Ribery selama ini dikenal sebagai pemain kalem karena menutup kehidupan pribadinya dari ekspos media massa. Boleh jadi, pemberitaan yang paling sering menerpanya adalah isu dia ingin meninggalkan Bayern Munich tak lama lagi.
Namun kali ini Ribery jadi headline di media lokal Prancis karena kasus yang bisa merusak nama baiknya. Seperti diberitakan sebelumnya, Ribery, Sdyney Govou dan seorang lagi pemain Prancis dipanggil oleh kepolisian setempat sebagai saksi atas adanya prostitusi yang melibatkan anak perempuan di bawah umur di sebuah klub malam yang terletak di Champs-Elysees.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semula dikabarkan bahwa Ribery dan Govou menolak mentah-mentah bahwa mereka terlibat dalam aktivitas prostitusi tersebut. Khusus Ribery, ia diinterogasi polisi karena diyakini berteman dengan pemilik klub malam tersebut yang bernama Abou.
Sebuah isu terakhir yang beredar menyebutkan bahwa pemain berusia 27 tahun itu menjalin βrelasiβ dengan seorang perempuan di klub malam tersebut, tapi ia tidak tahu kalau masih di bawah umur.
Perkembangan kasus memalukan ini tentu masih akan dilakukan oleh pers Prancis, sebagaimana mereka masih "gregetan" dengan tim Les Bleus yang tidak meyakinkan untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2010, juga kontroversi sosok pelatih Raymond Domenech.
Jika Ribery terbukti bersalah, pria yang telah mempunyai dua anak perempuan itu bisa dihukum penjara maksimal tiga tahun dan denda 45 ribu euro atau sekitar 546 juta rupiah. Dan ini tentunya sebuah pukulan telak dalam persiapan Prancis menuju Afrika Selatan.
(mrp/a2s)











































