Mulai tahun 1996, mantan pemain Wolverhampton Wanderers era 1980-an ini membesut Central United, dia membawa klub tersebut finis di papan tengah pada musim pertamanya. Herbert kemudian meraih sukses setelah membantu Central United menjuarai Chatham Cup di 1997 dan 1998.
Setahun berselang cerita sukses lain berhasil dia torehkan saat mengantar klub tersebut menjuarai format baru kompetisi liga Selandia Baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai Direktur Pengembangan Teknis, pesepakbola yang sempat tampil di Piala Dunia 1982 ini bertanggung jawab terhadap tim Olimpiade Selandia Baru di Olimpiade 2004. Namun kali ini kenyataan pahit harus diterima lantaran dia gagal meloloskan Selandia Baru.
Harbert resmi ditunjuk sebagai pelatih senior Selandia Baru, menggantikan Mick Waitt, pada 25 Februari 2005. Startnya bersama All Whites berjalan memuaskan karena langsung memetik kemenangan saat menundukkan Georgia 3-1 dalam sebuah laga persahabatan di Jerman pada Mei 2006.
Tahun 2007 Harbert mendapat pengakuan sebagai pelatih terbaik Selandia Baru. Setahun berselang dia membawa All Whites menjuarai Piala Oceania 2008, yang secara otomatis meloloskan mereka ke Piala Konfederasi 2009 di Afrika Selatan.
Sukses tersebut ternyata bisa dilanjutkan Harbert di Kualifikasi Piala Dunia. Memenangi laga play off menghadapi Bahrain, Harbert berhasil meloloskan Selandia Baru ke Piala Dunianya yang kedua. (din/a2s)











































