FIFA telah mengeluarkan kebijakan yang bakal merugikan pedagang keliling di Afsel. Selama perhelatan Piala Dunia 2010, FIFA hanya mengijinkan perusahaan yang menjadi partner resmi saja yang boleh berjualan di area stadion.
Sedangkan buat pedagang yang tidak 'berizin', mereka diharuskan pindah sejauh paling tidak 800 meter dari stadion. Mereka juga tidak diperkenankan berjualan di taman-taman utama di sembilan kota penyelenggara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah pukulan besar buat kami, terlebih tak akan ada pertandingan sepakbola yang bisa kami tuju selama Piala Dunia," sungut Amos Ndlovu, pedagang daging yang berjualan di Stadion Ellis Park, Johannesburg selama 14 tahun ini kepada AFP.
"Kami memiliki izin dari pemerintah Johannesburg. Mereka bahkan senang dengan keberadaan kami sejauh ini, kemudian FIFA ini datang," sambung Ndlovu yang harus menempuh jarak 30 kilometer dari rumah untuk berjualan.
Reaksi amarah juga ditunjukkan oleh Sam Khasibe selaku ketua forum nasional pedagang. Dia mengatakan bahwa regulasi ini sama saja melanggar hak-hak para pedagang kecil.
"FIFA sedang menginjak-injak hak kami. Ini dikatakan sebagai Piala Dunia Afrika Selatan tapi bagaimana itu bisa dikatan benar jika para Afrika tidak diperbolehkan berbisnis selama turnamen itu," timpal Khasibe.
Foto: Stadion Mbomela di Nelspruit, salah satu venue penyelenggara Piala Dunia 2010. FIFA hanya mengizinkan perusahaan yang menjadi partner resmi saja yang boleh berjualan di area stadion (Reuters)
(nar/arp)











































