Persoalan teknis yang terjadi di loket penjualan tersebut memicu kemarahan para pengantri. Mereka berteriak-teriak kepada petugas penjualan dan memaksa polisi turun tangan menenangkan mereka.
Setelah mengantre selama 3,5 jam, cuma 32 orang dari 1.000 orang yang mengantri yang akhirnya bisa membeli tiket yang mereka inginkan. Demikian sebagaimana diwartakan AP, Kamis (15/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Theo mengaku telah menunggu selama 16 jam dan tetap tidak mendapat tiket yang ia inginkan. "Buat Piala Dunia, sebuah acara kelas internasional, ini adalah pertunjukkan yang sangat buruk," serunya.
Cape Town adalah satu di antara 11 titik penjualan tiket langsung yang dibuka dengan tujuan untuk memberi kesempatan para penggemar sepakbola di Afsel untuk membeli 500 ribu lembar tiket yang masih tersedia.
Di antara 500 ribu lembar tiket tersebut, ada 300 tiket partai final yang dijual dengan sistem siapa cepat dia dapat.Β Selain di Cape Town, kericuhan di penjualan tiket juga terjadi di Pretoria.
(arp/key)











































