Premiership berulang-ulang jadi sorotan tajam lantaran banyaknya jumlah pemain asing. Meskipun hal itu secara signifikan mendongrak prestasi klub-klub Inggris di Eropa, namun tetap saja ada protes yang muncul karena kurangnya kesempatan buat pemain lokal.
Akan tetapi jika dilihat dari sisi lain, maka banjirnya pemain asing di justru berdampak buruk untuk timnas Inggris. Di level internasional, Inggris yang disebut-sebut sebagai adalah negara asal sepakbola justru melempem.
Di antara negara-negara kuat yang lain seperti Jerman, Italia, Brasil, Spanyol dan Argentina, Inggris kurang punya daya saing, jika patokannya adalah gelar juara dunia. Skuad 'Tiga Singa' ini baru sekali memperoleh trofi Piala Dunia, itupun terjadi sekitar 60 tahun lalu. Sedangkan Piala Eropa, belum sekali pun Inggris mengangkat trofi ini.
Fakta itulah yang memunculkan kritik Capello terhadap kompetisi sepakbola paling mentereng di dunia tersebut. "Tapi saya tidak puas dengan apa yang ada Liga Premier," kritik Capello seperti dilansir dari situs resmi FIFA.
Β
"Saya hanya memiliki 38 persen dari pemain yang tersedia untuk seleksi dibandingkan dengan Spanyol yang memiliki 63 persen pemain yang tersedia dan Italia yang punya 67%," sambung Don Fabio.
Sementara itu, Capello mengisyaratkan untuk tidak mematok target terlalu tinggi untuk Inggris di Piala Dunia 2010. "Sebuah akhir di empat besar? Saya rasa itu akan jadi sebuah hal yang baik," lanjut mantan bos AC Milan, Real Madrid dan Juventus itu.
Sejak menjuarai Piala Dunia pada 1966, Inggris kurang bisa berbuat banyak di turnamen paling bergengsi itu. Prestasi terbaiknya hanyalah finis di peringkat empat di Piala Dunia 1990, selebihnya hanya mentok di perempat final.
(din/roz)











































