Penampilan Messi di Barca sudah tak perlu diragukan lagi. Aksi-aksi individu yang menawan serta gol-golnya mengundang decak kagum dari kawan mau pun lawan.
Contoh mudahnya ialah sukses Barca mempertahankan titel La Liga musim ini tak lepas dari peran besar Messi yang tampil sebagai top skorer dengan 34 gol dan bikin pemain mungil itu merebut sepatu emas Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Singkat kata ada Messi versi Barca dan Messi versi Argentina.
Perumpaan yang buruk tentunya bagi Messi yang kini bergelar pesepakbola terbaik sejagad dan pemuda 23 tahun itu pun bertekad menghapusnya dengan Afrika Selatan sebagai ajang pembuktian kemampuannya saat membela 'Biru Langit' sebagus saat ia berkostum Alzugrana.
"Aku tidak merasakan tekanan bila mengenakan kostum Argentina. Di Spanyol aku juga bermain bagi tim yang telah memenangi segalanya," sahut Messi dalam wawancara dengan Mirror.
"Piala Dunia adalah kesempatan bagus untuk menunjukkan aku bisa melakukan hal yang sama di tim nasional seperti yang kulakukan di Barcelona," tukasnya lagi.
Juara dunia dua kali itu tergabung bersama Yunani, Korea Selatan dan Nigeria di Grup C. Meski bertabur bintang macam Carlos Tevez, Diego Milito, Javier Mascherano dan lainnya, Argentina bukanlah favorit juara layaknya Brasil, Spanyol atau Inggris.
"Kami adalah kandidat untuk memenangi turnamen ini namun bukan favorit. Ini bagus untuk kami," tegas Messi.
Mampukah Messi mengakhiri 24 tahun puasa gelar Piala Dunia untuk Argentina? Kita lihat saja pada tanggal 11 Juli saat partai puncak digelar di Soccer City Stadium.
(mrp/arp)











































