Di bawah asuhan pria kelahiran 1 Maret 1964 itu, Nonda dan Diouf berkembang menjadi pesepakbola berlabel bintang di Liga Prancis. Karena bermasalah dengan manajemen klub, dia kemudian meninggalkan Rennes pada 2001.
Lyon menarik Le Guen pada 2002 menggantikan Jacques Santini sebagai pelatih, sehabis mereka meraih gelar juara Ligue 1 untuk pertama kalinya. Le Guen sempat mengalami hasil buruk dengan hanya memenangi tiga partai dari 9 pertandingan pertama musim itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Le Guen kembali lepas dari urusan sepakbola selama satu musim. Ia menolak pinangan memegang posisi pelatih dari beberapa klub top Eropa, termasuk Benfica dan Lazio. Ia juga menyatakan tidak akan kembali mengasuh mantan klubnya saat masih bermain, PSG.
Pada 11 Maret 2006, Le Guen akhirnya setuju menjadi pelatih Glasgow Rangers menggantikan Alex McLeish. Dia menandatangani kontrak tiga tahun dengan opsi bisa menambah durasi tinggalnya di Ibrox.
Namun lagi-lagi Le Guen membuat awal tak bagus di Rangers. Rekor dirinya di sepuluh partai pertama di Liga Skotlandia menjadi paling buruk, mengalahkan rekor sebelumnya pada musim 1978-1979. Rangers kemudian terdepak dari Piala Liga Skotlandia di perempat final, dan setelah terlibat perselisihan terkait keputusan melepaskan ban kapten milik Barry Ferguson, Le Guen akhirnya angkat kaki dari Ibrox.
Pada 15 Januari 2007, Le Guen memutuskan kembali ke PSG sebagai pelatih menggantikan Guy Lacome. Saat datang ke Parc des Princes, Les Parisiens terperosok di peringkat ke-17 di Ligue 1.
Akhir musim Le Guen menghindarkan PSG dari degradasi. Meski sanggup menjuarai Piala Liga dan tampil di Piala Perancis sehingga lolos ke Piala UEFA pada musim berikutnya, penampilan PSG tidak konsisten dengan menderita kekalahan di empat partai akhir musim. Sebab itu, pada Mei 2009 Les Rouge-et-Bleu tidak memperpanjang kontrak Le Guen dan ia dipersilakan pergi di akhir musim 2008-2009.
Selepas kontraknya selesai, Le Guen diangkat sebagai pelatih tim nasional Kamerun pada Juli 2009 dengan kontrak lima tahun. Mantan pemain timnas Perancis yang pernah gagal tampil di Piala Dunia 1994 itu membuat pengaruh cepat dengan menjadi tim pertama yang lolos ke Afrika Selatan 2010. Ia juga memilih Samuel Etoβo sebagai kapten untuk menggantikan pemain veteran Rigobert Song. (din/a2s)











































