Selama dua musim terakhir, masalah punggung memang mengendala Mensah. Akibatnya, penampilan pemain berusia 27 tahun itu pun menjadi sangat terbatas karena sederet cedera otot yang berakar dari masalah punggung tadi.
Akibat cedera pula mengapa dia harus absen di putaran final Piala Afrika awal tahun ini, juga melewatkan banyak pertandingan Sunderland yang tengah meminjamnya dari Olympique Lyon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tengok aksi Mensah dua tahun lalu, misalnya, saat dia memimpin Ghana di Piala Afrika untuk mengisi posisi kapten karena cederanya Stephen Appiah. Kepemimpinan Mensah tampak menonjol dan dapat pengakuan dari pelatih saat itu Claude LeRoy.
"Saat Appiah cedera, terlihat jelas bahkan untuk pemain seperti Michael Essien dan Sulley Muntari bahwa John adalah pemimpin natural. Dia tak banyak bicara, tapi ketika dia melakukannya itu sangat efektif dan lugas. Dia punya efek magnetik pada para pemain," puji LeRoy ketika itu.
Keadaan terlihat kontras setelah Mensah dapat kartu merah di perempatfinal lawan Nigeria sehingga harus absen di satu laga. Bermain tanpa Mensah di semifinal, Ghana harus mengakui keunggulan Kamerun.
Dengan kenyataan tersebut, tak pelak Ghana kini menanti si 'Karang Gibraltar' bisa mengatasi masalah punggungnya agar bisa kokoh berdiri dalam menangkal gempuran tim lawan.
(krs/a2s)











































