Mexico City, 2 Juni 1986 di Estadio Olimpico 68. Ketika itu dipentaskan laga Argentina kontra Korea Selatan di babak grup. Tim Tango mengatasi sang wakil Asia dengan skor 3-1. Ada pun turnamen ini berakhir manis bagi Albiceleste karena mereka keluar sebagai juara dunia.
24 tahun berlalu, kini dua personel yang terlibat dalam pertarungan antara Argentina kontra Korsel kembali bertemu, juga dalam Piala Dunia. Mereka adalah Diego Maradona (pelatih Argentina) dan Hoh Jung-moo (pelatih Korsel). Bila di tahun 1986 mereka beradu teknik di lapangan, kini keduanya dituntut untuk beradu strategi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja saya sangat ingat Huh. Ketika menghadapi kami di tahun 1986, para pemain Korea Selatan memainkan taekwondo, bukan sepakbola," tukas pria berjuluk "Si Tangan Tuhan" itu dilansir dari USA Today.
Huh pun berjanji bahwa "Ksatria Taegu" bakal membuat Argentina mengalami kesulitan. "Jika saya diminta untuk menghadapi Maradona lagi, maka saya akan melakukan hal yang sama," demikian tekad pria yang pernah berseragam PSV Eindhoven era 1980-an itu.
"Saya tidak ingin mereka menang mudah atas kami. Kami akan bertarung sekuat tenaga dan menghentikan mereka. Target pertama kami adalah lolos 16 besar dan kami harus mewujudkannya," pungkas Huh.
(nar/mrp)











































