Membongkar Laos dengan Umpan Pendek

<I>Preview</I> Indonesia vs Laos

Membongkar Laos dengan Umpan Pendek

- Sepakbola
Jumat, 28 Nov 2014 12:56 WIB
Membongkar Laos dengan Umpan Pendek
Jakarta -

Kans Indonesia untuk lolos ke babak semifinal Piala AFF 2014 terbilang kecil. Pada pertandingan terakhir babak Grup A, tuan rumah Vietnam yang berada di peringkat kedua lebih berpeluang karena hanya membutuhkan hasil imbang melawan Filipina, yang sudah memastikan satu tempat di babak empat besar.

Vietnam kalah pun masih bisa melenggang. Syaratnya, mereka tak kalah besar dari Filipina, sementara Indonesia hanya menang tipis saat mengalahkan Laos. Karena saat ini Vietnam telah memiliki tabungan surplus tiga gol, sementara Indonesia minus empat gol.

Ini artinya kemenangan telak wajib diraih Indonesia pada laga terakhir fase grup malam nanti (28/11). Kemenangan dengan selisih enam sampai tujuh gol ke gawang Laos setidaknya akan memberikan harapan bagi skuat Alfred Riedl untuk bisa memberikan kejutan, tentu saja hasil tersebut harus dibarengi dengan kekalahan Vietnam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah Indonesia bisa melakukannya? Jawabannya ya harus bisa. Apalagi jika melihat catatan sejarah di mana dalam delapan pertemuan β€˜Garuda Jaya’ dengan β€˜Tanah yang Terkunci’, Indonesia lima kali pesta gol. Bahkan pada Piala AFF 2010, Indonesia menggulung Laos dengan skor 6-0.


[Head to head Indonesia-Laos]

Untuk mengalahkan Laos dengan skor telak, Indonesia bisa mempelajari dua pertandingan Laos sebelumnya, saat dikalahkan Filipina 1-4 dan Vietnam 0-3. Dan dari hasil analisis kami, agaknya Indonesia memang membutuhkan Evan Dimas pada laga ini.

Lubang Menganga di Depan Backfour

Pada pertandingan kedua melawan Laos, Vietnam sempat kesulitan menjebol gawang lawannya itu. Setelah mencetak gol pertama pada menit ke-27, Vietnam baru bisa kembali menjebol gawang Seng Athit Somvang di menit ke-84 dan 88.

Pada laga tersebut Vietnam yang unggul kualitas menyerang Laos dari segala arah. Le Cong Vinh yang mengobrak-abrik dari sisi kiri melepaskan lima tembakan dan menghasilkan satu gol. Anh Duch Nguyen yang beroperasi di tengah mencoba peruntungannya dengan tiga tembakan, sementara Vu Min Tuan dari sisi kanan melesakkan lima tembakan di mana salah satunya menjadi gol.

Namun dari sekian banyak tembakan yang dilepaskan kubu Vietnam, total 25 tembakan, hanya tujuh yang mengarah ke gawang (on target). Dan yang perlu digarisbawahi, ketujuh tembakan tepat sasaran Vietnam ini, nyaris seluruhnya berasal melalu serangan tengah. (Lihat grafik di bawah)



Serangan melalui tengah ini baru disadari Vietnam saat pertandingan memasuki babak kedua. Enam dari tujuh peluang on target di atas pun baru dihasilkan pada babak kedua. Peluang kedua yang mengarah ke gawang Laos pun baru terjadi pada menit ke-66 (lihat grafik di atas).

Lalu apa yang membuat area tengah Laos begitu mudah dieksploitasi? Adalah adanya ruang kosong di depan pola backfour yang diterapkan Laos. Dua gelandang Laos yang dihuni oleh Keoviengphet Liththideth dan Khampheng Sayavutth selalu telat menutupi area depan kotak penalti.

Hal itu terlihat pada gol pertama yang dibuat oleh Vu Minh Tuan. Sebelum terjadinya gol ini, Lee Tan Tai yang menjadi pencetak assist gol Tuan berdiri bebas tanpa pengawalan di tengah. Liththideth berada jauh dari Tan Tai, pun begitu dengan Sayavutth. (Lihat gambar 1 pada grafik di bawah).


[Proses gol pertama Vietnam]

Hal ini terjadi pula pada laga melawan Filipina pada pertandingan pertama. Ruang-ruang kosong sangat terbuka di area depan kotak penalti. Pada gol kedua yang diciptakan Filipina, meski diciptakan Phil Younghusband, area depan kotak penalti Laos terlihat kosong karena dua gelandang mereka telat mundur.



Kelengahan gelandang tengah semakin terlihat jelas saat gol ketiga Filipina yang diciptakan Patrick Reichelt terjadi. Phil Younghusband yang menjadi kreator atas gol ini menerima umpan dengan mudah di area tengah, di mana kemudian ia melepaskan umpan terukur pada Reichelt.



Keharusan Menyerang Lewat Tengah Lewat Umpan Pendek

Dengan beberapa contoh skema gol yang bersarang ke gawang Laos di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lini tengah Laos menjadi titik lemah mereka. Dan ini tentunya menjadi hal yang harus bisa dimanfaatkan Indonesia nanti malam.

Menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan salah seorang menjadi gelandang serang di belakang penyerang menjadi satu hal yang patut diperagakan oleh Riedl. Pemain berposisi no.10 tersebut memiliki area bebas yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan umpan-umpan ke jantung pertahanan Laos.

Umpan panjang lewat udara yang dikirim langsung dari lini pertahanan sangat tidak dianjurkan. Selain skema ini memang tak efektif pada dua pertandingan terakhir, skema ini pun telah menjadi santapan empuk bagi lini pertahanan Laos. Mereka lumayan kokoh justru ketika diserang dengan umpan panjang dan lambung.

Vietnam mampu mengobrak-abrik pertahanan Laos dengan umpan-umpan pendek dan meminimalisir umpan silang lambung ataupun umpan panjang. Selain gol pertama dan kedua Vietnam yang diciptakan melalui skema umpan terobosan menyusur tanah, gol ketiga Vietnam ke gawang Laos pun dikirim melalui umpan mendatar meski berasal dari umpan silang.

Tak hanya pada laga tersebut, sejak melawan Filipina pun lini pertahanan Laos memang cukup unggul dalam hal duel udara di area pertahanan. Statistik menunjukkan bahwa persentase keberhasilan umpan lambung yang dilancarkan Vietnam hanya mencapai 6,4%. Sedangkan Filipina meski lebih baik, tertahan pada 10.4% keberhasilan umpan lambung. Karena itulah bola lambung tak boleh diperagakan oleh Indonesia pada laga nanti.




[Sumber: affsuzukicup.com]

Dengan melihat fakta ini, umpan-umpan pendek di area tengah jelas perlu diperagakan para pemain Indonesia. Jika sudah seperti ini, maka kami rasa Evan Dimas akan menjadi pemain yang tepat untuk mengeksploitasi lini pertahanan Laos.

Evan Dimas memiliki kemampuan penguasaan bola, mengatur tempo, dan visi bermain menggunakan umpan-umpan pendek di atas rata-rata. Bersama Firman Utina, tampaknya lini tengah Indonesia akan bisa mendominasi permainan dan memberikan ancaman bagi pertahanan Laos.

Untuk memaksimalkan peran Evan dan Firman, rasanya Hariono bisa menjadi pilihan untuk mengisi pos gelandang bertahan. Atau mungkin Achmad Jufrianto yang berposisi asli sebagai gelandang bertahan bisa juga mengisi pos ini. Yang jelas, lini tengah Indonesia harus memiliki pemain yang bisa mematahkan serangan Laos sejak dari tengah. Raphael Maitimo yang dalam dua laga selalu dimainkan kurang bisa memainkan peran ini.

Ini penting karena tak boleh Laos bisa mencetak gol. Itu bisa berakibat buruk pada mentalitas pemain yang memang sedang berada di bawah titik nadir. Lagipula, Indonesia sedang mengejar defisit gol, guna merawat asa lolos ke semifinal, setipis apapun peluang itu. Kebobolan hanya membuat situasi menjadi semakin pelik dan rumit.

Para pelari cepat di lini depan pun akan menjadi kelebihan lain dalam membongkar pertahanan Laos. Jika benar Sergio van Dijk tak bisa diturunkan pada laga ini, Boaz Salossa akan menjadi opsi yang tepat untuk menjadi pucuk serangan Indonesia.

M. Ridwan yang kurang memberikan kontribusi pada dua laga Indonesia pun rasanya tak ada salahnya disimpan di bangku cadangan. Riedl bisa memasang Samsul Arif atau bahkan Ramdani Lestaluhu pada posisi sayap kanan. Keduanya cukup memiliki kecepatan dan kemampuan penetrasi ke area kotak penalti.

Kesimpulan

Berdasarkan apa yang kami tuliskan di atas, kami menyimpulkan bahwa lini tengah Laos sangat bisa dieksploitasi para pemain Indonesia. Umpan-umpan terobosan langsung ke jantung pertahanan lewat Evan Dimas atau Firman Utina akan bisa merepotkan lini pertahanan Laos.

Dan yang paling perlu digaris bawahi, Indonesia harus melupakan skema umpan panjang yang selalu diterapkan sejak pertandingan melawan Vietnam. Karena selain tak efektif, Laos pun memiliki lini pertahanan yang baik dalam mematahkan serangan ini.

Jika ini berhasil dipahami dan diaplikasikan oleh Riedl, Indonesia rasanya bisa mengalakan Laos dengan skor besar seperti yang dilakukan Vietnam dan Filipina. Meski jika pada akhirnya Indonesia menang tapi tetap tak lolos ke babak semifinal, setidaknya Indonesia bisa mempertahankan sejarah bahwa Laos bukanlah lawan yang sepadan bagi Indonesia.

Dan satu hal lagi, jangan sampai Laos seperti Filipina yang dalam sejarahnya baru kemarin berhasil menorehkan kemenangan atas Indonesia.

====

* Dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

(mfi/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads