Capello dikenal sebagai sosok yang keras dan penuh disiplin. Ketika menangani Real Madrid di musim 2006/07 misalnya, pelatih kelahiran 18 Juni 1946 itu bahkan tanpa ragu-ragu membangkucadangkan salah satu bintang El Real David Beckham.
Hasilnya positif. Gelar juara La Liga diraih oleh Madrid. Gelar itu sekaligus mengakhiri puasa gelar Liga Spanyol yang dialami "Si Putih" selama empat musim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa dilihat apa saja yang sudah dicapai Capello sepanjang karir kepelatihannya serta bagaimana permainan Inggris sekarang, untuk menilai bahwa kami berada di jalan yang tepat (untuk jadi juara). Dan hal ini menurut saya bakal terus berlanjut," imbuh gelandang milik Chelsea itu.
Para pemain Inggris dikenal sebagai pemain berlabel bintang. Di luar lapangan, kehidupan jetset pun tak lepas dari para punggawa The Three Lions. Meski begitu Lampard yakin bahwa manajer yang bersikap tegas dan keras kepada pemainnya bisa memberikan hasil positif.
"Bila Anda menjadi pelatih, maka Anda harus kuat dan berkuasa. Kami di Chelsea bisa saja mengeluh bahwa (Jose) Mourinho telah "melakukan kekerasan". Tapi dia memberikan gelar juara dan itu lah yang penting," tegas Lampard.
Salah satu ketegasan Capello adalah soal WAG's. Semula dia memang berniat melarang para kekasih pemain itu untuk ikut serta ke Afrika Selatan. Dalam perkembangan selanjutnya ada indikasi Don Fabio bakal mencabut larangan itu.
Namun bisa jadi sikap disiplin Capello sudah mulai merasuki para punggawa The Three Lions. Maka dari itu tiada euforia menyambut rencana pembatalan pencekalan WAG's.
"Menurut saya, kami sudah menyadari bahwa di waktu lalu kami telah membuat kesalahan menyangkut WAG's, yang semua berjalan di luar kendali kami. Untuk saat ini, banyak dari personel kami akan menjalani Piala Dunia terakhirnya. Jadi kami akan lebih fokus dengan apa yang kami lakukan," tutup Lampard.
(nar/a2s)











































