Di klubnya saat ini, AS Roma, Baptista sebetulnya kurang bersinar. Penyerang berjulukan The Beast itu sejauh ini baru bermain 17 kali di semua kompetisi, dengan cuma lima selaku starter.
Teka-teki tentang apakah Baptista bakal menjadi satu dari 23 pemain pilihan pelatih timnas Brasi, Dunga, untuk dibawa ke Afrika Selatan pun mengemuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baptista memang tampak yakin dengan kepercayaan Dunga. Ia mencontohkan ketika Dunga memanggilnya di Copa America 2007. Turnamen itu adalah ajang besar pertama Dunga sebagai pelatih dan Dunga mengangkut Baptista.
Di ajang yang dijuarai Brasil itu, Baptista tampil apik. Ia mencetak tiga gol dalam empat laga terakhir Selecao, termasuk satu dari kemenangan 3-0 atas Argentina di laga final. Sejak saat itulah, Baptista mulai konsisten terpanggil terus.
"Itu adalah turnamen pertama saya sebagai starter. Di sana saya bisa memperlihatkan apa yang saya bisa dan saya dapat membayar kepercayaan yang diberikan Dunga," tukas Baptista.
Keyakinan Baptista bukannya tanpa dasar. Sejak jadi pilihan Dunga tiga tahun lalu itu, jarang sekali Baptista tidak terpilih masuk timnas. Di luar saat ia cedera, FIFA mencatat Baptista cuma sekali tak terpanggil yakni ketika tim Samba menghadapi Portugal pada November 2008.
"Dengan segala hormat untuk para pemain lain yang tengah memburu tempat, saya sejujurnya merasa saya punya kesempatan bagus buat terpilih," kata eks pemain Sevilla, Arsenal dan Real Madrid itu.
"Tentu saja saya harus bermain bagus di klub saya. Tapi saya praktis jadi bagian dari semua skuad Dunga. Saya dipanggil oleh Dunga di Copa America 2007, tes besar pertama saya, dan setelah itu saya selalu terpilih," yakin Baptista.
(arp/mrp)










































