Dua tahun lalu, banyak pengamat yang tak menduga jika Thailand gagal lolos kualifikasi grup di Piala AFF 2010. Setelah berbenah di sana-sini, target juara pun mereka usung di Piala AFF 2012 kali ini.
Kala itu Thailand padahal dianggap sebagai tim yang paling siap di antara tim lainnya. Hal tersebut --salah satunya-- terlihat dari bagaimana tim berjuluk "Gajah Putih" itu menyewa seorang legenda Inggris dan Manchester United, Bryan Robson, sebagai pelatih utama.
Tetapi, prediksi seringkali hanya berlaku di atas kertas. Faktanya memang demikian, hanya mampu meraih dua hasil seri atas Laos (2-2) dan Malaysia (0-0), serta satu kekalahan dari Indonesia (2-1), Thailand mesti menanggung malu karena tak lolos dalam babak kualifikasi. Robson pun langsung mengundurkan diri paska turnamen dengan alasan kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka setelah kegagalan mengejutkan di AFF 2010 lalu, Federasi Sepakbola Thailand (FAT) pun langsung berbenah dengan menunjuk nama Winfried Schaefer sebagai pelatih dengan durasi kontrak selama tiga tahun.
Schaefer, kendati tak seterkenal Robson, bukanlah nama sembarangan. Pengalamannya melatih VfB Stuttgart selama semusim (1998-1999) dan timnas Kamerun selama empat musim (2001-2004, termasuk membawa Kamerun menuju Piala Dunia 2002), jelas jaminan mutu.
Tak heran jika FAT langsung memberikan target juara kepada pelatih 62 tahun tersebut. Terlebih, "The War Elephant" juga berstatus sebagai tuan rumah penyisihan Grup A yang berisikan Myanmar, Vietnam, dan Filipina.
Schaefer pun menyanggupi tantangan tersebut. Akan tetapi, belum apa-apa, Schaefer harus bertemu dengan kendala pertama terkait persiapan skuat. Pelatih berkebangsaan Jerman itu mengaku tak bisa total dalam mempersiapkan skuat lantaran kompetisi reguler Thailand (TPL) baru berakhir akhir pada Oktober lalu, serta final FA Cup dan The League Cup baru berlangsung 4 dan 10 November.
Adu kepentingan antara klub-timnas pun tak dapat dielakkan. Empat dari enam pemain asal klub Buriram United yang semula diplot masuk skuad bayangan tak memenuhi panggilan timnas. Sebuah ujian serius bagi Schaefer sebelum meladeni Filipina sebagai lawan pertama di Piala AFF 2012 pada 24 November 2012 mendatang.
Vietnam
|
|
Vietnam datang ke Piala AFF 2012 ini dengan membawa misi untuk membalas kegagalan mereka mempertahankan gelar juara di tahun 2010 lalu.
Di Piala AFF 2008, Vietnam tampil sebagai juara. Mereka menjadi kampiun setelah mengalahkan Thailand di babak final dengan agregat 3-2.
Namun Vietnam gagal mempertahankan mahkota juara itu di Piala AFF 2010 lalu. Lolos ke semifinal dengan status sebagai juara Grup B, Vietnam kemudian harus memupus harapannya untuk melangkah ke final setelah dihentikan Malaysia dengan agregat 0-2.
Bersama pelatih baru, Phan Thanh Hung, Vietnam berharap bisa mengulang kesuksesan yang pernah diraih di tahun 2008 itu. Sejauh ini, selama 11 kali memimpin Vietnam, Hung memberi lima kemenangan, empat hasil imbang dan dua kali kalah.
Vietnam tergabung di Grup A bersama tuan rumah Thailand, Filipina, dan Myanmar. Vietnam akan mengawali Piala AFF 2012 dengan menghadapi Myanmar, 24 November mendatang.
Filipina
|
|
Pencapaian itu menjadi yang terbaik dalam sepanjang sejarah keikutsertaannya dalam pesta sepakbola se-Asia Tenggara itu. Sejak pertama digelar pada 1996 dengan nama Tiger Cup, laju paling kencang The Azkals hanya sampai fase grup.
Sepakbola Filipina mengalami periode buruk sekitar setengah dasawarsa terakhir. Di September 2006, mereka terpuruk di rangking 195 alias yang terburuk dalam sepanjang sejarahnya. Namun, di akhi tahun mereka naik ke peringkat 171 dunia menyusul penampilan bagus di kualifikasi Piala AFF 2007.
Lolos ke babak utama, Filipina justru terpuruk. Tersingkir di fase grup dengan menempati posisi buncit dengan satu kali seri jadi hasil terbaik. Dengan target awal masuk semifinal, kegagalan itu membuat pelatihnya saat itu, Aris Caslib, mengundurkan diri.
Sejak saat itu Filipina gagal untuk lolos ke kompetisi mayor dan bergonta-ganti pelatih. Di Piala AFF 2008, Filipina mengalami kemunduran dengan gagal lolos dari babak kualifikasi setelah kalah selisih gol dari Kamboja.
Era kebangkitan Filipina dimulai pada dua tahun lalu. Mengandalkan pemain-pemain naturalisasi, tim yang saat itu ditangani Simon Mcmenemy itu membuat gebrakan.
Dimotori oleh Yonghusbands Bersaudara, Filipina tidak terkalahkan di fase grup dan secara mengejutkan mampu mengalahkan juara bertahan Vietnam. Filipina juga jadi tim yang pertama kali lolos ke babak knock out untuk kali pertama, namun kalah agregat 2-4 dari Indonesia di semifinal.
Penampilan Filipina semakin menanjak. Setelah membukukan kemenangan pertamanya di kualifikasi Piala Dunia 2014 atas Sri Lanka 4-0 di leg kedua pada 3 Juli 2011 setelah imbang 1-1 di leg pertama.
Filipina juga berhasil tampil sebagai peraih tempat ketiga AFC Challenge Cup dengan menundukkan Palestina 4-3. Dalam prosesnya, mereka mengalahkan juara sebelumnya India 2-0 dan 2-1 melawan Tajikistan untuk maju ke semifinal tapi kemudian kalah dari Turkmenistan 2-1 dalam perebutan tiket ke final.
Rekor Filipina dengan negara-negara tetangganya belakangan ini pun cukup bagus. Dalam persiapannya mengikuti AFF tahun ini, Filipina membukukan dua kali kemenangan atas Singapura 2-0 (7/9), imbangi Bahrain tanpa gol (12/10) dan kalah tipis 1-2 dari Kuwait (16/10) sebelum menang lagi dari Singapura 1-0 (15/11) di laga persiapan terakhirnya.
Myanmar
|
|
Namun prestasi Myanmar mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Di ajang Piala AFF, capaian tertinggi mereka adalah kala menembus semifinal di tahun 2004. Selebihnya, langkah mereka selalu terhenti di fase grup.
Di Piala AFF 2010 lalu, Myanmar terbenam di dasar klasemen Grup B. Mereka hanya mengumpulkan satu poin setelah hanya mampu meraih satu hasil imbang dan menelan dua kekalahan.
Di Piala AFF 2012 ini, Myanmar lolos ke putaran final lewat babak kualifikasi. Mereka memuncaki klasemen akhir kualifikasi dengan 10 poin dan tergabung di Grup A.
Myanmar akan mengarungi Piala AFF 2012 bersama pelatih baru, Park Sung-hwa. Pelatih asal Korea Selatan itu diharapkan bisa membangkitkan kembali sepakbola Myanmar.
Myanmar tergabung di Grup A bersama tuan rumah Thailand, Filipina, dan Vietnam. Myanmar akan mengawali langkahnya di Piala AFF 2012 dengan menghadapi Vietnam, 24 November mendatang.
Malaysia
|
|
Keberhasilan Malaysia menjuarai AFF 2010 bisa dibilang mengejutkan. Tim Harimau Malaya hanya keluar sebagai runner-up grup di bawah Indonesia dengan selisih lima poin dan sempat dibantai 1-5.
Namun, Malaysia tampil apik di babak semifinal dengan mengalahkan juara bertahan Vietnam sebelum gantian menundukkan Indonesia untuk menyabet trofi juara.
Pencapaian yang bisa dibilang luar biasa karena pada 2008, langkah Malaysia hanya samapi babak grup saja. Sebelum juara, hasil terbaik Malaysia di kejuaraan sepakbola Asia Tenggara ini adalah runner-up yang diperoleh di edisi perdana pada 1996.
Malaysia punya sejarah bagus di masa lalu. Sebelum terbentuk negara Malaysia pada 1963, timnas Malaysia dikenal dengan nama timnas Malaya dan berhasil merebut medali perunggu Asian Games 1962.
Setelah negara Malaysia berdiri begitupula dengan timnas-nya, Malaysia berhasil lolos ke Olimpiade Munich 1972 meski hanya sampai babak pertama. Dua tahun kemudian, Malaysia kembali berjaya di Asia dengan memperoleh medali perunggu di Asian Games dan lolos ke Piala Asia 1976 dan 1980.
Pada tahun yang disebut terakhir, Malaysia lagi-lagi lolos ke Olimpiade di Moskow tapi lantas memilih untuk memboikotnya. Mereka juga berhasil memenangi turnamen Merdeka (turnamen antar sejumlah negara yang digelar khusus untuk memperingat hari kemerdekaan Malaysia) sebanyak tiga kali jadi juara, empat kali runner-up dan dua kali jadi juara ketiga di era 1970-an.
Akan tetapi di era 90-an, era keemasan Malaysia memudar. Di tahun 1994, sepakbola Malaysia terlibat skandal suap dalam skala besar dan gagal mengulang sukses yang pernah diraihnya di masa lalu kendati sudah mendatangkan pelatih handal, Claude Le Roy.
Setelah berganti-ganti pelatih, Malaysia kembali mendatangkan pelatih asing Allan Harris yang pernah menjadi assisten manajer Terry Venables di Barcelona. Namun Harris hanya bertahan tiga tahun saja dan keluar pada 2004.
Barulah pada 2009, Malaysia mulai bangkit setelah kembali diarsiteki oleh Datuk K. Rajagopal. Di tangan Rajagopal Malaysia jadi jawara Asia Tenggara dengan menggondol medali emas SEA Games 2009, 2011 dan Piala AFF 2010.
Dalam upaya mempertahankan gelarnya, Malaysia melakukan persiapan serius. Sejak September, Malaysia telah melakukan serangkaian partai ujicoba di antaranya dengan mengalahkan Kamboja 2-0 (20/9), Hongkong 3-0 (16/10).
Namun di tiga laga ujicoba terakhirnya, Malaysia justru tidak pernah menang yaitu ditekuk Vietnam 0-1 (3/11), Thailand 0-2 (7/11) dan terakhir diimbangi Hongkong 1-1 (14/11).
Indonesia
|
Antara/Yudhi Mahatma
|
Dari mulai gerakan suporter yang berlangsung selama Piala AFF 2010, hingga turunnya rezim Nurdin Halid dan pergantian kepengurusan, Indonesia sudah sampai ke titik di mana guncangan itu membawa pergolakan pula ke tubuh tim nasional. Adanya dualisme kompetisi dan serentetan kejadian tidak menyenangkan lainnya --kekalahan telak 0-10 dari Bahrain dan peringkat FIFA yang terus merosot-- membuat pandangan miris dan stigma negatif kerap diarahkan ke tubuh 'Skuat Garuda'.
Pertanyaannya dengan keadaan yang tidak menyenangkan itu, sejauh mana Indonesia bisa melangkah di Piala AFF kali ini? Ini adalah tantangannya.
Berkali-kali pelatih Nil Maizar menyatakan optimistis dengan skuat yang dimilikinya. Dia tidak pernah mengeluhkan materi skuat yang dimilikinya yang tidak diisi nama-nama senior lantaran tak dilepas klub masing-masing. Sebaliknya, dia berusaha memaksimalkan siapa pun yang ada di dalamnya. Dalam bahasa Nil, pekerjaan melatih seperti ini haruslah dilakukan dengan kepenuhan hati.
Indonesia masih memiliki Bambang Pamungkas di lini depan plus seorang gelandang senior bernama Elie Aiboy. Keduanya bakal bahu-membahu dengan para juniornya seperti Irfan Bachdim, Andik Vermansah, Vendry Mofu, hingga Wahyu Wijiastanto dan Endra Prasetya. Nama-nama itu masih ditambah wajah "asing" seperti Jhonny van Beukering dan Tonnie Cusell. Di bahu merekalah pertanyaan sejauh mana Indonesia akan melangkah itu dibebankan.
Bepe mencetak satu gol dalam laga ujicoba melawan Timor Leste. Sementara, Irfan, yang posisi aslinya memang gelandang, lebih banyak diplot sebagai pengatur serangan. Dalam dua laga ujicoba terakhir, Irfan banyak turun ke lini tengah untuk merebut bola sekaligus aktif mengalirkan bola ke seluruh lapangan. Kinerjanya yang lebih cocok untuk diplot sebagai gelandang itu diperkirakan bakal lebih klop jika dibantu Taufiq, Vendry, ataupun Cusell.
Mampukah Indonesia melewati hadangan Singapura, Malaysia, dan Laos di fase grup? Kita nantikan saja. Yang jelas, dengan segala gegap gempita dua tahun silam, dan kerinduan untuk mengangkat trofi lagi, jawaban dari pertanyaan itu bisa jadi adalah "harus bisa".
Singapura
|
|
Tapi, dalam beberapa tahun terakhir, Singapura mengalami penurunan dan tidak setangguh dulu. Di Piala AFF 2008, mereka cuma mencapai babak semifinal. Dua tahun berikutnya, tim yang masih dilatih Radojko Avramovic ini malah tersingkir di babak grup.
Setelah hasil-hasil tak memuaskan itu, Avramovic membangun lagi timnya. Dia memasang target tinggi di turnamen tahun ini, yakni minimal lolos ke final.
Namun, sejauh ini Singapura belum kembali ke level terbaiknya. Dari 11 laga yang mereka jalani sepanjang tahun ini, cuma tiga yang berakhir dengan kemenangan. Tiga lainnya berakhir seri, sedangkan sisanya berujung kekalahan.
Beberapa wajah lama masih menghiasi skuat Singapura di Piala AFF 2012, seperti Daniel Bennet, Shi Jiayi, dan Aleksandar Duric. Mereka juga punya pemain-pemain yang pernah membela klub Indonesia, seperti Khairul Amri, Agu Casmir, Baihakki Khaizan, Fahrudin Mustafic, dan kapten Shahril Ishak.
Singapura tergabung di Grup B bersama tuan rumah Malaysia, Indonesia, dan Laos. Mereka akan menghadapi Malaysia di patai pembuka, Minggu (25/11/2012) mendatang.
Laos
|
|
Meski di laga selanjutnya mereka dibantai Indonesia dan Malaysia, keberhasilan Laos mengimbangi Thailand menunjukkan bahwa mereka sudah mengalami kemajuan dibandingkan waktu-waktu sebelumnya, di mana mereka sering dijadikan lumbung gol tim lawan.
Laos lolos ke putaran final Piala AFF dengan status runner-up babak kualifikasi. Tim yang dilatih Kokichi Kimura itu mengumpulkan tujuh poin dari empat laga dan sukses menyisihkan Timor Leste dan Brunei Darussalam.
Laos masuk Grup B bersama tuan rumah Malaysia, Indonesia, dan Singapura. Mereka akan menantang Indonesia di laga perdana di Stadion Nasional Bukit Jalil, Minggu (25/11/2012) mendatang.
Di Piala AFF tahun ini, skuat Laos banyak diisi oleh pemain-pemain muda. Mereka juga masih akan mengandalkan beberapa muka lama seperti Ketsada Souksavanh, Saynakhonevieng Phommapanya, dan Visay Phaphouvanin.










































