sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 26 Jan 2014 10:38 WIB

Membidik Pemain yang Dibutuhkan MU di Bursa Transfer Januari

- detikSport
John Peters/Man Utd via Getty Images John Peters/Man Utd via Getty Images
Jakarta - Setengah tahun sudah berlalu sejak Manchester United memenangi Premier League dengan keunggulan 11 poin dari Manchester City. Setengah tahun yang sungguh terasa lama bagi fans United.

Jika melihat ke masa sekarang, kita semua sudah tahu pasti apa yang akan kita dapatkan dari Manchester United pada musim ini: terseok-seok di Premier League dan terancam (baca: sudah pasti) gagal mempertahankan gelar juara, tersingkir dari Piala FA. Yang paling mutakhir adalah tersingkir dari Piala Liga. Ditambah lagi bom waktu untuk angkat kaki dari Liga Champions juga seolah tinggal menyisakan beberapa waktu lagi.

Namun, jika melihat kembali ke masa lalu, tim ini adalah tim yang sama dengan tim yang bisa meraih gelar juara tersebut. Jadi, apa yang salah?

Sir Alex Ferguson memang mewariskan tim juara Premier League kepada suksesornya, David Moyes. Tapi tidak salah jika kita berandai-andai, sebenarnya ada yang kurang dari skuat sang juara bertahan ini.

Padahal, di awal musim David Moyes praktis tidak melakukan penambahan drastis skuat yang ada musim lalu. Hanya Guillermo Varela dan Marouane Fellaini yang masuk, ditambah yang sedang marak-maraknya, yaitu pesona talenta Adnan Januzaj yang dipromosikan ke tim inti United musim ini.

Bolong di Tengah

Mari kita lihat skuat United yang ada sekarang ini. Dengan label "tim juara" tentu kita akan berpikir bahwa tim ini adalah tim yang sudah lengkap. Tapi, jika melihat kebutuhan tim secara umum, skuat United yang sekarang memang belum lengkap, terutama di lapangan tengah.

United sudah memiliki penjaga gawang yang sudah baik. Demikian pula dengan bek tengah yang dominan untuk komando. Bek tengah yang cepat memang belum ada, tapi ini bukan kebutuhan yang krusial. Bek sayap pada kedua sisi sendiri sudah baik. Mungkin, di sisi kiri saja yang perlu sedikit disorot karena ada gosip akan hengkangnya Evra.

Sementara itu, lapangan tengah banyak terkena sorotan, terutama untuk gelandang tengah. Musim ini United terlihat seperti ompong di lapangan tengah: tidak bisa memenangkan bola, tidak bisa mempertahankan bola, tidak ada kreativitas, dan tidak bisa menciptakan peluang.

Dari semua gelandang yang dimiliki United, mungkin Michael Carrick menjadi pemain yang bermain paling baik musim ini. Secara umum ia bisa mendistribusikan bola untuk tim. Sementara itu, Tom Cleverley yang digadang-gadangkan menjadi playmaker masa depan Inggris, masih terlihat kaku.

Lalu bagaimana dengan pemain-pemain lainnya? Sejauh ini Fellaini tidak terlihat fungsinya di lapangan, Anderson sudah dipinjamkan ke Fiorentina, Shinji Kagawa belum tereksplor kualitasnya, Ryan Giggs yang sudah uzur, dan mulai bermainnya Darren Fletcher bukan menjadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul.

United sendiri belum bisa memaksimalkan potensi kreativitas gelandang yang harusnya bisa diperankan oleh Kagawa sebagai pengatur tempo dan metronom tim. Fellaini yang dinilai sebagai gelandang perusak dan box to box pun musim ini kelihatan loyo.

Musim ini pemain tengah yang paling banyak diturunkan oleh Moyes adalah Cleverley, pemain yang belum pernah mencetak ataupun meng-assist lebih dari dua gol di Old Trafford. Terus terang, Moyes terus menurunkan Cleverley karena ia tidak memiliki pilihan lain.

Sementara lini depan United menjadi lini yang paling baik, bahkan jika dibandingkan dengan tim-tim papan atas Premier League lainnya.

Keinginan David Moyes

David Moyes sendiri bukan tanpa kemauan dalam menahkodai United. Ia memang diwariskan tim oleh Sir Alex, namun Moyes seperti tidak memiliki kontrol terhadap timnya. Ia seolah tidak memilih pemain-pemain yang diinginkannya. Benarkah demikian?

Awal musim ini, Moyes sebenarnya menginginkan beberapa pemain. Jika melirik kembali ke jendela transfer musim panas lalu, kita bisa melihat tipe pemain-pemain yang diinginkan oleh Moyes.

Francesc Fabregas, Thiago Alcantara, sampai Ander Herrera. Melihat nama-nama tersebut, kita bisa menebak tipe pemain yang Moyes inginkan, yaitu seorang gelandang pengatur tempo, pendistribusi bola, dengan sedikit sentuhan kreativitas, dan kemampuan dalam menciptakan peluang.

Statistik berbicara, musim ini lini tengah United memang hanya berhasil menciptakan 6 gol dan 4 buah assist. Jumlah yang terlalu sedikit jika dibandingkan dengan tim-tim top flight lainnya. Padahal, lini tengah Manchester City berhasil menciptakan 25 gol dan 20 assist, Chelsea berhasil menciptakan 25 gol dan 16 assist, sementara Arsenal berhasil menciptakan 18 gol dan 19 assist.

Selain gelandang-gelandang nan kreatif itu, pada awal musim ini juga Moyes menginginkan Leighton Baines. Tapi, itu mungkin hanya langkah antisipatif andaikan Evra hengkang.



David Moyes dapat mengklaim bahwa pemain yang dia ingin datangkan tidak tersedia pada Bulan Januari ini. Tapi ia masih memiliki beberapa hari lagi untuk menemukan pemain yang tepat. Dengan tidak adanya penguasaan bola, kreativitas, dan penetrasi, lini tengah United seperti membuka lowongan pekerjaan.

Selain itu, kebutuhan "Setan Merah" untuk mendapatkan gelandang agresif dan energik, yang bisa menghentikan aliran permainan lawan, juga terlihat jelas. Fletcher dan Fellaini, pemain yang bertipe seperti itu, sayangnya belum dapat diandalkan.

Satu hal yang pasti, United membutuhkan pemain dengan label world class. Artinya, pemain yang siap pakai, tanpa harus menunggu waktu lama lagi untuk si pemain tersebut berkembang.

Mereka yang Bisa Direkrut United

Juan Manuel Mata

United baru saja telah berhasil mendatangkan Juan Mata dari Chelsea dengan harga £37 juta. Meski beberapa pihak menilai ini adalah pembelian panik, transfer Mata bisa diterima jika ini adalah langkah awal pembangunan ulang besar-besaran di United.

Mata adalah pemain kelas dunia, namun perannya di United akan menjadi sedikit absurd. Ia adalah seorang gelandang serang yang posisi terbaiknya adalah di belakang striker, posisi yang sama yang dimainkan oleh Wayne Rooney dan Shinji Kagawa. Namun, jika tidak bermain pada posisi terbaiknya pun, Mata juga bisa bermain di sayap.

Ander Herrera

Ander Herrera adalah salah satu incaran United pada awal musim ini. Herrera adalah seorang gelandang dengan tipe stylish operator. Posisi terbaiknya adalah di "posisi no. 8". Dengan kreativitas, daya tahan, dan energinya, Herrera bisa jadi adalah sebuah jawaban untuk gelandang United.

Yann M'Vila

Salah satu pemain yang dinilai berpotensi menjadi gelandang bertahan terbaik di dunia, Yann M'Vila adalah seorang penekel yang gahar, pengatur yang cerdas, dan seorang yang bisa mengoper dengan baik. Egonya yang rendah membuatnya menjadi team player yang ideal.

Ezequiel Garay

Ketika Vidic semakin menua, Garay adalah jelmaan Vidic masa lalu dengan bentuk yang berbeda: kuat, seorang taktisi yang bisa membaca permainan dengan baik, dan bek tengah dengan teknik yang baik. Bahkan, Garay juga bisa mencetak gol dengan menyundul dan menendang sama baiknya.

Mesti diakui, musim ini adalah musim yang buruk bagi para pendukung Setan Merah. Tapi bergabungnya Mata bisa jadi menjadi fenomena awal kebangkitan Manchester United ke depannya. Masih ada satu minggu lagi, mari tunggu pemain lain yang akan Moyes datangkan pada sisa jendela transfer Januari ini.


====

* Akun twitter penulis @dexglenniza dari @panditfootball



(a2s/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com