Catatan tersebut dibuat Inggris mulai Piala Dunia 1990. Kala itu, The St.George Cross harus tersingkir di semifinal setelah takluk 3-4 dari Jerman Barat.
Delapan tahun sesudahnya, Inggris mengalami nasib serupa dengan kekalahan 3-4 di babak 16 besar oleh Argentina. Catatan itu diulangnya kembali di Piala Dunia 2006 setelah kalah 1-3 di perempatfinal oleh Portugal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa itu menjadi sebuah isu yang mengganggu di pikiran saya," aku pemain yang memperkuat Chelsea tersebut dalam wawancaranya dengan Majalah GQ yang dikutip Telegraph.
"Sebaik apapun Anda bermain di dalam sebuah pertandingan, ketika harus melalui adu penalti, Anda akan berpikir: "Yah, adu penalti lagi". Sekali Anda memiliki pola pikir seperti itu, sulit sekali untuk menghilangkannya," tandas gelandang Chelsea itu.
Lampard mengatakan bahwa soal adu penalti, Inggris boleh belajar dari salah satu rival beratnya yakni Jerman. "Ketika menjalani adu penalti, Jerman punya kepercayaan diri dan mungkin juga sikap arogan karena mereka yakin bisa menang. Michael Ballack adalah salah satu orang yang bersikap seperti itu dan itu menjadi salah satu kekuatannya. Inggris butuh rasa percaya diri lebih," tuntas eks pemain West Ham tersebut.
Inggris berada di Grup C bersama Amerika Serikat, Slovenia dan Aljazair. Ada pun di babak 16 besar atau pun babak gugur pertama, tim asuhan Fabio Capello bakal bertemu salah satu antara Jerman, Serbia, Ghana, atau pun Australia.
(nar/a2s)











































