Tuan rumah VfL Wolfsburg berhasil mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor tipis 2-1 di pekan ke-33 Liga Jerman, Sabtu (15/5/2015).
Wolfsburg mencetak kedua gol mereka di permulaan setiap babak; di detik ke-41 lewat Daniel Caliguri dan pada menit ke-49 lewat Naldo. Dortmund mencetak gol tunggal mereka pada menit ke-10. Pelanggaran yang dilakukan Diego Benaglio terhadap Kevin Kampl membuat Dortmund mendapatkan hadiah penalti, dan Pierre-Emerick Aubameyang mengeksekusinya dengan baik.
Dengan kemenangan ini Wolfsburg mempertahankan posisi mereka di peringkat kedua, dua angka lebih baik dari Borussia Monchengladbach yang berada di peringkat ketiga. Kemenangan ini juga memastikan Wolfsburg memperoleh satu tempat di fase grup Liga Champions musim depan. Sementara Dortmund harus terpaku di peringkat ketujuh klasemen sementara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susunan Pemain
Diego Benaglio, penjaga gawang utama Wolfsburg, masih dipercaya tampil sejak menit pertama. Terlihat bagaimana Wolfsburg berusaha memastikan tiket Liga Champions secepat mungkin sekaligus mengamankan peringkat kedua dari kejaran Moenchengladbach. Terdekat dengan Benaglio adalah duet bek tengah Naldo β satu dari dua bek tengah terbaik Bundesliga musim ini β dan Timm Klose; bek sayap kanan Sebastian Jung dan Ricardo Rodriguez melengkapi keduanya dalam barisan pertahanan berisi empat pemain.
Pemain pinjaman dari Atletico Madrid, Joshua Guilavogui, melindungi barisan pertahanan sekaligus memastikan aliran bola Wolfsburg tetap lancar bersama Maximilian Arnold. Ketika menyerang, keduanya mendapatkan bantuan dari raja assist Eropa: Kevin de Bruyne.
De Bruyne sendiri mendapatkan keleluasaan bergerak di area pertahanan lawan berkat kesepahaman yang ia miliki dengan ujung tombak, Bas Dost, dan kedua penyerang sayap; Daniel Caliguri dan eks pemain Dortmund Ivan Perisic.

Cedera yang menimpa Mats Hummels ketika pemanasan membuat Juergen Klopp mengubah susunan pemain yang sudah didaftarkan. Hummels, yang awalnya akan dimainkan bersama Sokratis Papastathopoulos, ditarik keluar dari susunan pemain utama. Jadilah Neven Subotic dan Papastathopoulos bermain di jantung pertahanan, tepat di hadapan penjaga gawang Mitchell Langerak. Posisi bek kanan dipercayakan kepada Erik Durm, sementara peran bek kiri dimainkan oleh Marcel Schmelzer.
Pemain senior, Sebastian Kehl, ditugasi menguasai lini tengah bersama Ilkay Gundogan dan Shinji Kagawa. Tidak ada nama Marco Reus di daftar susunan pemain utama; peran penyerang sayap kanan dipercayakan kepada Henrikh Mkhitaryan dan peran penyerang sayap kiri diembankan kepada Kevin Kampl. Aubameyang menjadi penyerang tunggal.
Dortmund Lebih Agresif Namun Tidak Lebih Tajam
Statistik umum sedikit banyak menggambarkan sebuah pertandingan yang berimbang antara dua kesebelasan yang bermain dengan karakteristik nyaris sama. Tidak sepenuhnya tepat, namun juga tidak sepenuhnya salah.

Persentase penguasaan bola kedua tim tidak begitu berbeda. Selisih jumlah umpan tepat sasaran tidak terlalu mencolok. Jumlah sepak pojok pun cukup berimbang. Dortmund, bagaimanapun, lebih aktif menyerang. Jumlah umpan sepertiga akhir dan tembakan yang mereka lepaskan menggambarkannya. Namun pada akhirnya, Dortmund tetap kalah.
Penjelasan paling sederhana dari kekalahan Dortmund adalah karena mereka hanya mampu mencetak satu gol (itu pun lewat tendangan penalti), sementara Wolfsburg berhasil mencetak dua gol. Jumlah tendangan Dortmund yang lebih banyak ketimbang jumlah tendangan Wolfsburg bukan jaminan untuk lebih banyak gol karena dari 17 tembakan tersebut, hanya tiga yang mengarah tepat ke sasaran.

Enam dari 17 tembakan Dortmund melenceng dari gawang; salah satunya malah dari jarak dekat. Delapan tembakan lainnya tidak merepotkan Benaglio karena para pemain Wolfsburg berhasil membendungnya.
Maka tidak mengherankan jika Dortmund hanya mampu mencetak satu gol. Tidak mengherankan juga jika Wolfsburg berhasil mencetak dua gol. Dari 12 tembakan yang mereka lepaskan, 8 di antaranya tepat mengarah ke sasaran.
Kualitas Pertahanan = Kualitas Serangan
Wolfsburg sudah barang tentu tidak begitu saja memenangi pertandingan karena mereka memiliki jumlah tembakan tepat sasaran yang lebih banyak ketimbang Dortmund. Juga, bukan tanpa alasan Dortmund memiliki penyelesaian akhir yang buruk.
Kedua kesebelasan menunjukkan kesamaan ketika menguasai bola. Wolfsburg (87,53%) dan Dortmund (92%) sama-sama memiliki persentase umpan pendek yang lebih besar ketimbang umpan panjang. Wolfsburg (57,68%) dan Dortmund (52,6%) juga sama-sama memiliki persentase umpan mengarah ke depan yang lebih besar dari persentase umpan mengarah ke samping dan umpan mengarah ke belakang atau gabungan dari keduanya. Pemanfaatan bola dan arah distribusinya sama. Yang membedakan keduanya adalah pendekatan tanpa bola.
Sementara Wolfsburg menerapkan pertahanan zonal marking di daerah permainan sendiri, Dortmund bermain terbuka dengan taktik Gegenpressing mereka. Tidak ada yang salah dengan Gegenpressing. Hanya saja, kualitasnya agak kurang baik di pertandingan ini sehingga para pemain Wolfsburg memiliki cukup banyak keleluasaan dan ruang kosong untuk dimanfaatkan.

Tepat separuh dari semua usaha Dortmund untuk merebut bola berakhir dengan kegagalan. Catatan buruk tersebut diperkuat oleh jumlah pelanggaran yang mencapai dua digit; 11, tepatnya. 13 potongan juga bukan catatan yang cukup baik untuk Dortmund. Maka tidak mengherankan jika Wolfsburg pada akhirnya memiliki persentase umpan mengarah ke depan yang mencapai nyaris 60%; Dortmund memang memberi kemudahan kepada Wolfsburg lewat buruknya kualitas pertahanan mereka.

Pertahanan Dortmund yang begitu terbuka membuat Wolfsburg memiliki banyak peluang. Wolfsburg leluasa melepas banyak umpan terobosan dan dengan cara itu sendiri saja mereka berhasil menciptakan 4 peluang. Pertahanan Dortmund yang buruk juga tidak hanya membuat Wolfsburg leluasa melepas umpan terobosan, namun juga umpan silang. Ketika menerima umpan silang mendatar De Bruyne di detik ke-41, Caliguri hanya perlu membelokkan arah bola ke gawang; itu saja, karena ia berhadapan satu lawan satu dengan Mitchell Lanngerak, tanpa kawalan dan gangguan dari Subotic dan Papastathopoulos.

Dortmund sendiri memiliki jumlah peluang yang sama banyak dengan Wolfsburg. Namun ada perbedaan nyata di antara keduanya. Peluang-peluang Dortmund didominasi oleh umpan-umpan mengarah ke samping dan ke belakang.
Pertahanan Wolfsburg yang lebih rapat (dari pertahanan Dortmund) membuat para pemain Dortmund kesulitan menempatkan para pemain mereka di posisi yang cukup baik. Sementara para pemain Wolfsburg memiliki peluang untuk menguji Langerak, para pemain Dortmund masih harus berhadapan dengan dan mengatasi tekanan dari para outfield players Wolfsburg sebelum menaklukkan Benaglio.
Karenanya terjawab sudah mengapa Wolfsburg, walau jumlah tembakan keseluruhannya lebih sedikit dari Dortmund, tetap memiliki jumlah tembakan tepat sasaran yang lebih banyak. Sedangkan Dortmund, walau memiliki jumlah tembakan keseluruhan yang lebih banyak, hanya mampu menorehkan tiga tembakan tepat sasaran.
Kesimpulan
Pertandingan semalam dapat disimpulkan dalam dua kalimat: (1) Wolfsburg bermain direct karena Dortmund bermain terbuka. (2) Dortmund bermain bertele-tele karena Wolfsburg bermain rapat.
Pada akhirnya, kualitas pertahanan yang baik terbukti penting untuk kualitas serangan yang sama baiknya. Dan Wolfsburg sepenuhnya pantas menang karena mereka mampu menciptakan kualitas serangan yang baik dari pertahanan yang baik.
====
* Mengkhususkan pada analisis sepakbola, baik Indonesia maupun dunia, meliputi analisis pertandingan, taktik dan strategi, statistik dan liga. Keragaman latar belakang dan disiplin ilmu para analis memungkinkan PFI untuk juga mengamati aspek kultur, sosial, ekonomi dan politik dari sepakbola. Twitter: @panditfootball Facebook: panditfootball Website: www.panditfootball.com. (a2s/krs)











































