Vuvuzela, sejenis terompet plastik khas Afrika Selatan memang jadi kontroversi tersendiri. Suaranya yang selevel dengan bunyi klakson truk itu sudah terdeteksi bisa merusak pendengaran.
Pada Piala Konfederasi 2009 penggunaan Vuvuzela mendapat kecaman dari pihak stasiun televisi dan juga para pemain. Mereka merasa terganggu dengan bunyi Vuvuzela yang memekakan telinga tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah pelatih timnas Thailand Bryan Robson yang menilai Vuvuzela dapat menjadi 'senjata rahasia' bagi Afsel saat menghadapi Prancis, Meksiko dan Uruguay di laga grup A bulan depan.
Robson sendiri sudah merasakan efek Vuvuzela saat timnya dihantam 0-4 oleh Afsel dalam laga friendly di Nelspruit Stadium, Minggu (16/5/2010) yang berkapasitas 42.000 penonton itu. Ia mengaku sulit memberikan instruksi kepada anak asuhnya karena bisingnya suara Vuvuzela itu.
"Saya pikir dengan suara-suara (Vuvuzela) itu, Afrika Selatan mempunyai keuntungan di Piala Dunia nanti," ungkap Robson di Reuters.
"Jika atmosfer seperti ini ada di Piala Dunia, itu akan menambah level para pemain. Jika para suporter Afsel seperti itu, itu akan jadi penambah semangat," sambungnya.
Senada dengan Robson, pelatih Afsel Carlos Alberto Perreira pun mengakui Vuvuzela bisa memberi keuntungan buat timnya. Maka ia pun meminta para fans Afsel lebih semangat dalam meniupkan Vuvuzela.
"Kami harus memanfaatkan keuntungan itu. Kami ingin lebih kencang dan kencang lagi," pungkas pria berpaspor Brasil itu.
(mrp/arp)











































