Jepang tak pernah absen dari putaran final Piala Dunia sejak tahun 1998. Namun, selain ketika jadi tuan rumah bersama Korea Selatan di tahun 2002, Jepang selalu menyudahi laju di fase grup dengan hampa kemenangan.
Dari tiga edisi terakhir Piala Dunia, catatan terbaik Jepang memang ditorehkan di tahun 2002. Dua kemenangan dan satu hasil imbang membawa Jepang ke 16 besar, di mana mereka akhirnya disingkirkan Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua tim itu berisikan para pemain berbahaya dari klub-klub Eropa. Pada dasarnya mereka akan memanfaatkan jika Anda bikin kesalahan. Para penyerang mereka luar biasa. Kami harus waspada. Mereka bisa bikin gol telat jika konsentrasi kami buyar," tegas Nakazawa kepada Reuters.
Meski demikian, mengakui kekuatan lawan bukanlah berarti Jepang kemudian harus gentar dan takut. "Kami semua sadar dengan ancaman itu tapi jika kami main dengan ketakutan, kami akan kesulitan. Kami harus main dengan berani dan yakin dengan diri sendiri."
Jepang akan memulai petualangan di Afrika Selatan dengan menghadapi Kamerun pada tanggal 14 Juni. Jika mampu menjinakkan 'Singa Perkasa' yang dimotori penyerang Inter Milan Samuel Eto'o, Nakazawa pun optimistis dengan kans timnya melaju ke babak 16 besar.
"Kami harus mendapatkan hasil. Jika kami bisa melakukannya maka kami bisa terus melaju dan melangkah ke depan dalam turnamen," tandas dia.
(krs/arp)











































