Februari lalu Jose Mourinho sempat kesal pada FA karena dianggap pilih kasih soal jadwal Liga Inggris, lantaran jadwal laga Manchester City lebih lambat satu pekan ketimbang tim lain di Big Four.
Mourinho menyebut City diuntungkan karena bisa menunggu hasil tim lain sembari menyusun strategi sebelum mereka bertanding. Saat itu Chelsea bersama Arsenal dan Liverpool sedang sengit-sengitnya saling menyalip di pucuk klasemen.
FA beralasan, faktor cuaca menjadi penyebab mundurnya pertandingan City kontra Sunderland pada awal tahun ini. Laga tersebut mestinya digelar 12 Februari namun jadi mundur ke tanggal 16 April. Pertandingan tersebut tidak mungkin digelar sesuai jadwal karena badai yang melanda kota Manchester, dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi keselamatan pemain dan suporter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini yang tidak diketahui oleh penggemar. Setiap Juni, FA selalu merilis jadwal Premier League untuk musim berikutnya. Penggemar pun tinggal mengunduh jadwal tim idola mereka, lalu memasangnya sebagai wallpaper di komputer. Sekilas, jadwal tersebut tak lebih dari sekadar susunan nama tim yang diacak, mulai dari pekan pertama hingga pekan ke-38. Tapi, tahukah Anda, bahwa ada proses yang rumit di balik penyusunannya?
Diundi Lewat Komputer
Kecanggihan teknologi sering kali memudahkan aktivitas manusia. Itu pula yang dirasakan FA. Sejak musim kompetisi 1993/1994, penyusunan jadwal liga diatur oleh komputer.
Terdengar mudah? Ya, terlebih saat ini sudah bisa ditentukan poin apa saja yang mesti dihindarkan dan dimasukkan. Misalnya, tidak ada tim yang menggelar pertandingan kandang dan tandang lebih dari dua kali secara berturut-turut.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Satu minggu? Satu hari? Ah, satu jam pun tidak.
Ini merupakan proses pertama dalam penyusunan jadwal liga. Pengundian seperti ini memang hal yang paling efektif. Akan sangat melelahkan tentunya menyusun sepuluh pertandingan, untuk 38 pekan.
Jika Anda masih menganggapnya sebagai hal yang mudah, ya memang ini mudah. Tapi simak penuturan staf penyusun jadwal Football League, Paul Snellgrove, berikut ini:
"Saya merasa orang-orang tidak menyadari bagaimana rumitnya proses penyusunan jadwal Liga Inggris," kata Snellgrove pada The Guardian setahun silam. "Mereka pikir, penyusunan jadwal tersebut seperti menaruh nama klub ke dalam topi lalu mengundinya. Karena sulit untuk dijelaskan, maka akan sulit pula untuk mendapat perhatian orang-orang."
Saking rumitnya, Snellgrove menganggap orang-orang menjadi tidak peduli tentang apa yang ada di balik penyusunan jadwal. Bentuk ketidakperdulian tersebut adalah memprotes jadwal yang dianggap tidak menguntungkan. Padahal, sebelum dirilis ke publik, jadwal tersebut sudah melalui persetujuan klub yang bersangkutan, serta pihak keamanan di kota tersebut. Maka, jadwal yang dikeluarkan FA adalah jadwal yang mesti diterima secara absolut. Karena secara de fakto dan de jure, semua klub EPL dan Divisi Championship telah mengakuinya.
Menyesuaikan Secara Manual
Kerumitan yang sebenarnya dimulai setelah proses pertama dilewati. Tim penyusun jadwal mesti menyesuaikan jadwal tersebut secara manual. Ini dikarenakan komputer masih belum bisa berpikir secara manusiawi. Misalnya, menghitung jarak pertandingan tandang antarklub.
Dalam penyusunan jadwal, FA tergolong pengertian. Klub dari utara Inggris dipertimbangkan untuk tidak menjalani laga kandang ke selatan dua kali berturut-turut. Ini akan memengaruhi jumlah suporter yang away. Mereka mesti mengeluarkan uang lebih untuk transportasi selama dua pekan tersebut.

Penyusunan jadwal sendiri, baru bisa dilakukan setelah babak final playoff Divisi Championship digelar. Ini untuk memastikan tim mana yang nantinya menghuni kasta tertinggi Liga Inggris tersebut. Setelah itu, jadwal biasanya baru benar-benar selesai setelah lima hari pengerjaan.
Langkah pertama, tentu saja menentukan tim mana yang bermain kandang dan tandang. Diharapkan, dari 19 pertandingan setiap setengah musim, semua klub menggelar pertandingan kandang dan tandang dengan selisih yang tidak terlalu mencolok. Misalnya, Manchester United menggelar 10 pertandingan di Old Trafford secara berturut-turut, sedangkan sisanya bermain tandang. Itu kelewat mencolok dan kita tak pernah menyaksikan jadwal yang demikian.
Jika telah ditetapkan, maka formula tersebut segera diterapkan dalam bentuk tanggal dan bulan. Dari sini, bentuk dari jadwal sudah mulai terlihat. Tapi, penerapan tanggal ini mesti menyesuaikan dengan jadwal pertandingan internasional yang dikeluarkan FIFA dan UEFA. Ini yang membuat formula dari setiap jadwal tidak sama setiap tahunnya. Formula tersebut selalu berubah empat tahun sekali, mengikuti jadwal yang dikeluarkan FIFA.
Jika sudah sepakat dan sejalan dengan kalender FIFA, penyesuaian pun mulai dilakukan. EPL tidak libur saat Natal dan Tahun Baru. Ini dikenal dengan "Boxing Day". Tim yang bermain tandang pada tanggal 26 Desember, mesti menggelar pertandingan kandang pada malam tahun baru. Begitu pula sebaliknya.
Selain itu, semua tim diharapkan menggelar jadwal yang seimbang antara kandang dan tandang pada Bank Holiday. Ini merupakan istilah untuk hari libur nasional di Inggris. Jumlah penonton pada Bank Holiday, biasanya lebih membludak ketimbang pertandingan akhir pekan biasa.
Revisi 40 Kali
Draft yang telah disusun akan segera diedarkan pada klub. Ini merupakan kewenangan mutlak yang dimiliki oleh klub. Mereka berhak menggugat jadwal yang dianggap tidak menguntungkan bagi mereka.
Sebagai tim profesional, salah satu pendapatan mereka adalah penjualan tiket. Pertandingan yang digelar hari Minggu akan lebih diminati ketimbang pertandingan pada Jumat petang. Ini yang menjadi dasar awal pertimbangan. Klub akan membuat banyak catatan pada jadwal tersebut untuk disesuaikan.
Langkah selanjutnya adalah melibatkan pemerintah kota dan aparat keamanan. Biasanya, aparat keamanan tidak akan menyetujui jadwal pertandingan yang berbarengan dengan event yang mengundang massa di kota tersebut. Misalnya, jika ada karnaval pada Sabtu, maka pertandingan pun mesti digeser menjadi hari Minggu.
Langkah ini terbilang melelahkan karena jadwal bisa direvisi hingga 40 kali. Harus ada persetujuan dari tim lain terkait perubahan jadwal. Liverpool tidak bisa seenaknya mengubah jadwal prakompetisi, klub lain memegang peranan penting, apakah setuju atau tidak dengan jadwal yang ditawarkan tersebut.
Penyusunan jadwal EPL memang lebih diutamakan karena melibatkan lebih banyak pihak, seperti lembaga penyiaran. Siaran televisi pun terkadang memengaruhi jadwal dan waktu bertanding.
Yang paling sering tentu jam bertanding. Banyak tim yang merasa dirugikan karena mesti bermain pukul 12 siang. Secara bisnis, hal ini menguntungkan karena bisa menyasar pasar Asia. Jika menyangkut waktu bertanding, sulit bagi klub untuk mengubahnya. Toh, penghasilan hak siar bagi mereka merupakan yang terbesar di dunia.
Bertemu di London
Ini yang paling menarik. Terdapat enam tim yang bermain di EPL dan berbasis di London. Mereka adalah Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspur, Queens Park Rangers, Crystal Palace, dan West Ham United. Sementara di Divisi Championship, terdapat empat klub yang bermain di sana.
Disadari atau tidak, FA tidak mungkin membuat jadwal dengan seluruh klub London tersebut menggelar pertandingan kandang dalam sekali waktu. Pihak kepolisian tentu saja melarang. Selain mesti membagi personel ke setiap stadion, ini dilakukan untuk meminimalisasi suporter yang away ke London.

Sulit dibayangkan misalnya, saat Arsenal menjamu Manchester United sedangkan Tottenham Hotspur menjamu Liverpool di hari yang sama. Suporter United dan Liverpool dipastikan bertemu di subway menuju London Utara. Bentrokan masih mungkin terjadi dan ini yang membuat pihak kemanan dilibatkan dalam penyusunan jadwal.
Pengaruhi 48 Pertandingan Lain
FA membagi beberapa klub yang dianggap saling memengaruhi agar tidak bertanding bersamaan. Misalnya West Ham United dengan Dagenham and Redbridge. Meski bermain di kasta keempat, tapi pertandingan West Ham akan memengaruhi jumlah penonton yang datang ke Victoria Road, kandang Dagenham. Jadwal Dagenham pun disusun agar tidak akan berbarengan dengan West Ham.
Perwakilan Perusahaan IT Internasional Atos Origin, Glenn Thompson, menyatakan pengubahan satu pertandingan akan memengaruhi 48 pertandingan lain, di berbagai kasta.
Ini yang membuat FA seringkali keras kepala dengan enggan mengubah jadwal permintaan klub. Jika West Ham mengubah jadwal bertanding, berarti jadwal Dagenham pun ikut berubah. Padahal, Dagenham hanyalah tim yang bermain di League Two. Tentu saja, pengubahan ini akan mengubah jadwal lima tim EPL lain yang bermarkas di London.
Meskipun demikian, FA biasanya memberikan waktu khusus yang bisa dialokasikan untuk pertandingan yang ditunda atau digeser. Biasanya, alokasi waktu ini digunakan untuk partai ulangan Piala FA. Itu pun biasanya di tengah pekan. Sehingga, bagi tim yang bermain di Liga Champions, sulit untuk menyepakati jadwal yang dialokasikan tersebut. Maka jangan heran jika ada klub yang bermain tiga kali selama satu minggu: Senin, Rabu, dan Minggu.
Tentu tidak mungkin mengeluarkan jadwal pertandingan yang menyenangkan semua pihak. Pasti ada pihak yang merasa dirugikan, dan pihak yang diuntungkan.
Dengan melihat rumitnya proses penyusunan jadwal tersebut, penggemar maupun pihak klub diharapkan dapat lebih mengerti dan menghormati keputusan yang telah disepakati. Karena di balik jadwal yang tepat, terdapat para penyusun yang hebat.

===
* Ditulis oleh @panditfootball Website: www.panditfootball.com
(a2s/cas)











































