Nasib Inggris Bukan di Pundak Wayne Rooney

Nasib Inggris Bukan di Pundak Wayne Rooney

- Sepakbola
Rabu, 28 Mei 2014 13:06 WIB
Nasib Inggris Bukan di Pundak Wayne Rooney
REUTERS/Phil Noble
Jakarta -

Pelatih tim nasional (timnas) Inggris, Roy Hodgson, mungkin terpaksa memutar otak sejenak beberapa waktu lalu sebelum memutuskan 23 pemain, termasuk tujuh pemain standby, yang akan dibawa ke Piala Dunia 2014 Brasil.

Dari sejumlah isu, Hodgson telah membereskan yang pertama, yaitu bek kiri veteran Ashley Cole tidak disertakan ke Piala Dunia. Akibatnya, mantan pemain Chelsea ini ngambek dan memutuskan gantung sepatu dari timnas Inggris sembari sibuk mencari klub baru untuk musim depan.

Hodgson menegaskan pemilihan bek kiri merupakan keputusan terberat dari semua keputusan yang diambil akhir pekan lalu. Pelatih berusia 66 tahun ini akhirnya memilih Luke Shaw (Southampton) dan Leighton Baines (Everton).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi kondisi fisik Shaw dan Baines rentan cedera. Bila Cole melihat ini, dia mungkin akan berpikir dua kali sebelum memutuskan pensiun dari timnas Inggris dan justru sukarela menawarkan diri masuk daftar standby. Meskipun Shaw dan Baines pantas dibawa, saya pikir warga Inggris lebih rela melihat nama Cole di daftar tunggu ketimbang pemain muda John Flanagan (Liverpool).

Lalu apa lagi yang bisa diperdebatkan? Masih banyak sih.

Wayne Rooney dan Masalah Lini Depan Timnas Inggris

Kita melompat ke depan. Wayne Rooney tidak pernah bersinar selama tampil di dua edisi Piala Dunia. Delapan kali tampil di pesta sepakbola dunia tersebut, penyerang bertubuh gempal ini tak sekali pun mencetak gol. Itu sebabnya menyerahkan nasib Inggris ke pundaknya hanya tindakan berlebihan.

Hodgson secara implisit mengungkapkannya. "Tidak benar menaruh harapan satu negara pada pundak seorang pemain."

Jika melihat penampilannya di musim ini dan membandingkannya dengan para pemain lain yang dipilih Hodgson, Rooney mungkin akan kesulitan menembus starting XI. Bahkan pada Piala Dunia 2006 dan 2010, kondisi fisik Rooney selalu dipertanyakan, termasuk untuk Piala Dunia 2014.

Penyerang Manchester United berusia 28 tahun ini harus melakukan pemulihan cedera pangkal paha (groin) yang memaksanya absen di tiga pertandingan terakhir United musim ini. Setidaknya ia bisa melakukan pemulihan sampai partai pembuka Inggris pada 14 Juni.

Legenda United Sir Alex Ferguson dalam otobiografinya, menyebut Rooney sebagai pemain yang sulit mencapai level kebugaran (fitness) terbaiknya kembali dalam waktu cepat pasca cedera.Fergie menambahkan, Rooney selalu membutuhkan satu-dua minggu latihan yang baik agar kembali fit seperti semula.

19 golnya untuk MU dari 40 pertandingan yang telah dimainkan merupakan rekor yang baik. Namun jumlah gol tersebut tak sebanding dengan gaji 300 ribu pounds per pekan yang diterimanya dari MU.

Menilik berbagai data di atas, Hodgson mungkin perlu mempertimbangkan Rooney sebagai cadangan. Sebaliknya, sang pelatih patut memberi kesempatan kepada pemain lain yang lebih menjamin. Misalnya, Raheem Sterling, Daniel Sturridge, dan Adam Lallana. Ketiganya punya kecepatan dan skill yang berguna untuk strategi serangan balik.



Hodgson juga akan membutuhkan pemain bertipikal cepat, tajam, dan efektik di attacking third saat bermain di Brasil yang bersuhu panas dan lembap khas kawasan tropis.

Sturridge telah mencetak 21 gol dalam 28 pertandingan Liga Primer Inggris untuk Liverpool. Pemain berusia 24 tahun ini menjadi penyerang Inggris paling konsisten di musim ini. Apalagi, Sterling juga juga tampil senada di klub yang sama. Satu hal yang perlu dipikirkan Hodgson adalah mencari pemain setipe Luis Suarez (Uruguay) yang bersama Sturridge telah menyumbang 52 gol bagi Liverpool musim ini.

Bolehlah kita anggap Lallana setipe Suarez. Kapten Southampton ini punya dua kaki yang "hidup", fleksibel pada taktik, dan baik dalam menguasai bola. Pemain berusia 26 tahun ini mungkin bisa menjadi kartu as bagi Inggris di kala menghadapi Uruguay kelak.

Tanda tanya besar justru muncul pada pemilihan Danny Welbeck untuk pos pemain depan. Penyerang MU ini mungkin hanya ekses dari pemilihan antara penyerang Rickie Lambert dan Andrew Carroll yang setipe. Namun Welbeck rasanya paling tidak pantas untuk bergabung dalam skuat Inggris saat ini.

Performanya bersama MU terbilang semenjana. Pemain 23 tahun ini hanya mencetak sembilan gol dalam 25 pertandingan musim ini. Dia pun sering out of position dan kerap gagal mempertahankan bola. Welbeck juga menjadi bahan kelakar publik sepanjang musim ini ketika lini depan United kehilangan Robin van Persie dan Rooney dirundung cedera. Publik Inggris tentu berharap dia tidak menunjukkan performa serupa musim ini di Brasil nanti.

Steven Gerrard akan Memimpin Lini Tengah

Jadi, kembali ke pembahasan sebelumnya, siapa yang perlu mengisi posisi Rooney? Bekas pemain Everton ini memang punya mental bengis dan tak kenal takut. Tapi soal itu, Alex Oxlade-Chamberlain juga punya. Bahkan pemain muda Arsenal ini mampu merepotkan pertahanan lawan sepanjang musim ini. Oxlade-Chamberlain merupakan pemain sempurna untuk menggantikan Rooney.

Sedangkan peran pemimpin lini tengah, kapten Liverpool Steven Gerrard tak perlu diragukan. Meski ia terpeleset saat menghadapi laga "penentuan" melawan Chelsea sehingga The Reds gagal juara, Gerrard telah membuktikan perannya sebagai deep-lying midfielder mumpuni sepanjang musim ini.

Ditambah lagi, pemain veteran 33 tahun ini pasti menyadari Piala Dunia 2014 adalah turnamen antarnegara terakhirnya. Kapten Inggris ini pasti akan memimpin rekan-rekannya sebaik mungkin. Bersama Oxlade-Chamberlain serta alternatif di antara Jordan Henderson, Jack Wilshere, Frank Lampard, dan James Milner, Gerrard akan melengkapi gelandang The Three Lions untuk menjadi lini tengah kelas dunia di Brasil nanti.



Opsi di Lini Belakang

Bila variasi pilihan lini tengah dan depan relatif banyak, sebaliknya di lini belakang. Dalam satu dekade terakhir, Inggris hanya mengandalkan duet menara John Terry dan Rio Ferdinand, plus pelapis pada sosok yang telah pensiun; Sol Campbell, Ledley King, dan Jamie Carragher. Di Piala Dunia 2010, Michael Dawson dan Matthew Upson sempat masuk ke antrean posisi bek sentral ini.

Namun kini generasi sudah berubah. Untuk Piala Dunia 2014, Gary Cahill dan Phil Jagielka pantas menjadi duo bek sentral Inggris. Hanya mereka berdua yang berposisi sebagai bek murni di antara 23 pemain skuat Inggris. Namun masih ada Phil Jones maupun Chris Smalling sebagai "pilihan cerdas" Hodgson karena dua pemain United ini mampu bermain sama baik di posisi bek tengah maupun bek kanan.

Namun demikian, posisi inti bek kanan dapat dipastikan bakal diisi oleh Glen Johnson yang menjalani musim hebat kendati gagal juara bersama Liverpool. Kembali ke awal artikel ini, pilihan sulit akan terjadi dalam menentukan bek kiri utama di antara Shaw dan Baines.

Namun saya menilai Shaw sebaiknya menjadi pelapis dan disiapkan sebagai kejutan bila diturunkan dalam pertandingan. Produk asli Southampton ini memang menjanjikan. Tapi dia akan memiliki masa yang pas sering Cole pensiun dan Baines mulai menua.

Di Bawah Mistar

Kini, posisi penjaga gawang. Dari sejumlah nama kiper yang dipertimbangkan Hodgson, tentulah Joe Hart jaminan mutu. Sementara John Ruddy dan Ben Foster sering kerepotan menjaga gawang dari pekan ke pekan seperti kita lihat di layar kaca. Maklum, baik Norwich City (Ruddy) yang akhirnya terdegradasi maupun West Bromwich Albion (Foster) selalu dibombardir oleh para lawan. Sementara Fraser Forster menjadi satu-satunya pemain dari luar Liga Primer Inggris yang masuk skuat. Kiper setinggi 180 cm hasil binaan Tottenham Hotspur ini menjadi pilar andalan Glasgow Celtic di Liga Primer Skotlandia dan Liga Champions.

Pada akhirnya Hodgson memilih Hart, Forster, dan Foster untuk masuk skuat 23 pemain dan menempatkan Ruddy ke daftar standby. Hart sudah pasti akan menjadi pilihan utama di bawah mistar. Namun, masih menjadi tanda tanya apakah kiper Manchester City ini dan dua tembok pelindung di depannya akan mampu membendung gelombang serangan dari trisula Uruguay; Suarez - Edison Cavani - Diego Forlan; di kelompok neraka Grup D yang juga berisi empat kali juara dunia Italia dan Kosta Rika.


====

* Akun twitter penulis:Β @dexglenniza dari @panditfootball

(a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads