Boxing Day sebagai Berkah Natal bagi Sepakbola

Boxing Day sebagai Berkah Natal bagi Sepakbola

- Sepakbola
Kamis, 25 Des 2014 10:37 WIB
Boxing Day sebagai Berkah Natal bagi Sepakbola
ist.
Jakarta -

Para manajer tim nasional Inggris boleh saja mengeluhkan boxing day sebagai neraka bagi para pemain yang berimbas pada performa tim nasional. Tapi, bagi para penikmat sepakbola, khususnya yang merayakan Natal, boxing day adalah berkah.

Satu hari setelah Natal, setelah semua perayaan, kebanyakan orang akan lebih memilih untuk beristirahat, menikmati waktu berkualitas bersama dengan keluarga, dan menikmati liburan. Semua orang akan berpikiran seperti itu kecuali orang-orang Britania.

26 Desember adalah sebuah tanggal yang sudah menjadi momen yang tidak boleh terlewatkan di kalender sepakbola. Hari tersebut dikenal sebagai istilah Boxing Day.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari itu, keempat liga sepakbola profesional di Inggris, dari Liga Primer sampai Football League Two, akan menjalani seluruh pertandingannya.

Hal pertama dan yang paling utama yang harus kita ketahui tentang Boxing Day, adalah bahwa pada hari ini ada 10 pertandingan Liga Primer yang semuanya dilaksanakan pada hari yang sama. Hal tersebut tidak sering terjadi. Pertandingan pada hari tahun baru dan hari terakhir (matchday ke-38) di akhir musim adalah satu-satunya (atau dua-duanya maksud kami, ups) waktu lain yang menyediakan 10 pertandingan yang dilaksanakan bersamaan pada satu hari.

Sehingga hal ini menimbulkan perasaan khusus yang berkaitan dengan sepakbola di Inggris. Seluruh mata dunia memang berada di Liga Primer pada Boxing Day. Tidak heran, karena itu adalah salah satu hari dalam setahun ketika hanya di Inggris saja yang menyediakan tontonan siaran langsung sepakbola yang bisa menarik jutaan uang bagi klub pada hari di mana semua orang terlibat.

Bagi banyak penggemar sepak bola di Inggris, hari ini mungkin hari yang paling suci dalam kalender olahraga untuk beberapa alasan. Misalnya, Anda harus memahami bahwa Boxing Day cukup banyak diperlakukan sama seperti β€œHari Natal”-nya di sepakbola Inggris.

Keluarga berkumpul pada Boxing Day untuk merayakan lagi pesta Natal yang masih tersisa semalam sambil menyimpan kesadaran mereka untuk tidak mabuk secara komunal pada saat yang paling penting: menonton sepakbola.

Tahun ini, seperti setiap tahun, tidak berbeda karena setiap tim Liga Primer akan beraksi pada kesempatan yang membahagiakan ini. Kita, sebagai penonton, tentu menyukainya.

Sejarah Boxing Day

Boxing Day dimulai sebagai tradisi di kalangan keluarga kaya di abad pertengahan di Inggris. Dahulu, pegawai harus bekerja pada Hari Natal untuk melayani orang kaya, tapi punya hari libur di hari berikutnya untuk merayakan Natal bersama keluarga mereka sendiri.

Pada hari setelah Natal tersebut, para orang kaya yang mempekerjakan mereka itu akan menghadirkan hadiah yang dibungkus rapi dalam sebuah kotak (box), maka nama β€œBoxing Day” muncul dari sini.

Pertandingan sepakbola pertama pada Boxing Day berlangsung pada tahun 1860, ketika Sheffield dan Hallam berhadapan. Banyak yang telah berubah sejak saat itu, tapi 26 Desember masih menjadi salah satu hari yang paling diantisipasi pada jadwal pertandingan, tidak peduli tim manapun yang Anda sukai.

Suasana akan menjadi ramai dengan kegembiraan, keluarga berkumpul di sekitar televisi untuk menonton pertandingan sepanjang hari, layaknya pesta keluarga pada Hari Thanksgiving di Amerika Serikat.

Bagi banyak orang, Boxing Day di Inggris adalah liburan favorit mereka. Bagi banyak orang, hari itu mereka bisa melarikan diri dari kerasnya Natal.

Jarak Tempuh yang Lebih Jauh dari Biasanya

Pertandingan pada Boxing Day juga biasanya ditetapkan berdekatan, jadi fans tidak harus melakukan perjalanan jauh dari keluarga mereka untuk melihat tim mereka bermain. Suasana untuk pertandingan juga selalu luar biasa, dan Boxing Day adalah hari dimana paling sering menampilkan pertandingan derby.

Pada musim ini, akan ada sepuluh pertandingan Liga Primer, termasuk dua derby London (Arsenal vs QPR dan Chelsea vs West Ham United) dan persaingan klasik antara Manchester United melawan Newcastle United.



Namun, musim ini sepertinya banyak fans yang harus bepergian agak jauh. Lihatlah tabel di bawah ini yang menunjukkan seberapa jauh fans harus melakukan perjalanan pada Boxing Day. Mari kita menghormati mereka yang rela bepergian di hari setelah Natal.

243 km – Newcastle United ke Manchester United
222 km – Aston Villa ke Swansea City
220 km – Hull City ke Sunderland
162 km – Tottenham Hotspur ke Leicester City
146 km – Southampton ke Crystal Palace
134 km – Manchester City ke West Bromwich Albion
96,7 km – Stoke City ke Everton
82,3 km – Liverpool ke Burnley
19,2 km – West Ham ke Chelsea
13,1 km – Arsenal ke Queens Park Rangers

Tabel jarak tempuh fans tim tamu ke stadion tuan rumah pada Boxing Day musim 2014-2015 (dihitung menggunakan Distance Calculator)

Tetapi jangan salah, tiket untuk pertandingan Boxing Day dari tahun ke tahun terjual seperti kacang rebus. Banyak fans bergerombol untuk menghadiri pertandingan dan menghibur tim mereka. Fans juga biasanya akan lebih ramah pada hari ini.

Entah apa yang terjadi setiap tanggal 26 Desember, hari itu seharusnya menjadi hari yang dingin yang dipenuhi salju. Namun, meskipun beberapa jam sebelumnya lapangan sempat terendam air atau beku, tetapi jarang sekali pertandingan pada Boxing Day sampai harus dibatalkan.

Pemain Menjadi Korban, Tetapi Mereka Tidak Pernah Benar-Benar Kecewa

Di sini penonton memang sangat dimanjakan. Tetapi untuk manajer, pemain, dan staf, mereka seperti dikorbankan. Tetapi ketika mereka menandatangani kesepakatan untuk terlibat di Liga Primer, mereka tahu apa yang akan mereka hadapi. Mereka harus siap.

Di Inggris, kualitas permainan pada Boxing Day tidak pernah menjadi masalah. Manajer Spurs, Mauricio Pochettino, sempat berbicara tentang Boxing Day dan periode sibuk sejak Natal sampai Tahun Baru.

β€œSaya dan staf saya benar-benar menantikan ini [periode Natal]. Ini akan menjadi sesuatu yang gila dengan banyaknya pertandingan dalam waktu yang singkat. Tetapi saya pikir itu adalah waktu yang sangat baik untuk [fans] untuk bersama-sama datang ke stadion dan datang bersama-sama sebagai sebuah keluarga. Ini adalah sesuatu yang banyak orang gemari di negeri ini. Kami ingin menikmatinya,” kata Pochettino yang akan menjalani Boxing Day keduanya sebagai manajer di Inggris.

Manajer asing yang juga menikmati Boxing Day adalah Jose Mourinho. "Saya menyukainya. Saya tidak bermain, tentu saja. Jadi bagi para pemain itu lebih sulit daripada bagi saya, tapi itu adalah kesempatan yang fantastis. Saya merasa bangga bekerja di Boxing Day dan memberikan orang-orang apa yang mereka inginkan," ujar Mourinho.

Tidak peduli berapa banyak yang memprotes Boxing Day dan mengajukan liburan musim dingin, seperti yang umumnya terjadi di liga-liga di Eropa, sepertinya itu tidak akan pernah terjadi di Inggris.

Boxing Day sudah sangat dihormati di sepakbola Inggris. Kehadirannya menjadi sukacita untuk banyak alasan. Apapun yang terjadi di Boxing Day, hampir pasti kebanyakan adalah kebahagiaan daripada penyesalan.

Jadi, mari duduk, bersantai, dan nikmatilah pertandingan Boxing Day selagi Anda bisa. Selamat Natal, Tahun Baru, dan selamat menonton (3 matchday) Liga Primer Inggris sampai 2015 nanti.


====

* Akun twitter penulis: @dexglenniza dari @panditfootball

(din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads