sepakbola

Demi Keamanan, Afsel Gandeng FBI & Interpol

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Demi Keamanan, Afsel Gandeng FBI & Interpol


- detikSepakbola

Jakarta - Tak sampai tiga bulan sebelum Piala Dunia bergulir, banyak pihak masih meragukan masalah keamanan Afrika Selatan. Membuktikan keseriusannya, kepolisian setempat menjalin kerjasama dengan FBI dan Interpol.

"Tak ada yang menginformasikan ke kami kalau kami berisiko menjadi sasaran teroris, tapi dari sudut yang sama, tak mungkin kalu kami tidak memperhatikan masalah tersebut. Kami harus bekerja maksimal agar itu tidak terjadi," ungkap Kepala Polisi, Bheki Cele  dalam wawancaranya dengan Reuters.

Sejak pertama ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 banyak pihak yang khawatir dengan kondisi keamanan Afrika Selatan. Dengan aksi pembunuhan dan pemerkosaan yang banyak terjadi setiap harinya, Afsel adalah salah satu negara dengan tingkat kriminalitas paling tinggi di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekhawatiran lain yang juga mengemuka tentu saja terkait serangan teroris. Meski tidak ada kaitannya secara langsung, bulan lalu bus timnas Togo diberondong tembakan saat akan berpartisipasi di Piala Afrika. Inilah yang kemudian membuat kepolisian Afrika Selatan menjalin kerjsama dengan FBI dan Interpol.

"Intelejen kami sudah mengadakan pertemuan dengan agen intelejen besar lainnya, kami mendapat masukan dari mereka, terutama asal Amerika Serikat. Kami bekerjasama dengan FBI," lanjut Cele.

Angka statistik menunjukkan kalau lebih dari 18.000 orang tewas terbunuh di Afrika Selatan dalam kurun 12 bulan hingga Maret 2009 lalu. Dengan kata lain, jika di rata-rata ada 50 kasus pembunuhan terjadi di negara tersebut setiap harinya, lebih besar dari Amerika Serikat yang punya populasi enam kali lebih besar dibanding Afsel.

Cele, yang baru ditunjuk sebagai kepala polisi tahun lalu, tak menyangkal kalau tingkat kriminalitas di negaranya sangat tinggi, tapi dia juga menggarisbawahi sukses kepolisian menekan jumlah kasus pembunuhan dalam enam tahun ke belakang.

Apalagi untuk Piala Dunia yang akan dimulai bulan Juni mendatang, pihaknya sudah menyiapkan 41.000 personel kepolisian dengan total menyedot biaya US$ 170,1 juta untuk membeli dengan berbagai perlengkapan keamanan seperti helikopter dan water cannon.

"Dua pekan lalu saya berada di Lyon untuk berbicara dengan sekretaris jenderal Interpol. Mereka melakukam banyak koordinasi tekait masalah ini, mereka juga mengirim personelnya untuk bekerja bersama kami," pungkas Cele.


(din/roz)











Hide Ads