Kebijakan tersebut bertolak belakang dengan yang diterapkan dua pelatih sebelumnya, Luiz Felipe Scolari dan Carlos Alberto Parreira. Di Piala Dunia 2002, saat Brasil tampil sebagai juara, Scolari membiarkan para pemainnya berkomentar pada pers.
Di Piala Dunia empat tahun lalu, Parreira memberi kebebasan yang lebih besar pada anak-anak buahnya. Hal itu ditengarai menjadi salah satu penyebab buruknya performa Tim Samba di Jerman, di mana mereka dikandaskan Prancis di babak perempatfinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ditentang sebagian kalangan, tapi kebijakan Dunga itu didukung dua gelandang senior Kleberson dan Gilberto Slva.
"Mereka pelatih yang berbeda. Masing-masing punya filosofi kepelatihan sendiri-sendiri," ujar Kleberson, mantan pemain Manchester United dan Besiktas, yang saat ini bermain untuk klub lokal, Flamengo.
"Tidak ada penghalang," timpal Gilberto, veteran Piala Dunia 2002 dan 2006. "Kalau wartawan yang ada di sini hari ini juga menemani timnas lain di sana, mereka malahan lebih kesulitan mengejar berita."
"Kami juga telah berpengalaman dengan apa yang terjadi di (Piala Dunia) 2006," tambah pemain Panathinaikos yang pernah membela Arsenal itu.
Tim Brazil akan bertolak ke Afsel pada hari Rabu (26/5/2010) lusa dari Curitiba, tapi akan mampir terlebih dulu ke ibukota Brasilia untuk dilepas Preisden Luiz Ignacio Lula da Silva. Di tempat turnamen mereka akan bermarkas di Johannesburg, tergabung di Grup G bersama Pantai Gading, Portugal, dan Korea Utara.
(a2s/din)











































