Argentina diperkuat banyak pemain bintang. Sebut saja Lionel Messi, Javier Mascherano, Sergio Aguero, Carlos Tevez, atau pun Gonzalo Higuain.
Nama-nama itu menjadi nyawa permainan bagi klub masing-masing. Namun ketika mereka semua berseragam Argentina, kegemilangan selama di klub seakan sirna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perjalanannya menuju Afrika Selatan, tim asuhan Maradona sempat mengalami kekalahan dari negara-negara yang secara kekuatan berada di bawah mereka, termasuk dipermalukan 1-6 oleh Bolivia.
"Favorit saya adalah Brasil dan Spanyol. Tapi menurut saya Argentina tetaplah kandidat kuat (juara) Piala Dunia," demikian Batistuta seperti dikutip dari Football-Italia.
Ada pun pasca undian Piala Dunia Desember silam, oleh rumah-rumah taruhan tim Tango ditempatkan di bawah tim Samba dan La Furia Roja.
Salah satu hal yang jadi sorotan terhadap Argentina adalah sosok Diego Maradona sebagai pelatih. "Si Tangan Tuhan" dinilai gagal menyusun strategi yang tepat meski timnya dipenuhi talenta berbakat.
Apa tanggapan Batistuta soal Maradona? "La Seleccion (tim nasional) memiliki pelatih yang sering menjadi juara di sepanjang karirnya sebagai pemain. Pelatih pasti paham bagaimana caranya untuk menularkan mental pemenang kepada pemain," tutup mantan pemain yang tenar bersama Fiorentina dan AS Roma itu.
Foto: Gabriel Batistuta ketika masih aktif bermain, memperkuat tim nasional Argentina. Foto diambil tahun 2002 (AFP/ Odd Andersen)
(nar/nar)











































