Pertengahan tahun 2009, Spanyol menginjakkan kakinya di Afrika Selatan. Iker Casillas dkk datang sebagai salah satu kontestan Piala Konfederasi.
Menyandang status favorit usai menjadi juara Euro 2008, Spanyol gagal menggapai final. Upaya mereka dikandaskan oleh tim yang di peta persepakbolaan berada di kasta kedua, Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor cuaca menjadi salah satu penghambat bagi Spanyol untuk membara. "Sebelumnya, kami tidak pernah bermain di cuaca dingin, namun Piala Konfederasi kemarin memberikan pengalaman baru bagi kami," kata kapten Iker Casillas dilansir dari situs resmi FIFA.
"Kini kami sudah tahu bagaimana atmosfer di Afrika Selatan, penonton di stadion, dan itu berarti kami bisa beradaptasi dengan cepat untuk Piala Dunia," tambah penjaga gawang Real Madrid tersebut.
Ketika gambaran situasi dan kondisi sudah dimiliki, Spanyol pun mencanangkan target sempurna. "Di atas kertas kami favorit dan saya pikir kami harus berusaha jadi juara grup," kata Casillas.
Juara grup pun tidak hanya sekadar jadi posisi satu. "Incaran utama kami adalah meraup sembilan poin. Pasalnya undian di babak knock-out bakal berat. Bila kami ingin melaju ke final maka kami harus menundukkan tim terbaik," ujar kiper berjuluk San Iker tersebut.
Bila lolos dari babak grup, Spanyol akan bertemu lawan berat, yakni salah satu dari Brasil, Portugal, Pantai Gading, atau Korea Utara.Β
(nar/a2s)











































