Tahun 1986, Argentina dan Korsel berjumpa di putaran final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu, Argentina yang di akhir turnamen keluar sebagai juara mengalahkan Korsel 3-1.
Diego Maradona, motor utama Argentina kala itu, mengeluhkan permainan Korsel yang keras. Maradona menyebut kalau pertandingan melawan tim Asia itu seperti pertandingan taekwondo alih-alih sepakbola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argentina akan kembali berjumpa Korsel di Johannesburg pada 17 Juni mendatang. Tim Tango jelas lebih diunggulkan dibanding Taeguk Warriors, tapi Huh berjanji untuk memberikan perlawanan keras.
"Jika saya bertemu Maradona dan Argentina lagi, saya akan melakukan hal yang serupa," ujar Huh merujuk pada pertemuan di Meksiko, seperti dikutip Reuters dari situs resmi AFC.
"Saya tidak akan memberikan kemenangan mudah buat mereka. Saya akan menghentikan mereka, saya akan bertarung dengan mereka," janji Huh yang kini berusia 55 tahun.
Argentina memiliki kekuatan utama di teknik dan kecepatan, dengan bergantung kepada pemain-pemain lincah seperti Lionel Messi atau Sergio Aguero. Korsel menyadari itu dan akan mengandalkan serangan balik.
"Kami akan mencoba meredam kecepatan mereka dan tempo mereka. Serangan balik akan jadi krusial, taktik itu akan jadi kunci," tandas Huh.
(arp/arp)











































