Nama Krhin mungkin belum tenar-tenar amat di dunia sepakbola. Di klubnya saat ini, Inter Milan, gelandang tengah itu pun juga belum terlalu mencuri perhatian dan dicatat baru tampil lima kali.
Akan tetapi, hal ini terbilang cukup wajar mengingat usianya yang masih 19 tahun, ditambah kenyataan bahwa skuad Inter memang banyak dihuni pemain kelas satu. Jelas tak mudah untuk seorang pemain seperti Krhin menembus skuad inti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia punya segalanya yang dibutuhkan seorang pemain muda untuk sukses, dia adalah pemain yang sangat berbakat dan profesional sejati dengan ambisi besar," puji Kek seperti dikutip Reuters.
Berbanding lurus dengan usianya yang masih muda, karir sepakbola profesional Krhin juga masih "belia". Klub pertamanya adalah Maribor dan penampilannya sebagai pemain muda di klub ini masuk dalam radar Inter.
Pada tahun 2009, dia akhirnya direkut Nerazzurri yang juga menjadi klub profesional pertamanya. Krhin langsung dipercaya tampil oleh Jose Mourinho saat Inter melakoni laga pra-musim, kendati masih harus menanti untuk menjalani debut resminya.
Saat yang ditunggu Krhin itu akhirnya terwujud saat Inter melawan Parma di pekan ketiga Seri A. Krhin masuk ke lapangan untuk menggantikan Wesley Sneijder. Tak hanya itu, Krhin juga dipercaya jadi starter pada 1 November 2009 saat Inter menghadapi Livorno.
Untuk Slovenia, debut Krhin di timnas senior dilakoni pada 5 September 2009. Dia masuk jadi pemain pengganti dalam laga ujicoba lawan Inggris. Namanya juga masuk ke skuad akhir untuk play-off kualifikasi Piala Dunia 2010 lawan Rusia.
Kini ujian menghadang Krhin di Afrika Selatan. Patutkah dia menyandang julukan 'Lampard baru' sebagaimana cap media Slovenia? Kita tunggu aksinya.
(krs/mrp)











































