Ketika masih menjadi pesepakbola di akhir 70-an, prestasi Loew tidaklah menonjol. Tercatat ia hanya mengoleksi empat caps bersama tim Jerman U-21 dan tidak pernah dipanggil ke tim senior Der Panzer.
Pada pertengahan 1990-an, pria yang lahir di Schonau, Jerman Barat itu hijrah ke Swiss denga menjadi pemain-pelatih Swiss Minnows Wintherthur dan FC Frauenfeld. Pada 1996, Loew memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya dan melatih VFB Stuttgart sebagai asisten pelatih Rolf Fringer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim berikutnya, Loew terbang ke Turki untuk melatih Fenerbahce (1998-99) dan Adanaspor (2001) dan kembali menuai sukses.
Setelah mengecap kesuksesan di Turki tak membuat pria yang dulunya adalah seorang gelandang ini cepat puas. Ia terus berkelana untuk memiliki pengalaman dan akhirnya tibalah ia di Austria. Pada 2001-02, Loew menangani klub yang kini telah mati Tiro Innsbruck dan berhasil membawa timnya jadi juara liga Austria sebelum menerima tawaran untuk melatih Austria Wina selama satu tahun.
Pada 2004, Joachim Loew akhirnya kembali ke Jerman. Sekembalinya, ia langsung ditunjuk menjadi asisten pelatih timnas Jerman oleh pelatih kepala Juergen Klinsmann.
Duet Klinsmann-Loew cukup mengesankan. Pada 2005, Jerman mengisi tempat ke-3 Piala Konfederasi disusul menjadi finalis Piala Dunia 2006.
Pasca sebulan gelaran Piala Dunia usai, Klinsmann memutuskan untuk mengundurkan diri. Posisi Klinsi yang lowong ini membuat Loew kini resmi menjadi pelatih timnas Jerman.
Ujian berat menghadang Loew di babak kualfikasi Piala Dunia 2010. Anak-anak asuhannya bermain kurang menggigit di putaran awal. Pria dengan tinggi tubuh 181 cm itu akhirnya sukses mengantarkan Miroslav Klose cs ke Afrika Selatan setelah menjuarai grup empat zona Eropa dengan selisih empat poin dari runner up Rusia. (din/a2s)











































