Berkarir sebagai pesepakbola, Lippi tidak memiliki prestasi gemilang di level klub bahkan timnas. Mulai berkarir pada 1969, sebagian besar karirnya sebagai pemain dihabiskan di Sampdoria selama 10 musim. Dia juga pernah dipinjamkan ke klub Seri C bernama Savona selama satu musim. Sedangkan di level timnas, belum pernah sekalipun Lippi dipanggil untuk memperkuat Gli Azzuri.
Setelah pensiun pada 1982, karir kepelatihan Lippi dimulai dengan mengarsiteki tim Sampdoria junior. Pria berambut putih itu tercatat pernah melatih sejumlah klub tak terkenal di antaranya Pontedera, Siena, Pistoiese, Carrarese, Cessena dan Lucchese sebelum akhirnya menangani Atalanta pada 1992-93 disusul Napoli semusim kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lepas dari Juventus, Lippi mencoba peruntungan bersama rival klub pendahulunya, Inter Milan. Menangani Inter, sentuhan Lippi kurang berhasil. Ia hanya mampu mengantarkan tim 'Biru Hitam' tersebut menjadi finalis Coppa Italia 2000. Sehingga ia pun memutuskan kembali ke Turin dan lagi-lagi mempersembahkan dua gelar bagi Juventus dan menjadi finalis Liga Champions 2003.
Sentuhan ajaibnya membuat Lippi ditunjuk untuk melatih timnas Italia. Ia pun akhirnya sukses mempersembahkan Piala Dunia 2006 untuk Negeri Pizza itu lewat taktik pertahanan yang kuat. Setelah 'tugas'-nya selesai, Lippi pu mengundurkan diri dan digantikan oleh Roberto Donadoni. Di bawah Donadoni, Italia gagal bersinar di Euro 2008. Sehingga Lippi kembali ditunjuk untuk mengarsiteki timnas Italia dan sukses membawa Gli Azzuri meraih tiket ke Afrika Selatan.
Dengan sederet prestasi yang telah ditorehkannya, Lippi diganjar sejumlah penghargaan individu. Pelatih kelahiran Tuscan tersebut dinobatkan sebagai pelatih terbaik Seri A (1997, 1998, 2003), pelatih timnas terbaik versi IFFHS 2006, pelatih klub terbaik versi IFFHS (1996, 1998) dan Onze d'Or sebagai pelatih tahun ini pada 2007. (din/a2s)











































