Renggangnya Jarak Antarlini Buat Barcelona Mendominasi

Liga Spanyol: Espanyol 0-2 Barcelona

Renggangnya Jarak Antarlini Buat Barcelona Mendominasi

- Sepakbola
Minggu, 26 Apr 2015 16:55 WIB
Renggangnya Jarak Antarlini Buat Barcelona Mendominasi
Getty Images/David Ramos
Jakarta - Asa Barcelona untuk merengkuh gelar Liga Spanyol pada musim ini kian terbuka. Blaugrana mengandaskan Espanyol 2-0 dalam lanjutan pekan ke-33 La Liga. Dengan hasil ini, Barca memperlebar jarak menjadi lima poin dengan Real Madrid yang baru bermain Senin (26/4) dinihari WIB.

Gol Barcelona dicetak oleh Neymar pada menit ke-17 serta Lionel Messi pada menit ke-25. Pertandingan tersebut diwarnai kartu merah untuk masing-masing kesebelasan. Jordi Alba diusir wasit pada menit ke-54 karena dianggap menghina, sedangkan Hector Moreno keluar karena alasan yang sama.

Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Power8 tersebut, Barcelona mendominasi jalannya pertandingan. Pada babak pertama, tidak sekalipun Espanyol mengancam gawang Barcelona yang dikawal Claudio Bravo. Ada celah antar lini dan antar pemain, membuat Barcelona leluasa mengirimkan bola-bola terobosan ke lini serang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua gol yang dicetak Blaugrana tidak lepas dari skema ini. Bola dilepaskan ke sisi, lalu dikirimkan ke area tengah kotak penalti. Barcelona sebenarnya memiliki banyak peluang dari skema yang sama. Beruntung kiper Espanyol, Kiko Casilla, bermain apik dengan mementahkan tiga peluang emas Barcelona.

Kekalahan tersebut memperburuk rekor pertemuan Espanyol dengan Barcelona. Dari 11 pertemuan terakhir di La Liga, Espanyol tidak pernah menang dengan catatan enam kali kalah secara beruntun.Hasil ini juga menodai catatan apik Espanyol dalam lima pertandingan terakhir mereka di La Liga. Espanyol tidak terkalahkan dengan mengumpulkan sembilan poin hasil dua kali menang dan tiga kali imbang.

Ditahan Pressing Barca

Espanyol begitu kesulitan memasuki area pertahanan Barcelona. Pada babak pertama, Espanyol hanya melepaskan satu tendangan ke gawang Bravo, itu pun tidak tepat mengarah ke sasaran.

Aliran bola Espanyol dari selalu mandek di lini tengah baik karena salah umpan, maupun dipotong oleh pemain Barca. Saat kehilangan bola, Barca menerapkan pressing ketat yang membuat pemain Espanyol tidak leluasa memegang bola.





[Atas: umpan Espanyol pada babak pertama; Bawah: umpan Espanyol pada babak kedua]

Selain itu, Espanyol pun lebih memilih untuk bermain bertahan sembari menunggu momentum untuk melakukan serangan balik.Saat Barcelona tengah memegang bola, para pemain Espanyol lebih banyak menunggu di area mereka, ketimbang melakukan pressing seperti yang dilakukan Barcelona ketika kehilangan bola.

Memaksimalkan Celah Antarpemain Espanyol





[1: Area tengah Espanyol kosong; 2: Neymar tidak terjaga karena perhatian Arbilla dan Vazquez teralih]

Pelatih Espanyol, Sergio Gonzalez, menerapkan formasi 4-4-2. Sekilas formasi ini terlihat tidak begitu mengesankan untuk digunakan menghadapi kesebelasan dengan gaya bermain seperti Barcelona. Kelemahannya adalah celah di lini tengah, terutama jika empat gelandang tersebut bermain terlalu melebar. Dengan asumsi Lionel Messi akan memperkuat lini tengah, sulit bagi Espanyol untuk memenangkan pertarungan di lini tengah.

Dalam pertandingan semalam, skenario terburuk muncul bukan karena mereka kalah di lini tengah, tapi karena jarak yang terlalu lebar antar lini dan antar pemain.

Saat membangun serangan, Barcelona umumnya bermain rapat dengan dua sampai tiga pemain berada di kedua sisi untuk menerima umpan panjang dari tengah. Saat menyerang pun, Barcelona tidak menumpuk pemain di depan, tapi di lini kedua.

Suarez sendiri seringkali berperan sebagai pemantul bola bagi gelandang Barcelona untuk menuntaskan peluang. Ini yang membuat kehadiran empat bek sejajar Espanyol yang dihuni Anaitz Arbilla, Alvaro Gonzalez, Hector Moreno, dan Ruben Duarte seolah tak berarti.





[keterangan: dari grafis di atas terlihat Vazquez yang tidak ada di posisinya karena bergerak dan tertarik ke area tengah depan kotak penalti. Padahal, ada Jordi Alba yang tidak terkawal. Dua bek tengah Espanyol pun menunggu di tengah, yang membuat Arbilla mesti mengawal Neymar, meski Alba juga mengancam (gambar 1). Saat umpan dilepaskan, perhatian bek Espanyol tertuju pada bola, sementara Suarez dari sisi kiri pertahanan Espanyol tidak terjaga dan berusaha menyundul bola (gambar 2)]

Saat Barcelona menyerang sisi Arbilla, Duarte tidak memiliki peran yang jelas karena tidak ada pemain yang harus ia jaga. Pasalnya, para gelandang Barcelona berkumpul di area tengah, sedangkan Dani Alves yang berposisi sebagai fullback kanan berdiri terlalu jauh dari kotak penalti. Ini yang membuat Arbilla maupun Duarte kerap bergeser dari posisi asalnya menuju area kotak penalti. Sialnya, dua gelandang sayap Espanyol yang dihuni Victor Alvarez dan Lucas Vazquez tidak menutup ruang yang ditinggalkan dua fullback Espanyol tersebut.





[Jarak antar lini dan antar pemain yang renggang, membuat Neymar kembali memiliki peluang]

Mengeksploitasi Kedua Sisi





[Atas: Umpan sepertiga akhir Barcelona babak pertama; Bawah: umpan sepertiga akhir Barceola babak kedua]

Cara menyerang Barcelona adalah memainkan bola dari sisi kanan, dilanjutkan dengan umpan panjang ke sisi kiri. Sisi tersebut merupakan area operasi Neymar yang dibantu secara konstan oleh Jordi Alba.

Alba memegang peranan penting karena ia selalu memberikan dukungan ke lini serang. Ini yang membuat Neymar memiliki banyak opsi saat melakukan serangan dari sisi tersebut. Ia bisa mengumpan bola pada Alba, ataupun menggiringnya sendirian mendekati kotak penalti.





[Proses gol pertama Barcelona]

Gol pertama Barcelona merupakanhasil dari skema ini. Bola dari tengah, dikirimkan Messi ke sisi kanan pertahanan Espanyol yang tidak ditutup oleh Arbilla. Bola tersebut diterima Alba yang mengirimkan bola mendatar ke depan gawang.

Suarez yang menjadi target, melepaskan bola tersebut untuk disontek oleh Neymar yang berada tepat di belakangnya. Dari sini bisa terlihat bagaimana buruknya konsentrasi lini pertahanan Espanyol.

Suarez dan Neymarberada di dalam kotak penalti dalam kondisi tidak terkawal. Pemain bertahan Espanyol lebih terfokus memerhatikan arah datangnya bola, ketimbang menjaga Suarez dan Neymar. Ini yang membuat mengapa formasi 4-4-2 yang diterapkan Sergio Gonzalez tidak efektif.

Gol kedua Barcelona pun bermula dari pemanfaatan celah antar pemain Espanyol. Pergerakan Suarez tidak terjaga yang membuat ia bisa memberikan umpan kepada Lionel Messi di sisi kiri. Sama seperti gol pertama, pergerakan Messi dan Neymar di sisi kiri sama sekali tidak dikawal oleh bek Espanyol.

Serangan Espanyol Setelah Kartu Merah Alba





[Atas: tekel Espanyol; Bawah: Tekel Barcelona]

Berdasarkan StatsZone, Barcelona lebih efektif dalam melakukan tekel. Sepanjang pertandingan, Barcelona melakukan 30 tekel dengan 26 yang berhasil, sementara Espanyol dari 35 tekel, hanya 17 yang berhasil.

Sepanjang babak pertama, Espanyol begitu kesulitan untuk melakukan serangan. Skema serangan balik yang sudah direncanakan tidak berjalan mulus. Pasalnya, tekel yang mereka lakukan lebih banyak berbuah pelanggaran ketimbang mencuri bola dari kaki pemain Barcelona. Namun, hal berbeda terjadi setelah Alba diusir wasit.

Usai Alba diusir keluar, Espanyol berusaha mendapatkan keuntungan dari jumlah pemain. Sepanjang 37 menit, mereka melepaskan enam tendangan, yang dua di antaranya mencapai sasaran. Ini tentu berbanding jauh dengan apa yang mereka lakukan sepanjang 53 menit, karena hanya menghasilkan satu tendangan saja.

Enrique menarik Rafinha karena permainannya yang tidak berkembang dengan Jeremy Matthieu yang menempati pos yang ditinggalkan Alba. Pergantian ini membuat adanya ruang di lini tengah Barcelona. Menarik Rafinha berarti mengurangi jumlah gelandang Barcelona menjadi dua pemain saja. Ini berhasil dimanfaatkan Espanyol yang mulai berani melakukan serangan.Dua pemain sayap Espanyol Alvarez dan Vazquez lebih berani menekan saat bola diarahkan ke kedua sisi. Keduanya pun aktif bergerak kala Espanyol membangun serangan.

Pergerakan Caicedo dan Garcia pun seringkali membahayakan gawang Barca. Beruntung karena tidak ada satupun peluang Espanyol yang tidak berbuah menjadi gol.

Kesimpulan

Espanyol terlalu lambat membenahi ruang yang terlalu lebar antar lini dan antar pemain. Mereka baru mendapatkan momentum saat Alba diusir wasit. Momen tersebut dimanfaatkan Espanyol untuk memperkuat lini pertahanan. Pada babak kedua, hampir tidak terlihat peran Suarez yang begitu merepotkan pertahanan Espanyol pada babak pertama.

Barcelona pun kian sulit menembus pertahanan Espanyol pada babak kedua. Padahal, jika menilik permainan mereka pada babak pertama, setidaknya Messi dan kolega bisa menambah dua gol lagi.

Sayangnya kemenangan tersebut mesti dibayar mahal dengan dikartumerahkannya Alba. Padahal, kombinasi Alba-Neymar di sisi kiri menjadi salah satu kekuatan serangan Barcelona pada musim ini.

Selain itu, pilihan Enrique yang menurunkan Rafinha nyatanya tidak berdampak besar terhadap permainan Barcelona.Pun dengan Mathieu yang bermain tidak seagresif Alba saat menyerang.

Enrique perlu memikirkan variasi serangan lain, karena ada kalanya Suarez kesulitan untuk mendapatkan suplai bola. Konsistensi menjadi hal yang penting dalam lima pertandingan terakhir Barcelona di La Liga. Terpeleset sedikit saja, membuat peluang mereka disalip Real Madrid kian besar.

====

*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.



(roz/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads