Terry dicopot dari jabatannya itu pada Februari lalu menyusul maraknya pemberitaan media massa tentang perselingkuhan dia dengan seorang wanita yang waktu itu masih menjalin hubungan dengan sesama bek timnas, Wayne Bridge.
Pelatih Fabio Capello memutuskan menyerahkan ban kapten pada Rio Ferdinand. Posisi Terry di skuad Tiga Singa tidak terutak-atik, tetap menjadi pilih utama lini belakang bersama Ferdinand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara terakhirnya dengan BBC, Terry kembali lebih terbuka soal urusannya sebagai pemain bola. Dan ia mengakui betapa beratnya kehilangan jabatan kapten yang mulai diembannya pasca Piala Dunia 2006.
"Waktu mengadakan pertemuan dengan manajer, ini memang sangat sulit diterima," ungkapnya. "Tapi di saat yang sama saya menghormati dia dan saya katakan pada dia, tidak ada yang berubah. Saya tetap akan memberikan 100 persen. Saya mengemban itu dan harus tetap jalan. Tak ada gunanya terus begitu."
"Satu-satunya cara buat saya adalah bermain bagus, mudah-mudahan di Piala Dunia juga. Dan semoga suatu hari nanti saya akan mendapatkan (jabatan kapten) itu lagi," sambungnya.
Terry juga mengungkapkan merasa frustrasi pada banyaknya kritik "sok tahu" dan menghakimi sejak kasus memalukannya terungkap. Ia mengingatkan bahwa orang yang tahu betul perasaan dan imbasnya adalah dirinya sendiri dan keluarganya. Itu sebabnya itu memilih berusaha keras memisahkan kehidupan pribadi dengan pekerjaannya sebagai pemain bola.
(a2s/a2s)











































