Transformasi Manchester United: Dari Gagal ke Van Gaal

Transformasi Manchester United: Dari Gagal ke Van Gaal

- Sepakbola
Kamis, 14 Agu 2014 11:38 WIB
Transformasi Manchester United: Dari Gagal ke Van Gaal
AFP/Alexander Hassenstein
Jakarta - Pra-musim sudah berlalu untuk Manchester United. Pertandingan pembukaan Liga Premier menghadapi Swansea City sudah menunggu di depan mata. LVG, tiga huruf itulah yang selalu berkumandang nyaring bagi pendukung United di seluruh dunia. Semoga tiga huruf itu tetap LVG dan tidak menjadi PHP. 16 Agustus nanti sebuah era baru resmi akan menyingsing di Manchester United.

Reputasi van Gaal tidak perlu dipertanyakan lagi. Di manapun ia telah membawa kesuksesan, tujuh gelar liga di tiga negara yang berbeda, ditambah kemenangan Liga Champions membuktikan segalanya. Ditambah perjalanan tim nasional Belanda yang mengejutkan di Piala Dunia kemarin.

Van Gaal membawa mentalitasnya ke setiap pertandingan, yaitu kepercayaan diri untuk memenangkan pertandingan – hal yang dipercaya sempat hilang di bawah Moyes. Kegagalan terbesar Moyes adalah bahwa dia membiarkan pragmatisme yang melekat sendiri untuk akhirnya mengikis keinginan tanpa henti untuk menang yang telah terukir kepada setiap pemain yang telah Sir Alex Ferguson lem kuat selama beberapa dekade terakhir ini. Sialnya hal tersebut terjadi begitu cepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Van Gaal diharapkan dapat mengembalikan β€œfitrah” tersebut kembali ke United. Ia sendiri yang mengatakan, β€œSaya adalah saya: Percaya diri, arogan, dominan, jujur​​, pekerja keras, dan inovatif.”

Metode van Gaal di United

Pemain United memang harus bersiap lebih giat lagi setelah pra-musim ini. Van Gaal akan membuat Manchester United berbeda, yaitu menjadi sebuah tim yang dibangun di atas aturan dan disiplin. Rezim baru tersebut terwakili dengan baik oleh perubahan besar pada latihan United di Carrington.

Pertama-tama, mantan bos Bayern, Ajax, dan Barcelona ini berencana untuk menerapkan sesi latihan ganda di United. Untuk memfasilitasi ini, klub sudah dalam proses dalam menginstalasi lampu sorot di lapangan latihan untuk memungkinkan latihan pada sesi akhir sore selama bulan-bulan musim dingin, ketika siang hari berlangsung lebih sebentar.

Van Gaal juga berencana mengakomodasi pemain dengan tidur dan zona istirahat di Carrington. United telah membeli beberapa tempat tidur baru untuk mengakomodasi hal tersebut.

Lalu ada disiplin yang menuntut perilaku hormat dari para pemainnya, Van Gaal akan mendenda siapa saja yang datang terlambat untuk latihan. Sebuah denda sebesar Β£ 1.000 akan dibayar oleh siapa saja yang gagal untuk datang tepat waktu saat makan siang di kantin Carrington, di mana pelatih asal Belanda ini telah meminta agar para pemain dipisahkan dari staf pelatih. Van Gaal juga dikenal selama waktunya di Bayern agar pemainnya duduk dengan benar saat makan.

Permintaan khusus seperti itu telah menyebabkan beberapa percikan di masa lalu. Dalam sebuah kamp pelatihan selama di Belanda antara tahun 2000 dan 2001, van Gaal menegaskan skuat dan stafnya mengenakan pakaian yang sama, bahkan sampai kaus kaki.

Beberapa pemain yang sama yang telah memenangkan Liga Champions dengan van Gaal sebagai bagian dari Ajax muda pada tahun 1995 sudah bosan pada metodenya, dan Belanda gagal lolos ke Piala Dunia 2002.

Tapi komitmen ideologinya itu juga telah menghasilkan hasil manis sepanjang kariernya. Van Gaal memiliki CV penuh dengan juara liga dan piala dengan menang di seantero Eropa, antara lain di Belanda, Spanyol, dan Jerman.



Wayne Rooney akan Menjadi Pemimpin Manchester United

Patrice Evra menjadi pemain senior terakhir yang pergi dari Old. Van Gaal harus masuk ruang ganti dengan individu-individu yang rendah pada pengalaman dan kepercayaan diri.

Memang daftar pemimpin yang pergi dari United sangat banyak, belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu musim panas di Liga Premier. Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Ryan Giggs, dan Patrice Evra. Semuanya adalah kapten tim utama, tidak ada yang bisa melihat mereka dengan seragam Manchester United lagi.

Evra, bisa dibilang salah satu bek kiri paling lengkap dalam sejarah Liga Premier, sebelas dua belas dengan Ashley Cole. Pemenang lima gelar Liga Inggris dan hampir setiap trofi lain yang tersedia di delapan setengah tahun-nya di Old Trafford, memicu opsi perpanjangan kontrak satu tahun.

Itu terjadi pada Mei sebelum Evra memilih untuk mengambil pilihan bermain di Italia bersama sang juara, Juventus. Padahal sebelumnya, ia dibujuk langsung oleh van Gaal untuk tetap tinggal sebagai pemimpin di ruang ganti.

Perginya Evra membuat Wayne Rooney akan senang dengan peran dan gagasan bahwa manajer baru akan menganggapnya sebagai pemain yang paling penting di klub. Hal tersebut kini benar-benar terjadi. Rabu dini hari kemarin, van Gaal menunjuk Rooney sebagai kapten baru United. Ia tertarik dengan sang striker karena dianggap sebagai contoh yang pas untuk skuat United.

β€œBagi saya, selalu sangat penting untuk memilih kapten," kata van Gaal. β€œWayne telah menunjukkan sikap yang baik terhadap segala yang dilakukannya. Saya sangat terkesan dengan profesionalisme dan sikapnya dalam latihan dan dalam menyikapi filosofi saya. Dia adalah inspirasi besar bagi anggota muda dari tim dan saya yakin dia akan menaruh hati dan jiwanya di peran kaptennya.”

Sementara kapten United sudah berhasil ditunjuk, van Gaal juga menunjuk Darren Fletcher sebagai wakil kapten.

β€œDarren adalah pemimpin alami dan akan menjadi kapten tim ketika Wayne tidak bermain. Darren adalah pemain yang sangat berpengalaman dan anggota yang sangat populer di ruang ganti, saya tahu dia akan bekerja dengan baik bersama Wayne.”

Apakah pilihan van Gaal ini adalah pilihan yang bijak? Jika ia berpikir secara mainstream, maka ia akan otomatis menyerahkan ban kapten kepada Robin van Persie, yang merupakan kaptennya juga di tim nasional Belanda.

Tapi pelatih Belanda ini adalah seorang manajer yang anti-mainstream, dan mungkin karakter keras kepalanya ini telah belajar banyak dari masa lalu. Suka ataupun tidak suka, Rooney adalah pemain gelisah yang tidak cuma sekali, tetapi dua kali berniat untuk meninggalkan klub. Musim lalu Rooney juga menandatangani kontrak besar yang tampak seperti sumpalan atas intriknya untuk pindah ke Chelsea.



Ketika Van Gaal ditunjuk sebagai manajer, ada perasaan bahwa ia akan memiliki kekuatan untuk mendisiplinkan Rooney, dan keberanian untuk tidak menurunkannya, dan harus dicatat bahwa, meskipun keputusan ini sudah ia ambil, ini adalah kekuatan yang ia akan tetap pertahankan.

Jika kita lihat juga, Rooney telah menghasilkan bentuk permainan terbaiknya di pra-musim. Ia bersama Juan Mata bekerja sama dengan luar biasa sebagai striker dan playmaker, mereka berhasil memberikan kontribusi empat gol.

Lalu pada formasi 3-4-1-2 andalan van Gaal, Rooney juga memungkinkan untuk dimanjakan untuk terlibat dalam membangun permainan dan dalam sentuhan akhir. Pada akhirnya, jika klub memang membayar Rooney 300.000 poundsterling per minggu selama empat setengah tahun ke depan, maka itu adalah kepentingan semua orang di klub untuk menjaganya tetap senang riang dan produktif.

Selain itu, van Gaal menyebutkan juga bahwa ia ingin mempertahankan karakter Inggris di United. Dalam konteks itu, Rooney menjadi pilihan yang masuk akal. Akhirnya sekarang fokus dan tekanan bergeser ke Rooney.

β€œSaya berharap kelompok di Manchester nanti akan menjadi seperti ini,” kata Van Gaal tak lama setelah Belanda menang atas Brasil di pertandingan play-off perebutan tempat ke tiga Piala Dunia. β€œKami harus menyanyi dari lembar himne yang sama. Semoga di Manchester United saya bisa melakukan yang terbaik. Saya akan melakukan yang terbaik.”

Sejauh ini, ia sudah melakukannya. Namun (selain transfer pemain yang tidak saya bahas pada tulisan ini), ia masih memiliki dua pekerjaan rumah lagi.

Pekerjaan Rumah Pertama: Memulai Musim Secara Cepat dan Tepat

Setelah kesengsaraan musim lalu, para pendukung United akan senang untuk melihat mereka mengawali kampanye Liga Premier 2014-2015. Ditambah dengan hasil meyakinkan pada pra-musim, United akan membuka lima pertandingan awal melawan Swansea City (kandang), Sunderland (tandang), Burnley (tandang), QPR (kandang), dan Leicester City (kandang). Dengan segala hormat, lima pertandingan tersebut memberikan van Gaal setiap kesempatan untuk mengambil poin maksimum dan momentum pembangunan di bulan pertamanya bertugas.

Kengerian yang muncul di bawah Moyes sudah mengguncang semangat di klub awal musim lalu dan tidak ada cara yang lebih baik untuk memperbaiki hal ini dibandingkan dengan serangkaian kemenangan.

United juga memiliki bonus tambahan musim tanpa sepakbola Eropa. Sesuatu yang akan menjadi bahan kelakar para pendukung tim lainnya, bahkan pendukung United sendiri pun bisa jadi tersenyum kecut dengan kelakar tersebut.

Hal ini belum pernah terjadi selama 25 tahun terakhir, bahkan Community Shield saja (trofi satu-satunya yang berhasil Moyes raih) tidak ada. Tetapi kesialan ini akan membantu van Gaal menyesuaikan diri dan bekerja dengan timnya lebih sering daripada yang Moyes miliki.

Van Gaal kemungkinan akan memainkan antara 50 sampai 55 pertandingan di musim yang akan datang, dengan asumsi bahwa akan ada pertandingan piala yang tetap berjalan. Jumlah tersebut memang bukanlah jumlah yang besar dibandingkan dengan tahun-tahun lalu, tetapi hari-hari tambahan akan ia dapatkan di Carrington untuk mengasah para pemainnya.



Ini bisa menjadi sebuah keunggulan penting atas klub saingan lainnya di Liga Inggris. Ingat saja Liverpool musim lalu. Mulai dengan cepat, bangun kembali semangat tim, dan ambil alih pimpinan klasemen Liga Premier dengan tepat. Itulah yang harus menjadi misi van Gaal sekarang ini.
Bayangkan saja United berada di puncak dengan 15 poin setelah lima pertandingan pertama mereka, terlepas dari apa yang orang persepsikan nantinya.

Masih banyak pemain kelas atas di skuat, yang dengan sedikit setelan saja bisa bersaing di papan atas Liga Premier. Lagipula jika dibanding-bandingkan, skuat United ini lebih bonafid daripada skuat Belanda-nya van Gaal di Piala Dunia.

Pekerjaan Rumah ke Dua: Jadikan Old Trafford Angker Lagi

Salah satu elemen yang paling memalukan dalam β€œmasa pemerintahan presiden” David Moyes musim lalu adalah betapa mudahnya Manchester United dikalahkan di Old Trafford.

Mereka menderita tujuh kekalahan liga dan satu di Piala FA di rumah mereka sendiri. Tottenham Hotspur, Manchester City, Liverpool, Everton, dan Newcastle semua menang di Theatre of Dreams, sementara West Brom, Sunderland, dan Swansea juga pergi dengan kemenangan tak terduga.

Di bawah Sir Alex, banyak lawan akan gemetaran terlebih dahulu, begitulah aura tak terkalahkan pria Skotlandia itu yang tertanam dalam timnya di bawah atap langit Old Trafford. Dengan reputasi United yang babak belur dan faktor ketakutan lawan yang mulai berkurang, ini harus menjadi pekerjaan rumah khusus untuk van Gaal.

Namun, ia adalah orang yang memiliki sejarah untuk menang. Manajer berusia 62 tahun itu hanya kalah dalam tiga pertandingan liga di Allianz Arena sebagai bos Bayern, dan kalah dari Piala Dunia hanya lewat adu penalti saat melawan Argentina pada semifinal. Dia mendalangi salah satu hasil yang paling sensasional di turnamen, yaitu mengalahkan juara bertahan Spanyol 5-1 dalam pertandingan grup mereka.

Banyak yang ingin mencium kembali aroma kemenangan tersebut. Van Gaal tampaknya terlalu cerdas dan terlalu taktis jika hal-hal menjadi serba salah. Di bawah Moyes, United tampak hilang arah dan tanpa Plan B (atau bahkan Plan A).

Namun, dengan van Gaal yang menjadi nahkoda, mereka dapat mengharapkan rencana untuk setiap huruf dari alfabet.



=====

*ditulis oleh @DexGlenniza dari @panditfootball

*Foto-foto: Getty Images



(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads