Untuk mengatasinya, FIFA pun berniat menggandeng WADA, Badan Anti-Doping Dunia. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya kemungkinan penggunaan ramuan tradisional Afrika yang mengandung doping. Zat-zat tersebut disinyalir berasal dari tumbuhan-tumbuhan yang hanya tumbuh di Afrika.
Timnas Afrika Selatan juga mengakui adanya kandungan doping dalam sejumlah ramuan tradisional. Melalui dokter timnya, Ntlopi Mogoru, mengatakan bahwa tumbuhan tersebut biasanya tumbuh di negara-negara tropis Afrika seperti Ghana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir Yahoosports, FIFA menanggapi serius terkait masalah ini. Menurut ketua komisi medis FIFA, Michel D'Hooghe, pihaknya akan meminta WADA untuk menganalisis sejumlah tumbuhan Afrika yang dapat memberikan keuntungan 'tidak adil' kepada para atlet.
Maka dari itu, D'Hooghe mengatakan akan membahas persoalan ini lebih lanjut di
konferensi medis FIFA yang akan digelar pekan ini.
(roz/arp)











































