Ini bukan akhir musim yang baik untuk Chelsea. Tangisan Ashley Cole saat 'lap of appreciation' di akhir laga pamungkasnya bersama The Blues di Stamford Bridge memancing rasa heran sekaligus sedih (bagi sebagian orang).
Sebagai bek kiri, eks pemain Arsenal ini paling sering membela tim nasional Inggris dengan 107 caps. Tapi dia juga sadar masanya di London barat mendekati akhir.
Nasib malang di masa senja makin lengkap ketika pelatih Inggris Roy Hodgson tidak menyertakannya ke dalam skuat untuk Piala Dunia Brasil 2014. Pemain berusia 33 tahun ini pun 'terpaksa' menutup karirnya di timnas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi wacana yang beredar mengatakan, keduanya akan beralih profesi ke dalam backroom staf Chelsea. Lampard juga tidak terlalu sedih karena akan bermain di Piala Dunia edisi terakhirnya bersama gelandang veteran lain dari Liverpool, Steven Gerrard.
Dua ikon Chelsea dalam satu dekade terakhir tersebut tak akan mendapat kontrak baru. Selesai sudah loyalitas mereka kepada 'Si Biru' ketika klub tak lagi membutuhkan tenaga mereka di atas lapangan.
Apakah ini saat tepat bagi mereka mencari klub lebih kecil agar bisa bermain reguler dan menjadi jagoan? Atau mencoba peruntungan di usia senja dengan pindah ke luar Inggris? Misalnya dengan bermain di MLS seperti halnya sejumlah pemain veteran dari Eropa dalam satu dekade terakhir.
Tapi bukan hanya pemain berkepala tiga seperti mereka yang gundah akibat memudarnya performa dan posisi first team di tim elite. Pemain belakang Bacary Sagna (31) kelihatannya sadar untuk meninggalkan Arsenal di musim panas ini. Beruntung, pemain asal Prancis ini bisa 'buka puasa' bersama Arsenal dengan menjuarai Piala FA.
Itulah kisah para pemain tua. Tapi menilik usia mereka, setidaknya mereka pantas menjalani satu musim lagi untuk pensiun lebih terhormat. Namun transfer market dan Bosman rule bagaikan monster busuk yang menakuti mereka.
Premier League Sebagai Panggung Anak Muda
Di musim lalu, hanya ada tiga tim Premier League yang menghiasi barisan pertahanan dengan bek sayap berusia lebih dari 30 tahun. Mereka adalah Fulham (Sascha Riether), West Ham (Razvan Rat), dan Sunderland (Andrea Dossena).
Mereka semua punya cerita beragam. Tapi secara umum seperti ini: klub dengan cara bermain konservatif, dan isi dompet yang tipis, memilih full back yang diam saja di belakang tanpa harus sibuk naik dan turun seperti ciri dalam permainan modern.
Pola itu menjadi konsisten. Guy Demel, John Arne Riise, Angel Rangel, dan Maynor Figueroa (belum lama ini selalu dijadikan bek tengah) merupakan para veteran reguler. Sedangkan Branislav Ivanovic, yang sudah memasuki usia kepala tiga, bisa ditunggu; apakah reguler atau apakah tetap di Chelsea atau tidak.

Namun sebaliknya dengan tim papan atas. Mereka sudah berniat menyegarkan para pemain sayapnya agar cepat bergerak antara naik dan turun.
Manchester United melirik Luke Shaw, Liverpool mulai rutin memainkan Jon Flanagan, Arsenal mengandalkan Carl Jenkinson dan Nacho Monreal, Spurs merotasi Danny Rose dan Kyle Walker, serta City memakai Gael Clichy. Prinsipnya sama. Mereka semua butuh pemain cepat.
Sudah Tua, Gaji pun Mahal
Cole hanya punya dua pilihan klub bila ingin bertahan di level teratas, termasuk bermain di Liga Champions. Kabar yang santer menyebut Liverpool atau Real Madrid.
Sementara Tottenham Hotspur baru muncul ke permukaan sebagai peminat. Atau bila perlu mengemis dengan menyembah agar Chelsea mau memberi kontrak baru setahun lagi.
Tapi adakah klub yang rela mengontrak pemain tua dengan gaji mendekati 200 ribu poundsterling per pekan?
Bila para pemain tua ini sadar diri untuk meninggalkan top level, maka mereka harus memilih tim kecil β entah di Premier League atau Championship. Berharap tampil reguler dan pensiun dengan badan pegal-pegal masih lebih baik ketimbang pensiun dengan pantat panas karena sering duduk di bangku cadangan.
Pilihan menggiurkan mungkin menyeberang ke MLS. Namun lagi-lagi, apakah klub di sana rela menjadikan bek sayap sebagai marquee player? Mereka pasti lebih suka merekrut pemain berpengalaman lini tengah, bukan?
Old Crack and Unused FC
Rasanya inilah masa keputusan di akhir karir mereka. Para pemain uzur ini tidak seberuntung duo United Ryan Giggs dan Paul Scholes yang bisa bertahan di level tingkat tinggi sampai pensiun. Para pemain tua yang telah disebutkan tadi hanya sebagian.
Patrice Evra yang belum lama ini berulang tahun ke-33, sudah mendapatkan kepastian kontrak baru dari United. Dia pemain bagus dan pernah menyandang kapten tim βSetan Merahβ. Pemain veteran Prancis ini memiliki rata-rata 2,3 tekel dan 5,6 clearance per pertandingan -- angka yang lumayan untuk pemain tua.
Sagna, seperti yang sudah disebut di atas, bisa menjadi pemain bebas transfer paling diperebutkan. Dia andal bertahan maupun menyerang. Tapi karena standar gajinya yang tinggi maka faktor uang menjadi faktor terpenting. Tidak heran City dan PSG berada di posisi terdepan daftar antrean.

Selain Terry, di posisi bek tengah berpengalaman ada Rio Ferdinand, Danny Gabbidon, dan Joleon Lescott yang bisa mencuat sebagai perekrutan menarik musim panas ini.
Gabbidon, pemain dari Wales berusia 34 tahun, berperan penting bagi Crystal Palace sehingga terhindar dari degradasi dan justru melesat ke papan tengah.
Gabiddon bermain selama hampir 33 jam di atas lapangan sepanjang musim ini meski rata-rata penguasaan bola hanya 37%. Tapi sebagai pemain belakang, Gabbidon nyaris tidak pernah membuat kesalahan yang membuahkan gol.Sebuah catatan luar biasa bagi pemain di tim sekelas Palace yang kerap ditekan habis lawan.
Di lini tengah, Steve Sidwell (31) gagal mempertahankan Fulham di Premier League. Tapi bekas penggawa Chelsea ini berhasil mencetak tujuh gol sepanjang musim ini sambil membuat tekel dan intersepsi rata-rata 5,3 per pertandingan.
Masih tanda tanya apakah Sidwell akan tetap bersama Fulham untuk bermain reguler di Championship atau pergi dengan status bebas transfer musim panas ini.
Di sayap, Marc Albrighton juga habis kontrak bersama Aston Villa musim panas ini. Pemain 24 tahun yang tidak bergaji besar ini mampu membuat key pass setiap 28 menit di atas lapangan. Apabila tidak dipertahankan Villa, sejumlah klub dari berbagai level rela mengantre untuk merekrutnya.
Selain itu ada Chris Brunt (West Brom) yang mencetak lima assist sepanjang musim ini, terbanyak di antara semua pemain West Brom. Dalam empat musim belakangan, hanya catatan assist dari bola mati Steven Gerrard (15) dan Juan Mata (12) yang mengalahkan Brunt (11).
Namun kabarnya pemain 29 tahun dari Irlandia Utara ini tak akan mendapat perpanjangan kontrak dari West Brom.

Striker gratisan akan menjadi pemain paling dicari musim panas ini. Veteran Kamerun, Samuel Etoβo, akan menjadi pemain paling hot. Tapi dia tak cukup 'panas' untuk mendapat kontrak baru dari Chelsea kendati menyumbang 12 gol di musim ini.
Sedangkan Marouane Chamakh mendapat pencerahan di Selhurst Park setelah pindah dari Arsenal. Meski dia hanya mencetak lima gol dari 10 tembakan ke gawang musim ini, Chamakh justru berhasil menunjukkan kualitas duel udara dengan rata-rata lima per pertandingan.Manajer Palace, Tony Pullis, mungkin akan mempertahankannya.
Terakhir, posisi penjaga gawang yang biasa diisi para pemain tua nan makin matang. Jussi Jaaskelainen sudah berusia 39 tahun. Tapi pemain Finlandia ini bisa menjadi pembelian sempurna bagi tim papan tengah-bawah Premier League atau menjadi kiper pelapis di tim papan atas.
Kesuksesan save-nya bersama West Ham United musim ini mencapai 71% sehingga menempati posisi kedelapan dari 26 kiper Premier League yang sedikitnya telah bermain 10 kali sepanjang musim ini.
Sementara, Julian Speroni juga telah bermain sepanjang musim bersama Palace. Tapi kiper berusia 35 tahun ini pasti kecewa karena tak dipanggil Argentina untuk Piala Dunia 2014. Namun, pemain yang wajahnya kerap disamakan dengan paras bintang Star Trek, Wil Wheaton, ini kemungkinan akan mendapat kontrak baru dari Hammers.
(cas/cas)











































