FFF Menyerahkan Pada Hukum

Skandal Prostitusi Guncang Prancis

FFF Menyerahkan Pada Hukum

- Sepakbola
Rabu, 21 Apr 2010 00:22 WIB
FFF Menyerahkan Pada Hukum
Paris - Skandal prostitusi tengah mengguncang tim nasional Prancis, menyusul dugaan keterlibatan sejumlah pemain pilar. Pihak federasi sepakbola Prancis menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada hukum.

Isu tak sedap mendatangi tim Prancis tak sampai dua bulan jelang Piala Dunia 2010. Beberapa anggota skuad Les Bleus dipanggil kepolisian setempat terkait sebuah kasus prostitusi.

Dua anggota skuad Prancis yang sudah dipanggil polisi dengan status sebagai saksi adalah Franck Ribery dan Sidney Govou. Beberapa nama lain kabarnya akan menyusul dipanggil, juga dalam kapasitas sebagai saksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus Ribery, ia diinterogasi polisi karena diyakini berteman dengan pemilik klub malam tersebut yang bernama Abou.

Jika "Si Codet" terbukti bersalah, pria yang telah mempunyai dua anak perempuan itu bisa dihukum penjara maksimal tiga tahun dan denda 45 ribu euro atau sekitar 546 juta rupiah. Dan ini tentunya sebuah pukulan telak dalam persiapan Prancis menuju Afrika Selatan.

Dalam perkembangan selanjutnya, federasi sepakbola Prancis (FFF) mengeluarkan pernyataan soal kasus yang menimpa pilar tim "Ayam Jantan" ini.

"FFF berharap bahwa asas praduga tak bersalah tetap dipegang dalam kasus ini dan FFF menyatakan kepercayaannya kepada proses hukum yang berlaku," demikian keterangan yang dikutip detiksport dari Reuters.

"FFF tidak memiliki akses untuk kasus ini dan tidak akan membuat pernyataaan hingga keputusan dari proses hukum tersebut diambil."

(nar/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads