Piala Dunia 2002 di Korea Selatan/Jepang adalah petualangan pertama Slovenia di ajang tertinggi sepakbola itu. Hasilnya, negara eks Yugoslavia itu kalah di tiga partai penyisihan grup.
Setelah gagal menapaki Piala Dunia 2006, peruntungan Slovenia berubah di kualifikasi Piala Dunia 2010. Robert Koren dkk sukses lolos ke Afrika Selatan dengan mengungguli lawan seperti Republik Ceko dan Polandia, serta menyisihkan Rusia di babak play-off.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di awal, tak ada yang berpikir kami akan sebagus ini. Tapi kami mendapatkan peluang itu dan merengkuhnya dengan kedua tangan," imbuh pemain berusia 31 tahun itu.
Setelah berhasil tampil sebagai runner-up Grup 3 kualifikasi zona Eropa, Slovenia kembali tidak diunggulkan kala diundi berjumpa Rusia di play-off. Tapi berkat kerja sama tim, pasukan Matjaz Kek itu sukses merebut tiket ke Afsel.
"Rusia adalah tim istimewa dengan beberapa pemain hebat. Tapi kami percaya diri, mendapatkan sedikit keberuntungan dan akhirnya berhasil lolos. Kami punya skuad yang kompak dan semua bertarung demi tim," cetus Mavric.
Di Afsel nanti, Slovenia masuk ke Grup A yang tak bisa dibilang ringan. Lawan-lawan 'Putih Hijau' adalah Inggris, Amerika Serikat dan Aljazair. Walau tak mudah, Mavric yakin timnya akan melaju ke perdelapanfinal.
"Saya senang dengan hasil undiannya dan saya yakin kami bisa lolos. Ini akan berat, tapi masih bisa dilakukan. Inggris favorit, tapi AS dan Aljazair juga tim yang bagus," tutup Mavric.
(arp/nar)











































