James yang kini berumur 39 tahun itu sudah 49 kali membela The Three Lions. Tiga turnamen besar sudah dilewatinya yakni Piala Dunia 2002 dan 2006 serta Piala Eropa 2004. Sayang James baru merasakan jadi kiper utama Inggris di kejuaraan yang disebut terakhir.
Di Jepang Korsel, James hanya kiper ketiga dibawah David Seaman dan Nigel Martyn. Sedangkan di Jerman James harus rela jadi deputi Paul Robinson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian James tak mau sesumbar dirinya yang akan terpilih. Pengalaman di tahun 2002 serta 2006 memberi pengalaman berharga padanya dan ia pun lebih memilih realistis saja.
"Frustrasi rasanya pergi ke Piala Dunia dan tidak bermain. Dan yang pertama lebih buruk dari yang kedua," tutur James kepada The Sun.
"Di Japan 2002, David Seaman tampil luar biasa sebagai kiper no.1 tapi aku tidak tahu apakah aku adalah kiper ke-2. Aku memakai no punggung 22 yang artinya aku pilihan ketiga tapi aku percaya diri bahwa aku berada di atas Niger Martyn dan siap bermain," lanjutnya.
"Dave mengalami cedera punggung saat melawan Brazil dan sepertinya akan ditarik keluar. Pelatih kiper Ray Clemence melihat ke bench dan menatapku lalu berkata, 'Pemanasan, Nigel'. Aku sungguh kecewa."
"Piala Dunia terakhir di Jerman kemarin tidak begitu buruk karena semua sudah dipastikan. Paul Robinson jadi kiper no.1 dan aku no.2," tukas pemain Porstmouth ini.
Sampai saat ini pun Capello belum mengindikasikan siapa yang akan mengawal gawang 'Tim Tiga Singa' nantinya. Maka James pun mempersiapkan diri dengan berlatih keras agar mampu tampil baik jika dirinya terpilih.
"Saat ini pun aku belum tahu aku akan bermain sebagai apa. Mr Capello belum banyak memberi bocoran. Caranya meramu skuad ini mengisyaratkan bahwa tidak ada pemain yang pasti jadi starting eleven," jelasnya.
"Yang kutahu hanyalah aku sangat fit dan senang dengan diriku serta penampilanku. Dan aku ingin membuat orang lain senang dengan penampilanku," tutupnya.
(mrp/arp)











































