Piala AFF 2014 menghadirkan sejumlah persamaan di antara tim yang bermain. Mereka membawa sejumlah pemain muda potensial, serta tak membawa pemain senior karena sejumlah alasan. Masalah kebugaran menjadi isu yang mudah ditemui dalam daftar masalah tiap tim yang berlaga.
Meski di atas lapangan yang terjadi adalah sebelas lawan sebelas, toh tetap saja ada satu atau dua pemain yang terlihat menonjol dan mampu mengatur jalannya pertandingan.Berikut kami sajikan sejumlah pemain kunci dari delapan tim yang akan berlaga di Piala AFF.
Vietnam
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti biasa, publik pun mulai membanding-bandingkan timnas senior Vietnam dengan tim U-19. Belum lagi penampilan tidak meyakinkan tim U-23 yang mentas di SEA Games. Mereka bahkan tidak lolos di fase grup.
Pelatih Vietnam, Toshiya Miura, nyatanya hanya membawa sembilan pemain dengan usia di bawah 23 tahun. Sisanya, Miura mengandalkan pemain yang memang sudah berpengalaman di level internasional.
Vietnam tentu tak mau tampil mengecewakan. Bertanding di depan pendukung sendiri, Vietnam masih akan bertumpu pada Le Cong Vinh yang telah mencetak 35 gol untuk timnas, serta Pham Thanh Luong dan Le Tan Tai di lini tengah. Ketiga pemain tersebut telah mencatatkan lebih dari 50 pertandingan bersama timnas.
Khusus untuk Cong Vinh, ia adalah pencetak dua gol di partai final Piala AFF 2008. Ia mencetak satu gol di Stadion Rajamangala, Bangkok, dan satu gol penentu kemenangan di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi. Ia mampu menjawab tekanan 40 ribuan penonton yang hadir dengan mencetak gol penentu pada menit ke-empat waktu tambahan.

Cong Vinh belum bisa dibilang berumur. Ia masih berusia 29 tahun dan begitu mengandalkan pergerakan cepat baik saat menggiring bola ataupun dijaga lawan. Cara bermainnya sederhana. Dengan ditempatkan di belakang penyerang utama, ia dapat bergerak ke kedua sisi, lalu menusuk langsung ke dalam kotak penalti dan mencetak gol.
Sepanjang kariernya di klub, Cong Vinh telah mencetak 150 gol dari 277 pertandingan. Di lini serang Vietnam, Cong Vinh merupakan pemain dengan rasio gol terbaik timnas. Ia mencatatkan 0,58 gol per pertandingan. Rasio ini jauh lebih besar ketimbang penyerang lainnya, Nguyen Anh Duc yang mencatat 0,21 gol per pertandingan.
Pada tahun 2004, 2006, dan 2007, ia dinobatkan oleh Federasi Sepakbola Vietnam, VFF, menjadi pemain terbaik Vietnam. Jelas, di usianya yang semakin matang, Cong Vinh akan menjadi tumpuan Vietnam dalam mendobrak pertahanan lawan.
Filipina
Dalam dua penyelenggaraan terakhir Piala AFF, Filipina kian mengukir prestasi gemilang. Di Piala AFF 2010 dan 2012, Filipina lolos dari fase grup menuju babak semifinal. Lolosnya Filipina jelas menimbulkan korban. Pada 2010, Filipina dan Vietnam lolos dari grup B dengan menyingkirkan tim unggulan Singapura. Pada 2012, Filipina mendampingi Thailand ke semifinal setelah menyingkirkan Vietnam dan Myanmar.
Terdapat dua nama yang bersinar kala penyelenggaraan Piala AFF 2010: Phil dan James Younghusband. Di bawah arahan Simon McMenemy, keduanya menjadi bintang bagi Filipina.Kini, di bawah asuhan pelatih kelahiran Jerman, Thomas Dooley, Filipina berusaha bermain melebar. James Younghusband tampaknya tidak dipasang secara reguler. Terdapat nama Patrick Reichelt yang juga berposisi di sayap kanan.
Lini serang Filipina akan bertumpu pada Phil Younghusband. Dengan menempatkan satu penyerang, atau dengan satu pemain di belakang penyerang, membuat James tak tergantikan. Catatan golnya bagi Filipina telah mencapai 40 kala melawan Kamboja. Dengan usia yang masih 27 tahun, kondisi fisik Phil masih prima untuk duel bola udara maupun adu cepat dengan bek lawan.

Rasio gol Phil mencapai 0,6 per pertandingan. Nilai ini merupakan yang tertinggi di jajaran penyerang Filipina. Sementara itu, Mark Hartmann baru bermain 13 kali bagi timnas, dan telah mencetak tujuh gol atau 0,53 gol per pertandingan.
Pemain yang pernah dikontrak Chelsea tersebut bisa berduet dengan Mark Hartmann di lini serang. Keduanya akan menjadi kunci permainan serangan balik Filipina.
Indonesia
Alfred Riedl datang ke Vietnam dengan sejumlah persoalan. Kepada media, ia mengeluhkan banyak hal. Mulai dari masa persiapan timnas, bola pertandingan, kondisi fisik, hingga lapangan latihan di Hanoi, Vietnam.Sulit secara taktik mengharapkan sesuatu yang lebih dari sang pelatih.
Riedl kembali memanggil pemain yang berjasa melambungkan namanya pada Piala AFF 2010. Ditambah dengan Sergio van Dijk di lini depan, Riedl memiliki sejumlah opsi di lini depan. Namun, ia tak memanggil pemain pelari cepat macam Oktovianus Maniani dan Andik Vermansyah. Praktis, nama Boaz Solossa yang akan diandalkan untuk beradu cepat dengan lini pertahanan lawan.
Meski menunjukkan ketajamannya di liga, tapi Cristian Gonzalez masih terlihat bermasalah soal urusan kebugaran.Pun dengan Sergio van Dijk yang lebih senang menunggudi lini serang ketimbang turun jauh menjemput bola. Di sini, peran Boaz menjadi penting. Jika Firman Utina dipasang, Boaz dapat memanfaatkan umpan terbosoan akurat Firman. Setelahnya, ia bisa menuntaskan peluang maupun memberi umpan pada Sergio atau Gonzalez.
Penampilan Boaz di kompetisi musim lalu, baik di Liga Indonesia maupun AFC Cup, begitu meyakinkan. Ia tak sekadar menemani penyerang di lini serang, tapi juga membantu pertahanan dan sering bergerak lewat sayap. Kehadiran Boaz akan menjadi keuntungan besar bagi Riedl karena menambah opsi serangan mereka.

Boaz yang sekarang bukanlah Boaz yang memukau gelaran Piala Tiger 2004 yang melambungkan namanya. Ia masih punya kecepatan, tapi kehebatannya kali ini tak bertumpu pada kecepatan. Ia sudah semakin matang, lebih bermain dengan otak dan kecerdasannya, juga lebih mematikan dalam menyelesaikan peluang.
Jika merujuk penampilannya di Persipura, Boaz kini sudah mampu memerankan diri sebagai pemain nomer 10. Dia bisa rileks-nya menguasai bola di belakang kotak penalti, melindungi bola dengan skill-nya, untuk kemudian membagi bola pada ruang-ruang yang terbuka. Jangan ragukan ketajamannya dalam menyelesaikan peluang. Ia makin tajam, dan eksekusi bola matinya juga semakin membaik.
Perbahan cara bermain Boaz ini sangat menguntungkan Riedl. Tanpa mengubah susunan pemain lewat pergantian pemain, Riedl bisa mengubah taktik permainan dengan mengubah peran bermain Boaz. Mengubah peran bermain Boaz bisa dengan sendirinya mengubah taktik. Ia bisa diminta bermain melebar ke sisi kiri sebagai penyerang sayap, bisa juga didorong ke depan guna menciptakan tombak kembar, tapi bisa juga β dan ini yang agaknya akan menjadi pakemβbermain di belakang target man.
Laos
Bisa dibilang, Laos adalah tim paling lemah dari tujuh negara lain di Piala AFF 2014. Namun, Laos adalah tim yang lolos kualifikasi untuk mendampingin Myanmar menuju Piala AFF.
Laos menyingkirkan Brunei Darussalam, Timor Leste, dan Kamboja. Sebagai perbandingan, di dua pertandingan persahabatan terakhir, Indonesia berhasil mengalahkan Timor Leste dan Kamboja. Meskipun demikian, penampilan timnas masih belum mengesankan. Sederhananya, Laos bisa saja mengganjal dengan keras tim-tim lain di Grup A.
Lini depan laos amat bertumpu pada ketajaman Khampeng Sayavutthi dan Soukhaphone Vongchiengkham. Di babak kualifikasi Piala AFF Sayavutthi mencetak tiga gol sementara Vongchiengkham empat gol. Pelatih timnas Laos, David Booth, begitu ketergantungan pada keduanya. Dalam sebuah wawancara, ia sempat menyatakan bahwa keduanya adalah pemain terpenting Laos.
Dengan asumsi Laos akan dikepung habis-habisan, Sayavutthi dan Vongchiengkham setidaknya dapat menahan bek lawan untuk tidak terlalu aktif menyerang. Karena salah-salah sebuah serangan balik akan mengacaukan sistem pertahanan lawan.
Syavutthi telah membela timnas Laos sejak 2009. Ia mencatatkan 25 caps dengan mencetak delapan gol. Sementara itu, Vongchiengkham telah membela timnas sejak usia 18 tahun atau pada 2010. Ia telah bermain 21 kali dan mencetak enam gol. Kemampuannya berada pada kemampuan menggiring bola. Tidak heran jika publik lasos menyebutnya sebagai "Messi"-nya Laos.
Singapura
Biasanya, pergantian pelatih mengakibatkan perubahan pola permainan. Pelatih Singapura asal Jerman, Bernd Stange, lebih menekankan pada permainan bola pendek dengan tempo cepat. Serangan lebih terfokus ke kedua sisi.Bekas pemain Persib, Shahril Ishak memegang peranan penting. Sebagai gelandang serang dan pemain senior di timnas, ia bertugas untuk memberi umpan ke penyerang atau menuntaskan peluang di lini depan.
Peran Shahril ditopang dua gelandang, Hariss Harun dan Shahdan Sulaiman.Umpan-umpan Shahril akan menjadi kunci bagi Khairul Amri untuk mendobrak lini pertahanan lawan. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Shahril juga bertugas untuk mengomandoi rekan-rekannya di atas lapangan.
Kini tergantung Stange bagaimana caranya mengombinasikan pemain muda berbakat dengan pemain senior yang malang melintang di level internasional.Yang jelas, Baihakki Kaizan, Hariss Harun, Shahril Ishak, dan Khairul Amri akan menjadi fondasi kuat permainan The Lions.
Shahril memulai debut ketika usianya masih 19 tahun. Dari 118 kali penampilan di timnas, Shahril telah mencetak 12 gol. Ketika itu Singapura menghadapi Maladewa pada 2003. Pada 2010, ia secara resmi ditunjuk sebagai kapten tim. Di penyelenggaraan Piala AFF tahun lalu, Shahril mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik. Pada 2013, AFF menobatkannya sebagai "Player of The Year".

Shahril Ishak (kanan)
Shahril adalah pemain terbaik Piala AFF 2012. Ia pemain yang punya kecerdasan yang membuatnya bisa bermain di berbagai posisi dan peran. Ia bisa bermain melebar dan memerankan diri sebagai wide-playmaker, mirip seperti --misalnya-- peran yang dimainkan Esteban Vizcarra di Semen Padang. Kemampuannya dalam membaca permainan dan kendali bolanya yang bagus, memungkinkan peran macam itu diemban olehnya.
Tapi posisi terbaik Shahril memang berada di belakang striker. Inilah yang membuatnya bermain cemerlang pada gelaran Piala AFF sebelumnya. Dalam posisi ini, dia bukan hanya bisa mengemban peran sebagai penghubung antara lini tengah dan target-man, tapi juga memungkinkan dia mengeksploitasi naluri mencetak golnya dengan pergerakan-pergerakan mengejutkan dari lini kedua.
Malaysia
Dari semua tim yang pernah mencicipi juara Piala AFF, rasanya hanya Malaysia yang persiapannya masih belum meyakinkan. Dari lima pertandingan terakhir, Malaysaia hanya sekali menang, itu pun atas Kamboja. Sisanya? Kalah. Pelatih Dollah Salleh pun dipertanyakan kapabilitasnya. Dollah dianggap tidak akan mampu menyamai prestasi Datuk Rajagobal.
Praktis, Harimau Malaya, julukan Malaysia, tinggal mengandalkan Safee Sali sebagai pemain dengan caps terbanyak di timnas. Pun di lini tengah, nama Safiq Rahim akan menjadi tumpuan sebagai penyeimbang lini depan dan lini belakang.

Safee sendiri tidak bermain reguler di timnya, Johor Darul Takzim, karena masalah kebugaran. Safiq yang juga rekan Safee di klub, tengah berada dalam masa pemulihan karena cedera lutut. Namun, beberapa hari yang lalu ia sudah ikut berlatih bersama skuat Harimau Malaya. Jika Safiq sudah dapat bergabung, setidaknya kombinasinya bersama Safee Sali mampu mengembalikan kejayaan Malaysia seperti pada Piala AFF 2010 silam.
Safee telah bermain 62 kali dan mencetak 21 gol bagi timnas Malaysia.Ia bergerak agresif di depan kotak penalti lawan dengan gaya permainan yang ngotot. Tingginya yang 171 sentimeter, lebih memudahkannya dalam melakukan manuver kala mengocek lawan. Saat Malaysia menjuarai Piala AFF pada 2010 ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan lima gol. Piala AFF 2014 akan menjadi pembuktian bahwa ia belum habis.
Thailand
Pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang, membuat keputusan mengejutkan. Pria yang mengecap 131 penampilan bersama timnas Thailand tersebut memanggil sembilan pemain peraih perunggu Asian Games 2014, dan tak memanggil sejumlah pemain senior. Ia percaya benar, gabungan pemain muda sarat pengalaman yang pernah tampil di Sea Games dan Asian Games dengan pemain senior akan menghasilkan skuat yang menakutkan.
Sejumlah media santer memberitakan tentang sejumlah pemain muda berbakat Thailand. Nama-nama seperti Chanathip Sonkrasin, Adisak Kraisorn dan Charyl Chappuis, diramalkan akan bersinar dalam turnamen dua tahunan tersebut.
Peran dua pemain tersebut tak akan maksimal tanpa dukungan sang kapten, Adul Lahso. Di pertandingan uji coba terakhir menghadapi Selandia Baru pada Selasa (19/11) lalu,Thailand unggul 2-0. Padahal, Lahso, Sonkrasin, dan Chappuis tidak diturunkan karena cedera. Perpaduan tiga nama di atas akan menjadi kunci Thailand menguasai lini tengah.

Adul Lahso (kiri)
Adul Lahso menjadi pemain kedua dengan caps terbanyak di skuat Thailand pada Piala AFF kali ini. Ia telah bermain sebanyak 25 kali dan mencetak satu gol. Angka ini di bawah catatan Kawain Thammasatchanan yang berposisi sebagai kiper. Di kancah internasional, nama Adul Lahso sepertinya tidak terdengar begitu nyaring. Namun, Muslim kelahiran 1986 tersebut menjadi tembok kuat di lini tengah. Posisinya sebagai gelandang bertahan melengkapi formasi 4-3-3 yang kemungkinan digunakan Senamuang di Piala AFF 2014.
Thailand akan memainkan gaya sepakbola menyerang dengan mengandalkan penguasaan di lini tengah. Mereka akan bermain pendek satu dua, mengalirkan bola secara rapi dari belakang, memindahkan alur serangan dari kiri ke kanan dan sebaliknya, sebelum mengirimkan umpan akhir yang mematikan.
Duet Lahso dan Chappuis ini sangat menarik untuk disaksikan. Senioritas Lahso dan dinamisme Chappuis yang muda dan segar, membuat lini tengah Thailand punya kombinasi yang menarik untuk diamati. Keduanya akan menjadi kunci permainan kesebelasan Gajah Putih ini.
Myanmar
Myanmar kedatangan pelatih yang sukses memberikan tiga gelar Piala AFF bagi Singapura. Pelatih kelahiran Serbia, Radojko Avramovic, mengubah Myanmar menjadi tim yang bermain kehausan untuk mencetak gol. Meskipun demikian Avramovic masih merasa lini serangnya kurang tajam untuk membongkar pertahanan lawan.
Memang, terdapat sejumlah pemain senior yang mengisi skuat Myanmar nanti. Namun, peran Kyi Lin akan dinantikan setidaknya sebagaisuper sub. Pemain kelahiran 1992 tersebut telah bermain 19 kali bersama Myanmar dan mencetak lima gol. Posisi Kyi Lin sejatinya adalah seorang gelandang, tapi ia memiliki naluri mencetak gol yang tinggi.

Kyi Lin (kiri)
Kyi Lin sendiri dikenal karena permainan apiknya di Piala AFF 2012. Sebelumnya, Kyi Lin diragukan bisa tampil di Piala AFF 2014 karena cedera lutut. Potensi Kyi Lin sebenarnya bisa dibilang ditemukan secara tidak sengaja. Jelang Piala AFF 2012, dua pemain kunci Myanmar, Kyaw Zayar Win, dan Yan Aung Win tak bisa tampil karena cedera.
Kini, Kyi Lin menghadapi tantangan berat. Satu grup dengan Thailand, Singapura, dan Malaysia, ia dipaksa untuk bekerja ekstra keras dalam menghadapi lawan yang pernah menjuarai Piala AFF tersebut.
====
*penulis biasa menulis di situs @panditfootball dan About The Game. Beredar di dunia maya dengan akun @aditz92
*Foto-foto: AFP dan Getty Images
(roz/a2s)











































