Borussia Dortmund: Demi Rueckrunde yang Lebih Baik

Borussia Dortmund: Demi Rueckrunde yang Lebih Baik

- Sepakbola
Senin, 05 Jan 2015 10:12 WIB
Borussia Dortmund: Demi Rueckrunde yang Lebih Baik
AFP/Patrick Stollarz
Jakarta -

Signal Iduna Park (atau Westfalenstadion, tergantung selera), 23 Agustus 2014. Borussia Dortmund menjamu Bayer Leverkusen, bersiap menyambut tiga angka pertama di ajang Bundesliga musim 2014/15.

Namun, bukan tiga angka yang mereka dapatkan hari itu. Tim tamu membawa pulang semuanya, karena mereka berhasil mencetak dua gol ke gawang Dortmund, sementara tuan rumah sama sekali tidak berhasil menyarangkan bola di gawang Leverkusen.

Empat bulan berselang, Dortmund berhadapan dengan Werder Bremen di Weserstadion. Sama seperti ketika berhadapan dengan Leverkusen, Dortmund memasuki lapangan dengan harapan mampu meraih kemenangan. Dan sama seperti saat menjamu Leverkusen, Dortmund mengakhiri pertandingan dengan kekecewaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dortmund memulai dan mengakhiri Hinrunde (putaran pertama) dengan kekalahan. Bukan masalah. Dua kekalahan dalam satu putaran jelas bukan masalah selama dalam lima belas pertandingan di antara keduanya Dortmund rutin menuai hasil positif. Sayangnya bukan itu yang terjadi.

Dalam tujuh belas pertandingan, Dortmund menderita sepuluh kekalahan. Sumbangan poin dari empat kemenangan dan tiga hasil imbang membuat Dortmund hanya mampu mengumpulkan 15 angka sepanjang putaran pertama.

Pencapaian tersebut memaksa Dortmund menghabiskan masa Winterpause (jeda paruh musim) sebagai penghuni zona degradasi. Ini jelas merupakan pengalaman baru bagi Dortmund, karena tak pernah sebelumnya mereka mengalami hal ini. Bahkan saat Dortmund terdegradasi di akhir musim 1971/72 saja (satu-satunya degradasi yang pernah dialami oleh Dortmund), mereka tidak mengakhiri Hinrunde di zona merah.

Namun kini Dortmund mengalaminya. Dan Dortmund, mau tidak mau harus memperbaiki diri agar peruntungan mereka sepanjang Rueckrunde (putaran kedua) membaik. Apa yang harus dilakukan oleh Dortmund? Kesalahan apa yang harus mereka perbaiki? Apa yang harus diubah agar semuanya menjadi lebih baik?

Jawabannya jelas bukan mendepak Juergen Klopp. Walaupun banyak pihak menyarankan opsi tersebut, pihak klub telah terang-terangan menegaskan bahwa jika ada orang yang bisa membawa Dortmund melewati masa sulit ini, orang tersebut adalah dan haruslah Klopp.

Jadi, Dortmund harus bagaimana?

Isi Ulang Tenaga dan Bangun Kembali Rasa Percaya

Enam pemain Dortmund – Mitchell Langerak (Australia), Sokratis Papasthopoulos (Yunani), dan kuartet Jerman; Kevin Grosskreutz, Mats Hummels, Erik Durm, plus Roman Weidenfeller – berada di Brasil pada musim panas tahun ini. Keenamnya tidak berlibur. Mereka bertanding di Piala Dunia 2014. Dan seperti kebanyakan klub lain, Dortmund memberi izin khusus kepada para pemain yang berlaga di Piala Dunia untuk lebih lambat bergabung di latihan pramusim; sebuah kebijakan yang disetujui oleh Klopp, namun hasilnya tidak begitu ia sukai.

Keenam pemain tersebut, terutama para pemain Jerman yang bertahan hingga hari terakhir kompetisi, menjalani latihan pramusim yang tidak optimal sehingga belum benar-benar berada pada kondisi permainan terbaik mereka saat Bundesliga sudah berjalan. Buruknya situasi ini diperparah oleh beberapa pemain kunci yang menderita cedera. Ilkay Guendogan, Marco Reus, dan Marcel Schmelzer adalah beberapa nama yang tidak menjalani latihan pramusim karena saat itu masih menjalani proses penyembuhan.



Karena banyak pemain melewatkan sebagian atau seluruh masa latihan pramusim, Dortmund tidak benar-benar dapat tampil maksimal sebagai sebuah tim. Itulah yang dikeluhkan oleh Klopp. Itulah yang disebut olehnya sebagai biang keladi kebobrokan Dortmund musim ini. Itulah masalah yang harus mereka selesaikan sebelum Rueckrunde dimulai.

Saat para pemain dan manajer Premier League terus menerus mengeluhkan kesibukan festive period dan tidak adanya winter break, Dortmund akan menghabiskan waktu di La Manga. Dortmund tidak harus melakoni pertandingan setiap dua atau tiga hari. Dortmund tidak harus bersusah payah melawan dingin. Karenanya, akan menjadi sebuah dosa besar jika kondisi ini tidak mereka manfaatkan sebaik mungkin. Demi Rueckrunde yang lebih baik ketimbang putaran 17 pertandingan yang sudah berlalu.

Enam pekan adalah waktu yang panjang untuk mengisi ulang baterai fisik. Namun ada yang tak kalah penting (bahkan mungkin lebih penting, berkaca pada kondisi terkini): membangun kembali rasa percaya diri.

Simaklah apa yang dikatakan oleh kapten Hummels kepada Bild setelah Dortmund kalah dari Werder Bremen: β€œTak ada jaminan bahwa semuanya akan membaik.”

Kepercayaan diri yang hilang itu harus dikembalikan. Semangat bertanding di Bundesliga dan keyakinan akan kemampuan diri untuk meraih hasil baik di kompetisi domestik harus dibangun kembali.

Selama ini, satu hal yang membedakan Dortmund di Bundesliga dengan Dortmund di Liga Champions adalah semangat bertanding dan kepercayaan diri. Menjelang pertandingan Eropa, para pemain Dortmund selalu terlihat bersemangat dan penuh keyakinan. Reaksi yang bertolak belakang mereka tunjukkan setiap kali menjelang laga Bundesliga. Karenanya, tak mengherankan jika nasib baik lebih sering mengiringi Dortmund di Liga Champions.

Jika Dortmund tidak meninggalkan kebiasaan kalah sebelum berperang, maka nasib mereka di Bundesliga akan sesuai dengan prediksi Hummels. Dan bisa saja kenangan buruk tahun 1972 terulang karenanya.

Harus Lebih Kreatif dan Mematikan

Belum lagi bursa transfer musim dingin resmi dibuka, Dortmund telah mendatangkan seorang pemain baru bernama Kevin Kampl. Pemain berusia 24 tahun ini memang tidak memiliki nama besar, namun Kampl adalah pemain yang dibutuhkan oleh Dortmund.

Selama dua setengah musim bermain untuk Red Bull Salzburg, Kampl berhasil mencetak 29 gol dan 54 assist dari 109 pertandingan. Catatan impresif tersebut membuat Kampl, menurut Transfermarkt, diminati oleh Arsenal, Everton, FenerbahΓ§e, Galatasaray, dan Leverkusen.

Satu keunggulan yang dimiliki Kampl adalah jaminan sukses. Sudah merupakan rahasia umum bahwa setiap pemain baru adalah sebuah perjudian. Selalu ada peluang sukses dan gagal yang sama besar dalam setiap rekrutan baru. Bersama Kampl, Dortmund memiliki peluang terjadinya kesalahan transfer yang lebih kecil dari 50%.

Jaminan tersebut datang dari dua musim pertama Kampl di Red Bull Salzburg. Sejak 2012 hingga 2014, Kampl bermain dan berlatih di bawah perintah dan pengawasan langsung Roger Schmidt. Schmidt, yang kini menjadi pelatih kepala Leverkusen, menerapkan strategi Pressing Machine – yang tidak lain dan tidak bukan adalah versi ekstrem dari Gegenpressing Dortmund – di Red Bull Salzburg. Dan Kampl adalah bagian penting dari mesin mematikan itu. Bermain di tingkat kesulitan yang lebih rendah, Kampl tentunya tidak akan menemukan banyak kesulitan untuk masuk ke tim utama dan menerjemahkan perintah Klopp.

Timing kedatangan Kampl juga sempurna, mengingat kini Dortmund memang sedang dilanda krisis kreatifitas. Henrikh Mkhitaryan dan Marco Reus masih menjalani proses penyembuhan cedera sedangkan Guendogan dan Shinji Kagawa belum kembali ke performa puncak mereka.

Namun Kampl saja tidak cukup. Dortmund masih membutuhkan setidaknya satu pemain baru. Seorang penyerang. Karena Ji Dong Won hijrah ke Augsburg, Dortmund praktis hanya memiliki AdriΓ‘n Ramos dan Ciro Immobile. Dan keduanya tidak cukup tajam.

Alasan di balik minimnya jumlah gol Dortmund bukanlah minimnya peluang untuk mencetak gol; namun rendahnya konversi peluang menjadi gol.

Pencetak gol terbanyak Dortmund sejauh ini adalah Pierre-Emerick Aubameyang. Namun untuk mencetak lima gol saja Aubameyang membutuhkan 50 tembakan. Bandingkan catatan tersebut dengan Arjen Robben (pencetak gol terbanyak Bayer Muenchen sejauh ini) yang sudah berhasil mencetak 10 gol dari 58 tembakan. Atau dengan Eric-Maxim Choupo-Moting, penyerang baru FC Schalke 04 yang hanya membutuhkan 40 tembakan untuk mencetak 9 gol.

Atau, agar lebih mengena, bandingkan Aubameyang dengan Robert Lewandowski. Eks penyerang andalan Dortmund tersebut sudah berhasil mencetak tujuh gol dari 52 tembakan pertamanya untuk Bayern.

Dortmund membutuhkan seorang penyerang, dan ia harus memiliki jaminan tajam sebaik jaminan kreatif yang ditawarkan oleh Kampl.

===

* Akun twitter penulis: @nurshiddiq dari @panditfootball

(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads