Untuk Menang, Arsenal Harus Menyerang dari Sisi Kiri

Untuk Menang, Arsenal Harus Menyerang dari Sisi Kiri

- Sepakbola
Minggu, 26 Apr 2015 11:52 WIB
Untuk Menang, Arsenal Harus Menyerang dari Sisi Kiri
Getty Images/Paul Gilham
Jakarta -

Dua gol George Hilsdon membawa Chelsea memenangi pertandingan melawan Arsenal dengan skor 2-1 pada 9 November 1907; Arsenal sendiri mencetak gol tunggal mereka lewat Charlie Satterthwaite.

Pertandingan tersebut merupakan pertandingan pertama yang mempertemukan dua kesebelasan asal London di divisi tertinggi sepakbola Inggris. Sejak saat itu, Arsenal menjadi lawan yang paling sering dihadapi Chelsea di ajang resmi. Dan kedua kesebelasan ini akan menjalani pertandingan mereka yang ke-184 hari Minggu (26/4) ini di Emirates Stadium, kandang Arsenal.

Sebuah pertandingan besar mengingat Chelsea berstatus pimpinan klasemen, sementara Arsenal sempat berada di peringkat kedua --sebelum digeser Manchester City yang menang 3-2 atas Aston Villa semalam. Sebagai catatan, kedua kesebelasan sama-sama menjalani tiga puluh dua pertandingan walaupun Premier League sendiri sudah memasuki pekan ke-34. Chelsea duduk manis sepuluh angka di depan Arsenal dengan raihan poin 76.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami ingin meneruskan rangkaian kemenangan dan memperkuat posisi kami di posisi kedua karena pekerjaan kami masih jauh dari kata selesai. Kami memiliki peluang untuk lebih dekat kepada Chelsea dan kami ingin memanfaatkannya sebaik mungkin," ujar manajer Arsenal, Arsene Wenger.

Di lain pihak, Chelsea ingin mengunci gelar juara sedini mungkin. Pasukan Jose Mourinho hanya membutuhkan tambahan enam angka untuk menjadi juara.

Selain itu, laga ini pun akan mempertemukan kesebelasan yang sedang berada dalam performa terbaik melawan kesebelasan paling tangguh sekaligus paling konsisten musim ini. Maka dengan sendirinya hal tersebut menjadi jaminan laga ini akan menjadi laga yang menarik.

Bahkan lebih dari itu, beruntunglah mereka yang menantikan pertandingan ini. Karena Arsenal melawan Chelsea kali ini lebih besar dari konflik kepentingan dua kesebelasan besar ibu kota negara tempat lahirnya sepakbola.

Performa Chelsea yang Konsisten

Setelah Arsenal mencatatkan kemenangan ketujuh secara beruntun, Arsene Wenger mengaku terkejut terhadap kemampuan para pemainnya. Kemenangan dari Reading di pertandingan semifinal Piala FA mengubahnya menjadi kepercayaan diri. Wenger merasa para pemainnya siap mengatasi tekanan.

"Kami pantas memenangi pertandingan [melawan Reading] – kami memiliki penguasaan bola sebesar 72% dan 23 tembakan ke gawang. Namun saya tak akan pernah lupa ketika [Pavel] Pogrebnyak berada dalam posisi bebas dengan sisa waktu lima atau enam menit dan ia memiliki peluang untuk mengubah skor menjadi 2-1!" ujar Wenger berkisah mengenai sulitnya meraih kemenangan di pertandingan penting. Apapun bisa terjadi. Lengah sedikit saja, siapapun bisa kalah.
Β 
Melawan Chelsea, Arsenal sangat mungkin kalah jika mereka lengah. Pertahanan Chelsea kuat dan serangan baliknya efektif. Menjamu Chelsea sama artinya dengan menghadapi kesebelasan paling tangguh dan paling konsisten di Premier League musim ini.

Chelsea pun bukan hanya peraih poin terbanyak di antara semua peserta Premier League musim ini. Mereka memang bukan yang paling produktif, namun Chelsea memiliki selisih gol yang lebih baik dari kesebelasan manapun. Chelsea juga paling sedikit kebobolan. Dan karenanya, mereka paling sedikit menderita kekalahan.

Soal konsistensi, tak perlu ditanya lagi. Chelsea hanya mengenal satu tempat saja: peringkat pertama. Kalaupun Chelsea sempat mengalami penurunan posisi, itu hanya sementara. Chelsea tergeser karena mereka memiliki jumlah pertandingan yang lebih sedikit saja.

Sejak bulan Februari, Chelsea tak pernah memenangi pertandingan dengan selisih gol lebih dari satu. Walau demikian, mencetak gol adalah sebuah kepastian. Sepanjang musim, hanya satu kali saja Chelsea tidak mencetak gol di Premier League; melawan Sunderland AFC di pekan ke-13. Bahkan dalam dua kekalahan Premier League mereka musim ini, Chelsea mencetak empat gol. Mencetak gol di Emirates Stadium, karenanya, tampak tidak sulit bagi Chelsea.

Meraih kemenangan toh, bagaimanapun, perkara berbeda. Perlu diingat oleh Chelsea, musim ini belum pernah ada kesebelasan yang pulang dari Emirates Stadium tanpa kebobolan. Ditambah lagi Arsenal, kata Wenger, sudah semakin dewasa.

"Bahkan ketika mereka [Reading] menyamakan kedudukan menjadi 1-1, saya tidak melihat adanya kepanikan. Kami hanya terus bermain, berpikir bahwa kami pada akhirnya akan menemukan jalan keluar dan kami berhasil menemukannya. Chelsea adalah ujian yang sangat besar bagi kami saat ini, namun kami siap menghadapinya."

Wenger melihat peluang untuk berada lebih dekat dengan Chelsea. Dan ia ingin memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Maklum, ia sendiri memiliki (Wenger memang tidak mengakuinya, namun kita semua tahulah) ambisi pribadi untuk mengantungi kemenangan pertama melawan Jose Mourinho. Sejak Mourinho menangani Chelsea, tak pernah Arsenal menang melawan mereka. Dari dua belas pertandingan, Arsenal tujuh kali menelan kekalahan.

Arsenal Harus Menyerang dari Sisi Kiri

Per Mertesacker, yang menderita cedera dalam pertandingan melawan Reading, masih diragukan dapat tampil kali ini. Begitu juga dengan penyerang andalan Chelsea, Diego Costa. Posisi Mertesacker akan digantikan oleh Gabriel sementara Didier Drogba tampaknya akan dimainkan sejak menit pertama.

Mengingat Loic Remy juga dipastikan absen, Jose Mourinho akan menyertakan nama Dominic Solanke dalam daftar pemain cadangan Chelsea. Mourinho bahkan sudah memberi instruksi khusus agar Solanke tidak disertakan dalam pertandingan terbaru kesebelasan muda Chelsea agar sang pemain berada dalam kondisi bugar jika ia benar-benar diperlukan dalam pertandingan melawan Arsenal.

Selain Costa dan Remy, pemain-pemain Chelsea yang lain dapat bermain. Arsenal sendiri hanya kehilangan Alex Oxlade-Chamberlain. Kapten Mikel Arteta sudah sembuh dari cedera namun belum dinyatakan cukup bugar untuk pertandingan sebesar Chelsea.

Melawan Drobga, Laurent Koscielny dan Gabriel tetap harus waspada. Usia Drogba yang tak lagi muda memang membuat Koscielny dan Gabriel tak perlu berhadapan dengan penyerang yang memiliki kecepatan. Namun pengalaman dan insting mencetak gol Drogba tentunya merupakan ancaman yang tak dapat diabaikan.

Lain hal, bukan dari sana saja Chelsea mengancam. Tiga dari empat pemain belakang yang nantinya kemungkinan besar akan turun bermain adalah para pencetak gol ulung. Gary Cahill, Branislav Ivanovic, dan John Terry tidak hanya tangguh mengawal lini pertahanan. Ketiga pemain ini juga lebih dari sekedar mampu mencetak gol dari situasi bola mati. Secara keseluruhan, ketiga pemain ini sudah mencetak lima belas gol.

Dari permainan terbuka, Chelsea menghadirkan ancaman dari umpan-umpan mematikan Francesc Fabregas serta kemampuan olah bola dan kebebasan bergerak Eden Hazard. Kualitas permainan Hazard musim ini membuat area pertahanan sebelah kanan Arsenal, yang diisi Hector Bellerin, terancam. Pemain-pemain lain seperti Francis Coquelin dan Aaron Ramsey harus memberi perlindungan kepada pemain muda asal Spanyol tersebut.
Β 
Menyerang lewat kanan bukan pilihan bagi Arsenal, karena di sana pemain paling berbahaya Chelsea berada; jika usaha mereka di area tersebut gagal, Hazard sudah siap meneror area yang rapuh. Arsenal pun harus berpikir dua kali jika menyerang lewat tengah, karena Chelsea tangguh di area tersebut. Terutama jika Fabregas bermain sebagai gelandang serang.

Di awal musim, Mourinho lebih menjadikan Fabregas sebagai pasangan Nemanja Matic; Oscar memainkan peran gelandang serang. Belakangan, Mourinho lebih sering menduetkan Matic dengan gelandang bertahan lain, Ramires, atau Kurt Zouma yang posisi aslinya adalah bek tengah. Fabregas didorong lebih ke depan, sebagai gelandang serang. Memiliki dua gelandang petarung dan seorang gelandang kreatif yang memiliki kemampuan bertahan cukup baik membuat lini tengah Chelsea sulit ditembus.

Menyerang lewat kiri, karenanya, menjadi pilihan yang paling masuk akal. Terlebih lagi, di sanalah pemain paling kreatif milik Arsenal, Mesut Oezil, beroperasi. Selama Oscar bermain sebagai penyerang sayap kanan, Arsenal akan baik-baik saja. Namun jika Mourinho memilih untuk memainkan Willian, yang lebih disiplin dalam bertahan, Arsenal memiliki kesulitan tambahan selain Ivanovic.

Mau tidak mau, Arsene Wenger harus menyesuaikan taktik kesebelasannya untuk meraih kemenangan di pertandingan ini. Begitu pula dengan Alexis Sanchez. Ia harus mengubah gaya bermainnya. Menjemput bola jauh ke lini tengah hanya akan mempersulit dirinya. Melawan Terry dan Cahill di sepertiga akhir jauh lebih bijak ketimbang bertarung melawan Matic dan Ramires atau (terutama) Zouma. Oezil, Santi Cazorla, dan Ramsey, karenanya, harus mengeluarkan kreativitas terbaik mereka.

====

*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.

(roz/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads