Malaysia dan Ekspektasi Buat Mereka

Catatan dari Kuala Lumpur

Malaysia dan Ekspektasi Buat Mereka

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Minggu, 25 Nov 2012 10:30 WIB
Malaysia dan Ekspektasi Buat Mereka
detiksport/Rachman Haryanto
Kuala Lumpur -

Membicarakan sebuah turnamen memang tidak bisa lepas dari membicarakan juara bertahannya. Untuk publik Indonesia, pembahasan soal Malaysia bisa jadi bukan hal yang paling penting. Tapi dalam konteks turnamen, bisa jadi berbeda.

Entah apakah Jakarta akan ramai jika saja yang memenangi turnamen dua tahun lalu adalah Indonesia dan fase grup turnamen kali ini kembali di adakan di kota itu. Kuala Lumpur tidaklah ramai dengan atmosfer Piala AFF. Tak ada tanda-tanda fase grup Piala AFF 2012 dihelat di kota ini.

Satu hari sebelum pertandingan, Sabtu (24/11/2012), penjualan tiket di Stadion Bukit Jalil pun relatif sepi. Tak ada antrean. Hanya ada satu-dua orang yang mendatangi loket untuk membeli tiket pertandingan. Saya tidak tahu apakah ceritanya akan seperti ini, jika Indonesia juara dua tahun lalu dan Jakarta yang menjadi tuan rumahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau hari pertandingan biasanya baru ramai," kata seorang penjual merchandise di sekitar Stadion Bukit Jalil. Lapak tempatnya berjualan pun sepi. Sama juga. Hanya satu-dua orang --atau sedikit lebih dari itu -- yang membeli.

Tapi, apa yang terlihat di permukaan tidak selalu sejalan dengan yang ada di dalam. Media-media Malaysia jelas sadar sisi prestise sebagai juara bertahan dan realita bahwa turnamen itu kini dihelat di negara mereka. Beberapa koran tidak segan menghabiskan dua hingga tiga halaman membahas Piala AFF dan satu halaman penuh disajikan untuk menulis tim nasional negara mereka.

Di halaman-halaman itu, terdapat pula sorotan-sorotan. Terutama jika melihat hasil ujicoba 'Harimau Malaya' dalam empat pertandingan terakhir. Rinciannya, Malaysia dua kali kalah dan dua kali bermain imbang. Mereka kebobolan lima gol dan hanya mencetak dua gol.

Hasil ujicoba itu sempat membuat Ketua Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) Sultan Ahmad Shah kecewa. Namun, di sisi lain, ia juga mengaku yakin dengan kekuatan tim Malaysia sekarang. Ucapan Sultan Ahmad Shah sejalan dengan apa yang dikatakan K. Rajagobal dalam konferensi pers hari Sabtu kemarin. Malaysia akan bertanding melawan Singapura, yang mana bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng. Gelandang Singapura, Hariss Harun, bahkan yakin timnya mampu lolos dari fase grup dan kembali meraih titel juara.

Rajagobal mengatakan bahwa dia sama sekali tidak pernah meragukan kemampuan anak-anak buahnya, meskipun hasil di lapangan tidak memuaskan. "Saya harus mengakui bahwa hasil di ujicoba buruk. Tapi, kami harus melangkah maju."

Dalam wawancaranya dengan koran The Star, pelatih berusia 56 tahun itu bahkan yakin timnya bisa mengulang sukses dua tahun lalu.

Sementara, Safee Sali mengatakan bahwa Malaysia kini tengah belajar untuk mengatasi tekanan. Kesuksesan dua tahun lalu sudah lewat dan kini saatnya memulai lagi dari nol. Safee sendiri tidak menyangkal bahwa Piala AFF adalah turnamen yang spesial untuknya, mengingat namanya terangkat setelah Piala AFF 2010.

"Orang-orang jadi punya ekspektasi tinggi kepada saya dan tim. Ini adalah sesuatu yang baru. Mengingat biasanya kami jadi underdog," kata Safee.

(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads