Untuk Piala Dunia kali ini, Jepang banyak diperkuat oleh pemain-pemain dari klub lokal. Target semifinal yang ditetapkan oleh pelatih Takeshi Okada, bisa jadi terlalu muluk bila menilik hasil yang dipetik para "produk lokal" dalam ujicoba yang telah mereka lakoni.
Menghadapi Venezuela pada awal Februari, Jepang hanya bermain imbang 0-0. Sedangkan awal bulan ini tim Samurai Biru dibekuk oleh Serbia 0-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nakamura menilai bahwa banyaknya pemain klub lokal di skuad tim nasional membuat performa Nippon menjadi kurang kompetitif. Pemain yang punya pengalaman di Eropa bersama Reggina, Glasgow Celtic, dan Espanyol ini berpendapat bahwa seyogyanya pemain-pemain Jepang bermain di luar negeri.
"Pemain perlu keluar dari Jepang dan bergabung dengan klub luar negeri. Bila tetap di sini, maka mereka akan menjadi manja," tukas Nakamura seperti dilansir dari AFP.
Nakamura mengatakan dirinya banyak belajar selama mengembara di Eropa. "Ketika Anda adalah pemain profesional, maka hasil akhir adalah hal yang masuk dalam hitungan," tegasnya.
Bermain di luar negeri juga bisa membantu tim nasional. "Bagi tim nasional, tentunya akan sangat menolong bila ada 20 pemain yang berlaga di klub luar negeri, 13 di antaranya dipanggil untuk melakoni tugas-tugas internasional," tambah pemilik tendangan bebas maut tersebut.
Apa yang dikatakan oleh Nakamura ini berkebalikan dengan apa yang dia lakukan. Nakamura memutuskan pulang ke negaranya dan memperkuat Yokohama F Marinos setelah gagal bersaing di Espanyol.
Untuk hal ini, Nakamura memiliki pembelaan. "Jelas pemain bakal khawatir bila mereka bermain di luar negeri tapi tidak menjadi pilihan utama di klubnya, maka tempat di timnas menjadi rawan. Namun bila pemain itu memang benar-benar ingin maju, dia bakal berkembang," tegasnya.
(nar/roz)











































