Rasanya belum banyak orang yang akan ngeh ketika nama Coates disebut. Wajar jika mengingat kalau sejauh ini karir pemuda 19 tahun tersebut baru dia jalani di negara asalnya saja, Uruguay, bersama klub Nacional.
Akan tetapi, bukan tak mungkin pemain dengan postur kokoh tersebut --1,96m/85 kg-- akan jadi pemain masa depan Uruguay. Media News of The World bahkan memprediksi bek tengah bertipe klasik itu akan jadi rebutan klub-klub besar Eropa musim panas depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluang Coates ke Afrika Selatan sangat terbuka karena toh sebenarnya dia sudah sempat dipanggil oleh pelatih Oscar Washington Tabarez untuk laga kualifikasi Uruguay saat melawan Kosta Rika, kendati belum dapat kesempatan bermain sekaligus mencatat caps perdana bersama timnas senior.
"Itu adalah pertandingan bagus karena menentukan apakah kami bakal ke Piala Dunia atau tidak. Ada di sana sudah membuatku bangga," lanjut Coates dalam wawancaranya dengan Reuters.
Dalam kesempatan itu sendiri, Coates urung bermain. Debutnya tidak kesampaian karena saat itu bek tengah Diego Godin tak jadi diganti akibat mengaku masih mampu bermain.
"Dalam pertandingan pertama lawan Kosta Rika dia hampir turun ke lapangan. Godin adpat cedera di akhir babak pertama tapi dia bilang, 'percayalah, saya baik-baik saja' dan dia terus tampil, tapi jika tidak (Coates) akan main dan dapat dukungan penuh dari saya," aku Tabarez kepada Reuters dalam kesempatan lain.
Nah, tergambar bukan betapa besarnya kepercayaan Tabarez terhadap Coates? Dengan demikian, sangat mungkin Coates juga akan dipilih Tabarez untuk ikut ke Afrika Selatan musim panas depan dan kemudian menjalani debut di sana.
"Dengan usiaku yang baru 19 tahun, bisa ke Piala Dunia, yang adalah impian setiap pemain, akan jadi hal luar biasa dalam hidupku," ceplos Coates.
(krs/din)











































