Hanoi yang Masih 'Dingin' dengan Piala AFF

Catatan dari Vietnam

Hanoi yang Masih 'Dingin' dengan Piala AFF

- Sepakbola
Sabtu, 22 Nov 2014 12:50 WIB
Hanoi yang Masih Dingin dengan Piala AFF
Hanoi -

Vietnam menyambut sebuah ajang sepakbola 'panas' Asia Tenggara, Piala AFF 2014. Tapi tak seperti di Indonesia, sepakbola di sini sedikit ditanggapi dingin.

Jumat (21/11/2014) siang kemarin saya dan dua rekan wartawan Indonesia mendarat di Hanoi. Cuaca tampak berawan, bahkan terbilang berkabut. Cukup aneh bagi kami yang terbiasa merasakan panas Indonesia mengingat waktu saat itu menunjukkan jam 12.00 siang.

Hawa sejuk menyambut saat kami menginjakkan kaki di ibukota Vietnam itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negara ini tengah menyambut sebuah turnamen penting di Asia Tenggara. Bersama Singapura, keduanya menjadi tuan rumah Piala AFF 2014.

Tapi nyaris tak ada histeria yang tampak dari negara komunis ini. Pemandangan yang jelas akan sangat berbeda andai turnamen ini digelar di Indonesia.

Sepanjang perjalanan dari bandara internasional Hanoi menuju hotel tim peserta, Crowne Hotel, nyaris tak ada pemandangan terkait Piala AFF. Beberapa spanduk baru tampak saat kami mendekati stadion My Dinh, tempat Grup A akan menjalani fase grup, itupun tak banyak. My Dinh dan hotel tim sendiri jaraknya cukup dekat, kira-kira satu kilometer.

Maka sebagaimana hawa sejuk yang menyambut kami di negara ini, masyarakat Vietnam pun menanti Piala AFF dengan sedikit 'dingin'.

Jika di Indonesia hype-nya akan terasa jauh-jauh hari, tak ada pemandangan demikian di sini. Jangan dibayangkan akan ada banyak penjaja seragam atau pernak-pernik timnas sekitar stadion. Loket penjualan tiket saja situasinya 'aman-aman saja' alias tenang.

Beberapa booth yang menjual tiket memang tersebar di sekitar stadion. Booth-nya sederhana saja, mirip warung-warung kelontong kecil yang jamak di pinggiran jalan Indonesia.

Tak ada antrean. Saking mudahnya membeli tiket, seorang penduduk setempat bahkan langsung nyelonong mendatangi loket dengan motornya, order tiket, dan kemudian pergi.



'Dinginnya' Vietnam sebenarnya mulai terasa sebelumnya. Saat di dalam pesawat menuju Hanoi misalnya. Kebetulan, sepasang suami istri yang duduk di sebelah adalah seorang Vietnam, penduduk Hanoi yang baru saja pulang dari Malaysia.

Mereka menanyakan perihal keperluan saya di Vietnam, yang mana melakukan tugas peliputan Piala AFF 2014. Mengingat laga pembuka adalah Vietnam melawan Indonesia, saya iseng menanyakan apakah mereka mengikuti timnas Vietnam atau berencana menyaksikan langsung laga tersebut.

Tapi boro-boro nonton langsung ke stadion, turnamennya saja mereka tidak tahu. Seorang pemuda di seberang baris kami kemudian nimbrung, seorang Vietnam juga. Dia tahu soal turnamen ini, tapi mengatakan tak berhasrat nonton ke stadion.

Rasa penasaran mulai menghantui, apakah publik Vietnam benar-benar menanggapi ajang sepakbola terbesar Asia Tenggara ini dengan sebegitunya?

Di taksi menuju hotel tim, saya iseng menanyakan soal Piala AFF kepada sang sopir, masih muda perawakannya. Tapi lagi-lagi jawaban yang sama yang didapat: tak tahu Piala AFF sedang dihelat dan tak berminat menyaksikan.

Malam saat tiba di penginapan, saya coba mencari jawaban lain dengan harapan setidaknya mendapatkan satu orang yang 'gila' bola atau fans timnas Vietnam. Kali ini resepsionis hotel yang saya sasar, tapi tak ada yang berbeda dari jawaban sebelum-sebelumnya.

Hanoi sendiri terbilang kota yang padat, lalu lintasnya mirip-mirip dengan Jakarta. Banyak pemuda-pemudi berlalu lalang. Kotanya juga tampak sedang berkembang, terlihat dari banyaknya gedung-gedung baru dan yang sedang dibangun.

Dengan ramainya, hiruk pikuknya, dan tumbuhnya kota ini, rasanya sedikit aneh jika tak ada yang benar - benar memperhatikan gelaran Piala AFF. Semoga saya cuma sedang sial saja, bertemu orang-orang yang memang tak suka sepakbola. Mungkin atmosfer itu baru dimulai sore ini, ketika timnas mereka bertanding melawan Indonesia.

Satu hal lagi yang mengindikasikan beda 'kegilaan' sepakbola di Vietnam dan Indonesia. Saat konferensi pers para pelatih timnas, jumlah wartawan Indonesia dan tuan rumah hampir bisa dibilang setara. Entah kita yang memang 'gila' atau mereka yang 'dingin'.

Masih ada beberapa jam sebelum laga Vietnam kontra Indonesia berlangsung. Bagaimanapun, stadion My Dinh diyakini tetap akan penuh. Kalau tidak, maka benarlah yang tampak sejauh ini.



(raw/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads