Menanti Kehebatan Striker Lulusan Eredivisie

Menanti Kehebatan Striker Lulusan Eredivisie

- Sepakbola
Senin, 11 Mei 2015 12:18 WIB
Menanti Kehebatan Striker Lulusan Eredivisie
Memphis Depay (VI Images via Getty Images)
Jakarta -

Lewat akun Facebook resminya Manchester United mengumumkan telah menjalin kesepakatan dengan PSV Eindhoven dan Memphis Depay. Top skorer Liga Belanda itu dikabarkan tinggal merampungkan tes medis di Manchester.

Jika kesepakatan ini terjadi, maka mendatangkan top skorer Eredivisie akan menjadi tren baru klub Inggris setiap musimnya. Sebelum Depay, tercatat nama-nama seperti Dennis Bergkamp, Jari Litmanen, Luc Nillis, Ruud van Nistelrooy, Mateja Kezman, Dirk Kuyt, Afonso Alves, Luis Suarez, dan Wilfried Bony, yang hijrah setelah menjadi pemain tersubur di Belanda.

Eredivisie kerap dianggap sebelah mata setelah menurunnya performa tim-tim mereka di Eropa, yang dimulai dari musim 1995/1996, saat Ajax dikandaskan Juventus di final Liga Champions. Setelah itu tidak ada lagi prestasi yang membanggakan dari klub-klub Belanda, setelah terakhir kali Feyenoord mengangkat Piala UEFA musim 2001/2002.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun demikian, tidak sedikit pemain Eredivisie yang kemudian tampil cemerlang di luar Belanda. Salah satu kelompoknya adalah para pencetak gol terbanyak Eredivisie yang hijrah ke EPL.

Diawali Kepindahan Dennis Bergkamp

Tren ini sebenarnya sudah dimulai sejak musim 1995/1996. Kala itu Arsenal menggaet Dennis Bergkamp yang merupakan pencetak gol terbanyak Eredivisie selama tiga musim berturut-turut sejak 1990/1991. Namun Bergkamp tidak langsung pindah dari Ajax ke Arsenal, melainkan singgah terlebih dahulu di Italia bersama Inter Milan.

Kepindahan Bergkamp ke Italia tidak lain kerena kala itu Serie A tengah menanjak yang ditandai dengan sejumlah prestasi di kompetisi Eropa. Bergkamp pun mengukuti jejak top skorer Eredivisie selama empat musim berturut-turut: Marco van Basten.

Semasa di Arsenal, Bergkamp mencapai masa puncaknya dengan mencetak belasan gol tiap musimnya sejak 1995-1999. Setelah itu, capaian golnya menurun karena diinstruksikan untuk berperan sebagai penyuplai bola bagi Thierry Henry. Semasa di Arsenal, Bergkamp mencetak 120 gol dan 124 assist dari semua pertandingan.



Kepindahan secara resmi top skorer Eredivisie langsung ke EPL terjadi saat Luc Nillic pindah dari PSV ke Aston Villa. Namun, kepindahan tersebut tidak dianggap sebagai β€œtransfer”. Pasalnya, Nillic pindah karena kontraknya habis.

Nilai transfer pertama untuk top skorer Eredivisie langsung ke kesebelasn EPL bernilai 18,5 juta poundsterling atas nama Ruud van Nistelrooy dari PSV ke Manchester United. Kepindahan tersebut terbilang besar karena angka 18,5 juta pounds bukanlah angka yang kecil pada masa itu.

Nistelrooy jelas tak mau mengecewakan Sir Alex Ferguson yang memboyongnya ke Inggris. Sepanjang musim Nistelrooy selalu mencetak di atas 20-an gol, kecuali pada musim 2004/2005 di mana ia hanya bermain 17 kali dengan mencetak enam gol. Nistelrooy kemudian menjadi pencetak gol terbanyak MU di kompetisi Eropa dengan koleksi 38 gol.



Mereka yang Gagal Memberikan Dampak

Kepindahan Nistelrooy menimbulkan keinginan serupa dari klub Inggris lain. Chelsea yang baru ditukangi Jose Mourinho mendatangkan Mateja Kezman yang merupakan top scorer Eredivisie tiga kali dalam empat tahun beruntun.

Namun Kezman gagal memberikan dampak besar bagi Chelsea. Ia seperti kehilangan sentuhannya dalam mencetak gol. Satu musim bersama Chelsea, Kezman bermain 25 kali dan hanya mencetak empat gol. Meskipun demikian, pria kelahiran Belgrade, Yugoslavia, tersebut mengaku kalau kepindahannya ke Chelsea merupakan klimaks dalam karirnya.



Sejumlah top skorer Eredivisie yang hijrah ke EPL tidak selamanya sukses. Selain Kezman terdapat nama Jari Litmanen, Luc Nills, serta Afonso Alves, yang gagal memberikan dampak besar bagi kesebelasan.

Dari top skorer yang gagal memberikan dampak, Luc Nilis merupakan yang paling parah. Ia hanya bermain tiga kali untuk Aston Villa dan mencetak satu gol. Padahal, Nilis digadang-gadang mengikuti jejak Bergkamp yang sukses bersama Arsenal.

Kala itu Nilis tengah bertanding menghadapi Ipswich Town pada 2000. Nilis bertabrakan dengan kiper Ipswich, Richard Wright, yang menyebabkan kakinya patah. Takut kakinya diamputasi, Nilis pun memutuskan pensiun lebih cepat.

Bergabung ke Papan Tengah

Lain dengan Bergkamp, Nistelrooy, dan Kezman, yang bergabung dengan kesebelasan top five, Luis Suarez dan Wilfried Bony, bergabung dengan kesebelasan papan tengah Liga Inggris. Suarez bergabung dengan Liverpool (peringkat keenam) pada pertengahan musim 2010/2011, sedangkan Bony pada awal musim 2013/2014 ke Swansea City (peringkat ke-12).

Suarez dan Bony tampil impresif. Keduanya menjadi andalan di Liverpool dan Swansea dalam urusan mencetak gol. Suarez kemudian dihargai 75 juta pounds oleh Barcelona, sedangkan Bony dihargai 25 juta pounds oleh Manchester City.

Selain itu, terdapat sejumlah nama yang bukan pencetak gol terbanyak Eredivisie, tapi melambung di EPL. Sebut saja Graziano Pelle yang menjadi juru gedor Southampton. Lalu, terdapat nama Robin van Persie yang hijrah dari Feyenoord ke Arsenal. Tidak lupa pula ada nama Dirk Kuyt yang meski mengalami penurunan mencetak gol, tapi menjadi pilihan di lini serang Liverpool para periode 2006-2012.

Selain penyerang, Eredivisie pun menghasilkan gelandang serang bertenaga macam Park Ji Sung, serta gelandang dengan kemampuan individu yang baik macam Christian Eriksen di Tottenham Hotspur.

Tren Formasi yang Menjadi Kendala

Saat ini formasi 4-2-3-1 menjadi tren, termasuk bagi kesebelasan EPL. Formasi tersebut umumnya memerlukan penyerang yang mampu bermain lebih fleksibel dengan menjemput bola hingga area tengah. Dalam formasi tersebut, penyerang juga mesti mampu menjadi tembok pemantul maupun pembuka ruang bagi lini kedua kesebelasan.

Ini yang kemudian mengancam keberlangsungan tren kehebatan penyerang Eredivisie yang terbiasa beroperasi di area kotak penalti. Bsports berpendapat, kehebatan para penyerang Eredivisie tidak lepas dari gaya bermain serta kultur sepakbola di Belanda yang bermain terbuka. Bsports pun menyatakan bahwa Eredivisie adalah tempat yang tepat bagi penyerang muda untuk mengasah ketajamannya. Argumen tersebut didukung dengan rasio gol di Eredivisie pada 2012 dan 2013 yang mencapai tiga gol dalam satu pertandingan.

β€œDengan permainan terbuka, permainan yang mengalir di Belanda, dibandingkan dengan liga yang cenderung bertahan, misalnya Serie A Italia, banyak penyerang Eredivisie yang sukses di Belanda tidak bisa mereplikasi cara mereka mencetak gol di liga yang lebih baik,” tulis Bsports.

Hijrah ke EPL membuat pemain β€œalumni” Eredivisie mesti menyesuaikan diri dengan gaya bermain maupun kultur sepakbola di Inggris. Terlebih, saat ini banyak pelatih yang bermain lebih bertahan dan tertutup sehingga menyulitkan penyerang untuk berkembang dan mencetak banyak gol. Belum lagi perubahan peran pemain yang bukan sesuai dengan posisi alami mereka.

Penurunan jumlah gol Bergkamp tidak lain karena Arsene Wenger memintanya menjadi penyuplai bola bagi Henry. Ini bisa dibuktikan lewat penurunan jumlah gol Bergkamp tepat di musim saat Henry pindah ke Arsenal.

Sementara itu, kegagalan Kezman gagal mencetak banyak gol bagi Chelsea karena hadirnya Didier Drogba di lini depan. Ini ditambah dengan Mourinho yang memilih menggunakan satu penyerang. Kalaupun bermain, Kezman harus memulainya dari bangku cadangan, yang membuat peluangnya mencetak gol teramat kecil. Padahal selama di PSV, ia mencetak 105 gol dari 122 penampilan.

Pertanyaanya kemudian adalah bagaimana peluang Memphis Depay di MU? Saat ini ia satu kelompok dengan Bergkamp, Nistelrooy, dan Kezman, yang bergabung dengan kesebelasan top five EPL. Namun, apakah karirnya akan seperti Nistelrooy atau malah menjadi Kezman, hal tersebut akan ditentukan dari cara Van Gaal memberinya peran di atas lapangan. Tentu, semoga saja ia tak berbenturan yang mengakibatkan cedera panjang sehingga mengikuti nasib Luc Nilis.


====

* Akun twitter penulis: @Aditz92 dari @panditfootball
** Foto-foto: Getty Images

(krs/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads