

Dengan semua fokus pada sisi kiri United, ada bahaya yang harus United hadapi di sisi kanan pertahanan mereka. Ancaman ini datang dari pemain Chelsea yang sejauh ini paling bersinar, Eden Hazard. Musim ini ia sudah mencetak 12 gol dan delapan assist di Liga Primer.

Selain itu, ia juga sangat merepotkan ketika menggiring bola. Berkali-kali ia menyiksa full-back dan bek tengah lawan.

Total dribel suksesnya (success dribble) yang mencapai angka 148 adalah 46 lebih banyak daripada seluruh pemain Liga Primer. Hasilnya? Hazard telah berhasil menciptakan 88 peluang (chances created), juga yang paling banyak di Liga Primer.

Sinyal bahaya ini tentunya diterima oleh sisi kanan pertahanan United. Luis Antonio Valencia telah berhasil dikonversi ke peran full-back dan menunjukkan bentuk permainan yang baik untuk United akhir-akhir ini.

Namun, sementara Valencia mungkin bisa mengatasi kecepatan Hazard, pemain Ekuador berkaki alami kanan ini mungkin akan kesulitan ketika Hazard melakukan cut inside.



Masalahnya lagi, pemain di depan Valencia adalah Juan Manuel Mata yang juga lebih bertipikal menyerang. Itulah salah satu posisi kunci di mana Van Gaal mungkin sebaiknya memainkan seseorang yang lebih defensif, bisa jadi Smalling atau Jones (jika ia tidak cedera).

Masalah yang Diciptakan oleh Fellaini

Kembali ke sisi kiri United, Fellaini bermain ciamik setelah kinerjanya yang tanpa lelah pada kemenangan 4-2 United di derby Manchester. The Citizens gagal untuk meladeni pemain Belgia yang tinggi besar ini saat ia mendapatkan terlalu banyak ruang dengan gerakan diagonalnya di sisi kiri.

United hampir selalu mencoba untuk membangun serangan dari belakang. Kehadiran Fellaini telah memberikan sisi kiri United sebuah keunggulan tambahan.

Ketika kebingungan, para pemain Setan Merah seringkali mengoper bola atas ke arah Fellaini yang memiliki tinggi 1,94 meter, bahkan David de Gea juga sering menedang goal kick ke arah Fellaini.

Pekan lalu, City sebenarnya memiliki Yaya Toure yang mampu meladeni Fellaini secara fisik. Tapi pemain Pantai Gading itu terus terang tidak menunjukkan minat dalam bekerja keras untuk kesebelasannya.

City dan Yaya Toure tampaknya sudah gagal untuk memahami pentingnya Fellaini sekarang ini di bawah Van Gaal, tetapi rasanya Mourinho akan lebih antisipasif dan lebih cerdas untuk tidak memberikan Fellaini terlalu banyak ruang.

Masalahnya, jika Yaya saja tidak bisa (atau mungkin tidak mau), dengan pemain seperti apa Mourinho membendung Fellaini? Jawaban yang paling bisa kita terima tentunya adalah Matic. Tapi, ini justru menimbulkan masalah lainnya untuk Chelsea.

Sususan 11 pemain Chelsea yang alami akan membuat mereka memilih Matic dan Fabregas sebagai dua gelandang bertahan. Namun, Matic lebih sering memilih bermain ke arah kiri kesebelasannya (atau ke sisi kanan lawannya) agar ia bisa menggunakan kaki alaminya (kidal) sesering dan senyaman mungkin.

Hal ini akan meninggalkan Fabregas menjadi rentan untuk berhadapan dengan Fellaini.

Cara Chelsea menghadapi Fellaini

Sebelum menyadari hal di atas, bahwa Matic adalah pemain yang kidal, kita pasti sangat menantikan duel kunci Fellaini dengan Matic.

Tapi jika Matic akan sangat kerepotan (dan tentunya akan lebih tidak efektif) jika bermain sebagai gelandang bertahan kanan atau terus-menerus ke sisi kanan, sisi di mana Fellaini lebih sering berada, Mourinho mungkin bisa melihat potensi menggunakan Kurt Zouma di lini tengah.

Mourinho bisa memainkan Zouma sebagai bek tengah ke tiga, tepat di depan John Terry dan Gary Cahill, hanya untuk menjaga Fellaini.

Kombinasi Zouma bersama Matic, ditambah Ivanovic dan Willian (atau Ramires), adalah cara antisipasi terbaik untuk mematikan Fellaini. Tapi, apakah Mourinho mau memainkan taktik yang lebih defensif seperti ini di kandangnya sendiri? Rasanya kecil kemungkinannya.

Efektivitas United di sisi kiri mereka juga akan membuat Mourinho mungkin mencari pemain sayap yang lebih defensif untuk memberikan lebih banyak dukungan. Jesus Navas tidak mampu melakukan itu untuk City akhir pekan lalu.

Jadi, Mourinho juga akan membutuhkan pemain sayap yang mau melakukan track-back terus-menerus. Mourinho bisa saja menyuruh Willian menguras staminanya sembari menyiapkan Ramires untuk menggantikan dirinya. Atau bahkan, ada kemungkinan ia akan memainkan Ramires dari awal.



Siapa yang Unggul Terlebih Dahulu dan Melakukan Perubahan

Beberapa hal di atas membuat kepala kita semua pusing. Ajaibnya, kami bertepuk tangan karena Anda mau membaca sampai sejauh ini, mengingat ini adalah preview dan pertandingan di atas belum terjadi, ...segalanya masih bisa berubah. Ini seperti menulis dan membaca tentang pengandaian.

Mourinho dan Van Gaal adalah dua manajer yang jenius dalam meracik taktik. Banyak hal mungkin akan berubah, tapi yang jelas, susunan sebelas pemain akan menjadi kuncinya.

Rasanya kedua kesebelasan akan bermain seperti biasanya, terutama United yang masih akan lebih memaksimalkan sisi kiri. Tapi mereka mengalami badai cedera di belakang, sehingga akan sangat sulit mempertahankan permainan seperti pada beberapa pertandingan lalu.

Bagi Mourinho, ini adalah kesempatan emas untuk membombardir pertahanaan United. Sedangkan jika ia masih kerepotan, memainkan Zouma sebagai gelandang bertahan bisa jadi akan mematikan Fellaini, tapi tampaknya Mourinho baru akan melakukannya jika Chelsea sudah terlebih dahulu unggul.

Begitu pun United yang tidak boleh terlalu asyik menyerang dari kiri dan melupakan sisi kanannya dari ancaman Hazard. Van Gaal mungkin akan memainkan Smalling di posisi full-back kanan untuk mengantisipasi Hazard, (lagi-lagi) jika saja mereka sudah terlebih dahulu unggul.
Semuanya serba tidak aman, tapi sebenarnya Mourinho berada pada posisi yang lebih menguntungkan.

Akhirnya kami menarik sebuah kesimpulan: pertandingan ini berpotensi menjadi adu taktik yang menarik sepanjang 90 menit, tapi kemungkinan salah satu kesebelasan akan melakukan perubahan (yang lebih defensif) jika sudah unggul, dan perubahan ini bisa jadi membuat pertandingan menjadi membosankan.

Jadi, selamat menikmati malam minggu yang mendebarkan!

====

*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.

*Foto-foto: AFP dan Getty Images


(a2s/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads